Tag Archives: Masakan

Ketupat Merang Sukabumi.

Standard

Ketupat! Secara umum identik dengan hari raya Idul Fitri. Walaupun di beberapa daerah di Indonesia, ketupat memiliki makna adat yang lain.

Kali ini saya cuma ingin menuliskan bagaimana orang di Sukabumi menyiapkan ketupatnya untuk hari raya Lebaran. Sedikit berbeda dengan kebiasaan membuat ketupat di kampung halaman saya di Bali. Karena itu saya ingin menuliskannya.

1. Pembuatan Kulit Ketupat (Cangkang)

Ini bisa dilakukan sendiri dari janur. Tapi jaman sekarang, hanya sedikit orang yang bisa dan punya waktu untuk membuat sendiri. Kebanyakan membeli kulit ketupat yang sudah jadi di pasar.

2. Menyiapkan Beras.

Beras dicuci bersih, ditiriskan lalu dicampur dengan sedikit garam dan air kapur sirih. Garam ditambahkan agar ada rasa dan berfungsi sebagai pengawet. Kapur berfungsi agar textur ketupat menjadi kenyal.

3. Memasukkan beras ke dalam kulit ketupat.

Kulit ketupat diisi dengan beras bersih yang sudah dicampur dengan garam dan air kapur. Setiap kulit ketupat diisi setengah lebih sedikit ( sekitar 60%) dari ruang ketupatvyang tersedia, untyk memastikan agar ketupat memiliki kepadatan yang tepat dan tidak mudah basi. Jika kurang dari 60% umumnya ketupat akan terlalu lembek dan mudah rusak. Sebaliknya jika lebih dari 60% ketupat akan menjadi terlalu padat dan keras texturnya sehingga kenikmatannya berkurang.

4. Merang.

Untuk mendapatkan ketupat dengan warna coklat yang menarik, maka ketupat direbus dengan air merang padi. Selain itu air merang padi juga memberikan aroma wangi khas pada ketupat.

Cara menyiapkannya, merang padi dibakar . Setelah dibungkus dengan kain kasa, lalu dimadukkan ke dalam air untuk merebus ketupat.

5. Merebus Ketupat.

Ketupat direbus sekitar 8 jam lamanya dengan api sedang. Baru diangkat dan digantung gantung agar airnya tiris dan ketupat kering.

Selamat menyambut hari raya Idul Fitri teman teman!. Mohon maaf lahir dan bathin.

Advertisements

Edible Flowers: Bunga-Bunga Yang Bisa Dimakan Dalam Masakan Indonesia.

Standard

Ketika kita menyebut kata sayur, yang terbayang di pikiran kita adalah daun-daunan yang berwarna hijau royo-royo, misalnya kangkung, bayam, sawi hijau, kol, pakchoi, daun singkong, daun ubi jalar, daun kemangi dan sebagainya. Pokoknya Daun ya?. Walaupun ada diantaranya yang berwarna bukan hijau.

Selain  daun-daunan,  yang berikutnya kita ingat adalah sayur dari buah-buahan, biji-bijian ataupun kecambahnya. Misalnya sayur labu, oyong, buncis, kacang panjang, jagung, pare, terong, pepaya, kacang merah, tauge kacang hijau dan sebagainya.

Berikutnya sayur dari umbi seperti wortel, kentang, lobak.

Tapi setelah diingat-ingat ternyata banyak juga lho sayuran atau masakan Indonesia yang terbuat dari bahan bunga-bungaan. Apa saja sih? Nah…ini adalah sebagian dari yang bisa saya ingat.

1/. Bunga Pepaya alias Bungan Gedang.

image

Bunga berwarna hijau yang berubah menjadi putih kekuningan saat mekar ini sangat umum dimasak di dapur hampir semua  suku di Indonesia. Dan paling sering kita lihat dihidangkan di restaurant Menado. Yang umum dimanfaatkan adalah bunga pepaya jantan.
Di Bali, bunga pepaya sering disebut dengan Bungan Gedang.  Karena umumnya berenceng renceng, maka lebih umum lagi disebut dengan Bungan Gedang Renteng.
Rasa bunga pepaya agak pahit. Namun demikian, orang -orang tetap menyukainya, terutama karena orang percaya akan khasiat baiknya untuk kesehatan.

2/. Bunga Kecicang.

image

Bunga Kecicang alias Bunga Kecombrang (Jawa) atau Honje (Sunda) adalah bunga favorit saya di dapur. Bunga yang sangat cantik ini sungguh sangat menawan. Bukan saja karena keindahan dan warnanya yang pink atau merah (yang merah adalah kecicang hutan), tetapi karena rasanya juga sangat unik aromatik.
Bunga Kecicang yang belum mekar, di Bali disebut dengan nama Bongkot. Saya sangat suka membuat Kecicang dan Bongkotnya untuk sambal. Sambrl Kecicang atau Sambel Bongkot. Cara membuatnya sama dengan cara nembuat Sambel Matah, hanya saja ditambahkan dengan terasi bakar. Banyak juga yang memanfaatkannya untuk campuran sayur lodeh.

3/. Bunga Sedap Malam.

image

Bunga sedap malam alias polyantes warnanya  putih dan wangi. Umum dimasak sebagai campuran sup. Dimasak bersama dengan jamur kuping dan soun dalan masakan Kimlo. Bunga sedap malam sering dijual dalam keadaan kering. Jadi untuk memasaknya kita perlu rendam dulu. Rasanya enak dan empuk, sama sekali tidak asa unsur pahitnya.

4/. Brokoli.

image

Walaupun warnanya hijau, sangat jelas sekali bahwa bagian dari brokoli yang kita makan itu sebenarnya adalah bunganya. Kecil-kecil bergerombol, brokoli menjadi salah satu sayuran yang membuat hidangan di atas meja makan jadi terlihat menggiurkan.
Anak-anaj sangat menyukai brokoli ketimbang sayuran lain. Saya sering memasaknya dengan kentang rebus dan keju leleh. Yummy!!!. Bisa juga dimasak ca dengan bawang putih, atau dicampur jamur, ataupun sebagai campuran masakan lain.

5/. Kembang Kol.

image

Serupa dengan brokoli, hanya saja bunganya putih kekuningan. Kembang kol, sesuai namanya sayuran ini jelas jelas adalah bunga. Bunga kol.
Secara umum rasanya enak dan empuk. Bisa dimasak Ca biasa, atau dijadikan campuran nasakan lain seperti misalnya Capcay, ikan masak nanas, dan sebagainya.

6/. Bunga Genjer.

image

Genjer alias Biyah-Biyah adalah sejenis tanaman air yang umum ditemukan liar di sawah. Mastarakat agraris tentunya sangat mengenal tanaman ini. Daunnya, berikut tangkai daunnya umum dimanfaatkan untuk sayur. Demikian juga bunganya yang belum mekar. Umum dimasak tumis atau dikombinasi dengan tauco. Rasanya secara umum enak, walau ada sedikit rasa sepat tang khas.

7/. Bunga Bawang.

image

Bawang, selain umbinya digunakan untuk setiap masakan, daun dan bunganya juga bisa dimanfaatkan untuk sayuran lho. Bunga bawang berwarna putih dengan tangkai yang agak tebal dan renyah. Enak ditumis atau dikombinasi dengan bahan lain misalnya tofu atau seafood.

8/. Jantung Pisang.

image

Bunga pisang yang belum mekar alias jantung pisang atau puduh biyu adalah salah satu sayuran eksotis yang bisa kita temukan di dapur Indonesia. Ada beberapa jenis bunga pisang yang tidak pahit jika dimasak. Salah satunya adalah jantung pisang batu. Sangat enak untuk ditumis, dimasak santan atau untuk dipepes.

9/. Bunga Turi.
Bunga pohon turi sangatlah cantik. Warnanya putih bersemu peach. Kita sering melihatnya ditanam orang sebagai pagar di ladang.  Saya pernah makan sayur bunga turi walaupun belum pernah  memasaknya sendiri. Ada sedikit rasa pahit, tapi menurut saya,  nyaris tidak terasa. Bunga turi tidak umum diperjualbelikan di pasar dekat rumah saya. Yang memasaknya biasanya karena punya pohonnya sendiri di rumah.

10/. Terubuk.
Sayur bunga tanaman mirip tebu ini saya kenal di tanah Betawi. Belum pernah lihat di daerah lain. Biasanya dihidangkan di tempat pesta pernikahan adat Betawi dan dikenal dengan sebutan Sayur Penganten. Harganya juga lumayan mahal di tukang sayur di pasar. Dan sangat jarang ada.

Selain 10 jenis sayuran dari bunga yang saya sebutkan di atas, saya yakin masih banyak lagi jenis bunga-bungaan lain yang bisa dan biasa dimakan di Indonesia.

Telor Dadar Bangli.

Standard

image

Ngobrol di group teman teman SMA Bangli selalu menyenangkan. Banyaklah yang diobrolkan. Mulai dari kabar teman-teman, keluarga, acara dan upacara, pingpong, joke hingga ke masakan.

Nah sore tadi entah bagaimana mulainya kami ngobrol soal masakan traditional Bali. Bukan rahasia lagi kalau kaum pria di Bali banyak yang lebih jago masak ketimbang para wanitanya. Dan sudah pasti diantara para pria teman-teman kami yang  ada di grup itu ada yang jago masak.

Saya memanfaatkan kesempatan untuk dibimbing membuat sate lilit yang enak. Secara kedua anak saya adalah penggemar sate lilit Bali. Namun sayangnya teman saya itu hanya mengatakan kuncinya ada pada cara mengadonnya. Dan agar menempel baik di tangkai sate, tekanan tangan saat menempelkan bahan sate harus pas sehingga hasil dan bentuknya indah dan mulus. Wah…saya masih tetap tidak tahu clue-nya.

Lalu ia memberi resep sederhana telor dadar/telor goreng yang enak. Sepintas lalu rasanya tidak ada yang baru. 2 butir telor dikocok dengan rajangan halus bawang merah (4 siung), bawang putih (1 siung), 1 batang daun seledri, sekuku jahe, selembar daun jeruk, cabe rawit nerah yang dibuang bijinya (4 buah) dan garam secukupnya. Lalu apanya yang berbeda? Penggunaan rajangan jahe dan daun jeruk. Itu yang membuatnya berbeda.

Merajang bahan-bahan ini harus halus. Dan telor dikocok agak lama hingga benar benar tercampur.

Panaskan sedikit minyak dalam wajan, gerakkan ke seluruh permukaan penggorengan untuk mencegah lengket. Sebenarnya sih terserah mau digoreng atau didadar. Tergantung selera. Intinya masak di atas api kecil hingga matang dan kekuningan.  Angkat telor. Hidangkan di atas piring saji.

Nah… saya pikir ini sesuatu yang mudah dan cepat dibuat. Mengapa tidak dibuat saja? Saya lalu memeriksa apa saja yang ada di dapur. Semuanya ada. Kecuali daun jeruk.  Baiklah untuk kali ini saya tidak pakai daun jeruk dulu. Tapi saya ada jahe.

Ternyata setelah saya coba enak banget. Bahkan wanginya saat mendadar saja sudah menggoda. Rasanya agak hangat-hangat khas begitu. Mungkin karena pengaruh sedikit jahe di dalamnya. Juga mengingatkan akan rasa telor dadar masa lalu di kampung halaman saya di Bangli. Makan dengan nasi hangat-hangat tentu lebih enak lagi.

Nah…saya kasih lah masakan ini dengan nama Telor Dadar Bangli.

Itulah salah satu guna teman. Berbagi resep masakan. Terimakasih ya teman…

Ide Dapur: Kepompong Sayur Orak -Arik Telor

Standard

image

Memandangi sayuran rebus yang sama nyaris setiap hari kadang membosankan juga. Muter-muter aja mulai dari sawi putih rebus, caisim rebus, tauge rebus,  kol rebus dan sebagainya. Biasanya saya cocol dengan sambal tomat atau sambal terasi. Sebenarnya rasanya enak sih. Tapi karena saking seringnya, lama- lama bosan juga ya.

image

Nah satu kali nih, saat mau mempersiapkan bekal makan siang buat ke kantor, tiba-tiba saja saya keingetan beberapa jenis masakan berbalut sayuran yang pernah saya cicipi di negeri seberang. Aha!
Jadi nemu ide baru nih untuk membuat bekal makan siang yang lebih menarik dan variatif.

image

Saat itu saya punya sedikit orak-arik telor dan rebusan sawi putih. Juga sedikit rebusan sawi hijau (caisim).
Saya bentangkan daun sawi putih yang sudah dipotong dan direbus. Diatasnya saya isi dengan sedikit orak-arik telor, lalu saya gulung perlahan. Wah…mirip kepompong.  Kepompong sayuran isi orak-arik telor.

image

Lalu saya susun satu per satu di box makanan. Sungguh kelihatan menarik dan segar.
Rasanya juga so pasti enak ya.

Tiga Ide Sederhana Dari Dua Sisir Pisang.

Standard
Pisang Bakar Coklat Keju.

Pisang Bakar Coklat Keju.

Sepulang dari berkunjung ke rumah keluarga di daerah Cikidang, Sukabumi, ibu mertua saya diberikan pisang dalam jumlah yang banyak sekali.  Begitu tahu saya akan segera kembali ke Jakarta, kakak ipar saya segera memasukkan dua sisir pisang ke bagasi untuk saya bawa ke Jakarta.

Sampai di Jakarta, saya buka. Wadow! Pisangnya sangat gendut-gendut, sehingga makan sebuahpun rasanya akan sangat kekenyangan.  Satu sisir pisang ambon dan satu sisir pisang tanduk. Agak kebanyakan sebenarnya ya.  Anak-anak kelihatannya pada bosan makan buah pisang begitu saja.  Dikasihkan kepada tetangga juga rasanya nggak enak…karena pisangnya sudah pada patah dalamperjalanan, kelihatan compang camping, sisirnya sudah tidak rapi lagi.

Saya harus segera memutar otak, dibuat apa ya biar anak-anak tetap semangat makan pisang. Sayang kalau sampai membusuk dan akhirnya terbuang percuma. Rasanya kok seperti kurang pandai bersyukur dan berterimakasih .

Di bawah adalah 3 ide sederhana yang bisa kita lakukan dengan pisang jika kita punya berlebih, misalnya dapat pemberian atau oleh-oleh yang cukup banyak.

1/.Pisang Goreng.

Pisang Goreng

Pisang Goreng

Ini yang paling mudah. Karena saya tidak mau repot, adonannya saya tinggal beli yang  siap pakai dari minimarket terdekat. Tinggal kasih air , aduk-aduk sebentar lalu masukkan potongan pisang. Habis itu digoreng. Jadi deh. Anak-anak semangat makannya, apalagi disiapkan saat minum teh hangat. Pisang tanduk sangat baik digunakan untuk pisang goreng. Jangan lupa serap kelebihan minyak dengan kertas tissue sebelum dihidangkan ke anak-anak.

 

2/. Pisang Bakar Keju Coklat. 

Anak-anak pasti suka yang namanya sesuatu ditaburin coklat messes dan keju. Nah, bagaimana kalau pisangnya kita belah memanjang,  terus kita bakar dengan diolesi sedikit mentega sebelumnya?. Susun di atas piring. Berikan susu kental manis,lalu taburi dengan coklat butir dan parutan keju. Minumnya dengan coklat panas. Senangkan hati anak-anak dengan menyiapkan hidangan ini saat teman-temannya bermain ke rumah. Semua kebagian. Semua anak senang. Baik pisang ambon maupun pisang tanduk matang sama-sama enak dibakar.

Kolak Pisang Putih

Kolak Pisang Putih

3/. Kolak Pisang Putih.

Saya paling suka membuat kolak pisang jenis ini dari pisang ambon. Caranya cukup mudah. Didihkan air dan gula pasir dalam panci(manisnya dikira-kira saja sesuai selera), tambahkan vanila serta sedikit garam dapur, lalu masukkan daun pandan harum. Biarkan sampai mendidih. Lalu masukkan potongan pisang ambon. Didihkan kembali hinga pisang mengembang dan rasanya membaur dengan kuah kolak. Kecilkan api,lalu masukkan santan pelan pelan sambil diaduk. Begitu mulai mendidih matikan kompor. Enak disajikan hangat-hangat. Bisa juga ddinginkan dan dimasukkan ke dalamlemari pendingin barulah kemudian dihidangkan. Ah..rasa pisangnya benar-benar terasa nikmat dan wangi.

Nah..lumayan ya. Sisa pisang tidak terbuang percuma.

Yang pasti anaknya riang, ibunya senang. Rasanya saya benar-benar lega, karena telah mampu memanfaatkan bahan makanan yang saya terima dengan sebaik-baiknya. Bagimanapun juga, oleh oleh pisang pemberian kerabat adalah rejeki yang harus saya sukuri.

Ah ya..selalu bersyukur atas rejeki yang kita terima hari ini, membuat perasaan kita senantiasa ringan dan lega.

Resep Masakan: Mini Lumpia Udang Ayam.

Standard
Mini Lumpia Udang Ayam

Mini Lumpia Udang Ayam

Kadang-kadang jika sedang mengajak anak-anak makan di luar, saya memperhatikan apakah anak-anak menyukai makanannya atau tidak. Jika mereka kelihatan lahap dan suka, saya berusaha untuk menebak-nebak sendiri resepnya dari rasanya. Lalu saya coba-coba bikin  sendiri di rumah.  Nah kali ini saya ingin berbagi resep jika ingin membuat sendiri Lumpia Udang Ayam mini. Saya sudah membuat sendiri di rumah dan anak-anak sangat menyukainya. Demikian juga suami saya. Barangkali bisa juga dijadikan ide untuk menu sahur atau buka puasa?

Bahan-bahannya:

Kulit lumpia 25 lembar banyak yang dijual sudah jadi di tukang sayur), daging ayam 1/4 kg, udang 1/4kg, wortel 1bh, daun kucai 1 ikat, daun seledri, minyak wijen, kecap manis, kecap ikan, lada bubuk, bawang merah,bawang putih, sedikit minyak kelapa untuk menumis.

Cara membuatnya:

1/. Cuci bersih daging ayam lalu digiling/dicincang. Udang juga dibersihkan lalu digiling/dicincang.

2/. Parut wortel dengan parutan kasar.

3/. Iris tipis daun kucai dan dau seledri.

4/. Iris bawang merah dan bawang putih.

5/. Panaskan wajan, tambahkan sedikit minyak. Tumis bawang merah , bawang putih lalu masukkan daging ayam dan udang yang sudah digiling/dicincang. Masak hingga matang.

6/. Masukkan parutan wortel dan daun bawang kucai dan seledri, alu adukkembali.

7/. Berikan kecap manis secukupnya. Juga tambahkan kecapikan dan lada. Barangkali ada yang ingin menambahkan bumbu kaldu juga tidak masalah. Aduk-aduk kembali di atas api kecil hingga harum dan kering.

8/. Buka lembaran kulit lumpia. Gunting dibagi 2 sehingga membentuk 1/2 lingkaran.

9/. Ambil 1/2 lembar, lalu isi di atasnya dengan sedikit tumisan ayam udang. Lipat kulit lumpia dari sisi kanan dan kiri  di atas tumisan,lalu gulung. Untuk merekatkan agar rapi dan tidak meka saat digoreng, bisa dibantu dengan putih telur.

Nah sekarang lumpia mini siap untuk digoreng dan disajikan. Tampilannya lucu dan imut-imut. Jika mau digunakan untuk hidangan sahur juga bisa disimpan di lemari pendingin dan tinggal digoreng kapan saatnya dibutuhkan.  Selamat mencoba ya…

 

 

Ayam Be Keren, Masakan Ayam Traditional Bali Yang Unik Dari Bangli.

Standard

ayam keren 1Siap Be Tutu alias Ayam Be Tutu dari Bali! Tentu banyak diantaranya yang sudah pernah mencoba. Karena masakan berbahan dasar ayam itu sekarang tidak hanya dimasak di dapur-dapur penduduk di Bali, tetapi juga mulai banyak rumah makan yang menghidangkannya sehingga pelancongpun banyak yang bisa menikmati masakan traditional ini. Baik yang kuah maupun yang digoreng.

Selain Ayam Betutu, Bali juga memiliki masakan traditional berbahan baku ayam yang sangat istimewa. Namanya Be Siap Keren alias Ayam Be Keren (kedua huruf e dibaca seperti membaca huruf e pada kata dengan).

Ayam Be Keren adalah salah satu jenis masakan traditional Bali dimana ayam yang dibumbuin serupa dengan Ayam Betutu namun dibungkus dengan pelepah daun pinang alias Upih lalu dibakar dengan cara khusus dengan menggunakan sekam dan sabut kelapa. Rasanya sangat lezat, empuk dan gurih dengan wangi bumbu yang mengering karena pembakaran dalam upih.

Secara umum, Ayam Be Keren ini hanya dimasak khusus saat hari raya ataupun saat ada upacara.  Sangat jarang sekali. Saya ingat saat saya  kecil, ibu saya juga selalu memasak khusus Ayam Be Keren ini sebagai hidangan istimewa pada hari raya. Mengapa jarang? Saya tidak tahu sebabnya. Tapi saya menduga karena proses pembuatan masakan Ayam Be Keren ini sedemikian ribetnya.  Setelah saya besar, saya mulai tahu bahwa ternyata masakan Ayam Keren ini memang merupakan tata cara masak traditional yang diwariskan secara turun temurun di dapur-dapur penduduk di Bangli sejak jaman dulu. Sayang sekali saat ini hanya tinggal sedikit orang yang bisa memasak Ayam Be Keren ini dengan cara yang baik dan benar.

Ibu Agung Sugantini, BangliNamun demikian masih sangat beruntung ada Ibu Agung Sugantini dari Puri Kelodan Bangli  yang meneruskan tradisi membuat Ayam Keren ini, melestarikannya dan mengembangkannya sebagai bisnis. Sehingga masyarakat yang sudah tidak bisa lagi cara memasak Ayam Be Keren ini (atau tidak punya waktu untuk membuatnya) kini tetap bisa menikmati Ayam Be Keren ini.

Dan sangat beruntung sekali,  minggu yang lalu saya sempat berkunjung ke rumahnya dan sempat berbincang langsung dengan Ibu Agung sendiri. Ada foto-foto Bu Agung ketika muda. Ada juga foto Bu Agung dengan ibu-ibu pejabat. Termasuk ada juga fotonya dengan Ibu Megawati Sukarnoputeri.  Saya senang sekali karena Ibu Agung menerima saya dengan sangat ramah.

Bu Agung bercerita bahwa beberapa pakar tata boga sudah sempat mengunjungi rumahnya  seperti misalnya Pak William Wongso. Demikian juga beberapa station TV, bahkan station TV luar pernah meliput cara memasaknya.

Be Keren 1

Saya bahkan diajaknya untuk melihat-lihat ke dapur.  Dan benar! Masak Ayam ini memang ribetnya bukan main. Tak heran rasanya sangat lezat.  Nah bagaimana memasaknya?

Pertama, ayam satu ekor utuh dibersihkan, lalu diberi bumbu Basa Gede yang diulek (Basa Gede =Bumbu Besar dalam masakan traditional Bali yang terdiri atas Bawang merah, bawang putih, cabe, garam, lengkuas, kunyit, jahe, kencur, ketumbar,merica, tabya bun, daun salam, terasi).  Berikutnya Ayam yang telah dibumbui ini dibungkus dengan rapi dengan menggunakan Upih (pelepah daun pinang). Mengapa harus dibungkus rapat-rapat?

Membungkus rapat-rapat ayam beserta bumbunya  membantu memastikan bahwa aroma dan rasa bumbu tidak menghilang saat proses memasak, namun tetap tertinggal dan meresap ke dalam daging ayam- jelas Ibu Agung.

Be KerenLalu pertanyaan berikutnya,”Mengapa pembungkusnya harus Upih? Mengapa bukan daun yang lain saja-misalnya daun pisang?“.   Bu Agung menjelaskan bahwa secara turun temurun yang digunakan untuk membungkus Ayam Be Keren selalu Upih. Tentu nenek moyang kita punya alasan mengapanya. Pertama karena Upih adalah pembungkus makanan traditional yang tahan api. Sehingga jika dimasukkan ke dalam tungku sekam, ia tidak akan mudah terbakar hingga ayam didalamnya mencapai tingkat kematangannya dengan baik.

Kedua, Upih sangatlah lentur, sehingga tidak mudah sobek dan  tahan bocor. Hal ini membantu mempertahankan aroma bumbu agar tidak menguap keluar.  Selain itu, saat dibakar,  pelepah pinang juga ikut memberikan cita rasa harum yang istimewa dari Ayam Be Keren yang tidak bisa ditemukan pada jenis masakan lain.

Selain cara dan bahan pembungkusnya yang berbeda dan unik, cara memasak Ayam Be Keren juga sangat unik.  Setelah dibumbui dan dibungkus dengan upih, ayam dimasak dengan cara membakarnya di atas tungku sekam, lalu dieram di dalam paso tanah liat lalu dikubur lagi dengan sekam dan dibakar dengan menggunakan sabut kelapa. Itulah sebabnya mengapa masakan ini disebut dengan nama Be Keren, karena keren maksudanya adalah kerem,mengeram. Tentu saja tanah liat, sekam dan sabut kelapa ini juga memperkaya cita rasa ayam Be Keren ini.

Ayam dimasak selama 15 jam hingga bisa dikatakan matang dengan baik. Begitulah jaman dulu orang tua di Bangli memasak Ayam Be Kerennya yang lezat. Astaga! Bener saja, setelah dimasak selama 15 jam, ternyata Upih itu tidak terbakar habis, walaupun sekam telah menjadi abu. Kini Bu Agung tetap mempertahankan tata cara traditional ini dalam memasak Ayam Be Keren.

Saya sempat bertanya kepada Ibu Agung apakah Ayam Be Keren ini tidak bisa dimasak denga presto saja agar lebih cepat matang dan empuk? “Boleh saja. Tetapi cita rasanya akan jauh menyimpang. Karena tidak dimasak sesuai dengan yang seharusnya” jelas Ibu Agung.

Saya salut sekali dengan usaha Ibu Agung Sugantini untuk melestarikan resep dan tata cara memasak traditional warisan para ahli memasak di Bangli. Semoga kuliner unik  dari Bangli ini  bisa terus dilestarikan dan dikembangkan.

 

 

 

Champignon Bites Ala Jineng.

Standard
Champignon Bites Ala Jineng.

Chicken Champignon BitesMenjadi ibu rumah tangga penuh selama liburan, membuat kita menjadi lebih kreatif  di dapur ketimbang biasanya. Selain masak makanan kesukaan anak-anak dan suami, tentu kita juga punya waktu untuk bereksperimen di dapur. Coba ini. Coba itu. Gagal? Nggak apa-apa. Namanya juga coba-coba. Tapi kalau sukses dan habis dimakan anak-anak, atau bahkan minta tambah… wah senangnya bukan alang kepalang.

Salah satu resep coba-coba karangan sendiri di musim liburan kemarin adalah Champignon Bites. Judulnya dibuat begitu biar kedengerannya keren aja sih.  Tapi intinya ini adalah camilan iseng-iseng dengan bahan utama Jamur Champignon, yang dicampurdengan  daging ayam cincang dan sedikit sayuran yang ada di kulkas.

Bikinnya agak repot sih sebenarnya, karena perlu melakukan beberapa tahap memasak, seperti menumis, lalu mengukus dan terakhir menggoreng. Tapi ya…. namanya  juga eksperimen, tetap saja dilakonin dengan semangat.

Nah..bagi penggemar Jamur, barangkali ada yang mau coba resep ini juga?

Bahan-bahan: jamur champignon, dada ayam dicincang, sebutir telor, wortel, daun bawang, seledri, tomat, bawang bombay,  bawang putih, garam,gula,merica, sedikit minyak untuk menumis.

Cara membuatnya:

1/ Cuci bersih jamur champignon. Lepaskan dan pisahkan tudungnya dari batangnya. Cincang batang jamur dan sebagian tudungnya. Sisakan sebagian, misalnya 12 buah tudung sebagai cangkang untuk wadah hasil cincangan.

2/Berihkan dan cincang dada ayam.

3/ Potong kecil-kecil wortel, bawang bombay, bawang putih serta daun bawang seledri.

4/Panaskan minyak dalam penggorengan, tumis daging ayam cincang, jamur cincang, wortel, bawang bombay, bawang putih, dan seledri. Tambahkan garam, gula dan merica sesuai selera.

5/Angkat hasil tumisan yang sudah matang, masukan sebutir telor ayam – aduk aduk hingga rata.

6/ Balikan tudung jamur Champignon sehingga terlihat seperti mangkuk penampung. Isi dengan tumisan yang sudah dicampur telor. Kukus hingga matang.

7/ Angkat, lalu digoreng.Atau bisa juga disimpan di kulkas dan goreng saat dibutuhkan.

Ini enaknya dimakan sebagai teman minum teh sambil duduk-duduk di bawah Jineng  (lumbung- Bahasa Bali) sambil menikmati udara sore bersama keluarga. Enak juga jika dijadikan lauk.

Coba, yuk!.

Makasar: Masakan Ikan Kudu-Kudu.

Standard

Ikan Kudu-Kudu1Hidangan Ikan laut! Tentu banyak yang menyukainya. Berbagai jenis dan rupanya. Ada kerapu, baronang, kue, bawal, tuna dan sebagainya.  Namun diantara semua ikan laut itu, ada satu jenis masakan ikan yang sangat saya sukai, yakni Ikan Kudu-Kudu. Ikan berbentuk kotak persegi ini, dagingnya sangat gurih dan empuk. Dibakar. Lalu dibelah dari bagian perutnya, sehingga terlihatlah dagingnya yang putih tinggal di dalam kulitnya yang mirip kotak.  Nyaris tidak ada tulangnya. Dimakan dengan sambal Parape. Saya pernah memakannya beberapa kali di sebuah restaurant di Jakarta. Namun sayangnya, harganya cukup mahal. Rp 250 000/ekor. he he..habis makan, kantongnya menangis deh.

Beberapa tahun yang lalu tanpa sengaja saya melihat Ikan ini dihidangkan di salah satu restaurant di Makasar.  Awalnya saya kira itu ikan buntal. Saya ragu mencobanya. Namun akhirnya saya tahu itu Ikan Kudu-Kudu. Bukan ikan buntal yang beracun. Bagi yang belum familiar dengan ikan Kudu-Kudu ini (disebut juga dengan boxfish (Ostracion cubicus), bisa saya ceritakan bahwa ikan ini berbentuk box persegi. Sebenarnya ada beberapa warna, tapi yang saya temukan di restaurant biasanya yang warnanya kelabu.  Sebenarnya kalau kita punya hobby menonton aquarium air laut, kadang-kadang kita juga melihat ikan jenis ini berwarna kuning berenang di dalamnya.

Saya juga  baru tahu bahwa masakan Ikan Kudu-Kudu ini rupanya memang berasal dari Makasar.  Dan menyenangkannya, harganya tidak sampai sepertiganya dibanding di Jakarta. Berbekal pengetahuan  itu, ketika mendapatkan kesempatan lagi untuk berkunjung kembali ke Makasar, saya berkata kepada teman seperjalanan saya yang kebetulan juga penggemar Ikan Kudu-Kudu.”Mari kita makan Ikan Kudu-Kudu, selagi harganya lebih murah dibanding di Jakarta” .  Saya berteori.

Tapi memang benar. Harga ikan Kudu-Kudu di Makasar sama saja dengan jenis ikan lainnya seperti kerapu atau baronang. Malah Baronang sedikit lebih mahal. Kamipun makan masakan ikan kudu-kudu ini setiap hari. Walaupun teman-teman saya juga memilih ikan-ikan lain seperti baronang atau kerapu, tapi saya tetap dengan pilihan saya : Kudu-Kudu.

Untuk masakan ikan dan seafood, saya mengacungkan jempol untuk apa yang saya temukan di restaurant-restaurant di Makasar ini. Walaupun sambalnya tidak semuanya kelihatannya asli Makasar ( saya melihat banyak dabu-dabu dan rica-rica dihidangkan, selain jenis sambal yang lain seperti sambal mangga ataupun sambal terasi). Buat saya terasa enak semuanya.

Senangnya mengenal kuliner tanah air!

 

Pizza Making Competition.

Standard

Making Piza CompetitionHari Minggu. Waktunya bersama anak-anak. Ngapain ya biar seru dan menyenangkan? Saya sudah merencanakan untuk mencoba memanggang pizza sendiri. Anak-anak mungkin akan senang, jika mendapatkan piza hasil panggangan emaknya sendiri dan bukan membeli di gerai -gerai pizza di Bintaro.

Terus terang saya tidak bisa membuat pizza dan belum pernah membuat pizza. Selain karena lidah kampung saya agak sulit menyesuaikan diri dengan makanan Non Asia, juga saya tidak pernah makan daging sapi sama sekali sejak kecil. Saya lebih banyak makan sayur. Karena secara umum, kebanyakan orang-orang di Bali memang tidak memakan daging. Dan saya lahir dan besar di situ. Kedua anak saya yang lahir dan besar di Jakarta memakan daging sapi. Sementara kebanyakan pizza menggunakan daging sapi untuk toppingnya. Sehingga makan di restaurant Pizza bukanlah favorite saya.  Walaupun kadang-kadang ikut makan di restaurant Pizza untuk menghormati teman-teman saya atau anak-anak yang ingin makan pizza, biasanya saya memilih yang vegetarian. Atau paling jauh yang seafood atau chicken saja. Tapi anak-anak sangat menyukai Pizza.

Walaupun belum pernah membuat, tapi saya pikir, kalau ada orang lain yang bisa membuat tentu sebenarnya kita punya potensi untuk bisa membuatnya juga. Semua tergantung niat dan usaha.  Saya coba mengingat-ingat,kira-kira apa yang dibutuhkan untuk membuatnya. Dari tampangnya, kayanya bisa ditebak.   Saya menemukan “Pizza Dough” yang siap pakai di sebuah Supermarket,  ah…ini akan sangat membantu saya untuk mempercepat  pembuatannya. Lalu saya tinggal membeli bahan untuk toppingnya. Bawang bombai, Jamur Portabella, Paprika,  keju Mozarella, Tomat,  Dada ayam, Sosis ayam, Margarine. Saya coba mencari olive dan oregano,  tapi tidak ketemu.  Lagi kosong.  Tapi saya punya  Basil dan saus cabe. Lalu untuk anak saya yang makan daging sapi saya membelikan  corned beef, sosis sapi dan beef burger.

 

Walaupun bangunnya siang dan masih bermalas-malasan dulu di tempat tidur, akhirnya Andre anak saya yang besar meloncat bangun dari tempat tidurnya dan siap membantu saya membuat piza dan memanggangnya. Karena saya tidak makan beef, anak saya mendorong kami hanya membuat Non Beef Pizza. Saya bilang “Tidak apa-apa, tidak harus  mikirin mama.” kata saya.  Kalau ia ingin Beef Pizza, semua bahan juga sudah tersedia. Tapi ia berkeras ingin membuat Pizza yang kami semua bisa makan. Okelah kalau begitu.

Lalu ia mengeluarkan Dough, mengolesinya dengan margarin, memberi sedikit saus cabe. Ia meminta tolong saya untuk memasak dulu irisan ayam dan sosis  biar matang*anak saya yang besar ini sangat concern akan kontaminasi kuman pada makanan*.  Lalu ia mulai menata Irisan Jamur, irisan bawang bombay, irisan dada ayam, irisan sosis ayam dan irisan keju Mozarella.  Tak lupa ia menaburkan sedikit basil di atasnya. Saya membantu menambahkan irisan keju Mozarella lagi .

Membuat topping piza Andre mendandani pizzanya.

Tiba-tiba Aldo anak saya yang kecil datang, habis main dari rumah tetangga. Ia melihat ke kakaknya yang sedang mendandani pizza.”Aku juga mau” katanya sambil meletakkan laptopnya yang sedari tadi ia bawa-bawa bermain. “Tapi aku mau Beef Pizza” katanya. “Bikinlah sendiri” kata kakaknya. Sayapun menganjurkan hal yang sama. Akhirnya ia pun mengabil selembar Dough, mengolesinya dengan margarin, menambahkan saus cabe banyak-banyak, menambahkan corned beef, irisan sosis sapi, potongan burger sapi dan menyusun irisan keju Mozarella di atasnya. Saya membantunya dengan menambahkan keju hingga ke pinggir. Namun ia tidak setuju. “Nanti meleleh keluar terlalu banyak” katanya menolak. Okey sayapun mengalah. “Ini akan menjadi lebih enak” katanya penuh percaya diri. “Oke. kalau begitu kita akan berkompetisi. Dan papa yang akan menjadi jurinya“. kata saya. Anak-anak setuju dan melapor pada bapaknya bahwa kami sedang membuat pizza, dan akan berkompetisi, mengharap kesediannya menjadi Juri. Papanya setuju.

Setelah itu saya menyalakan oven. Memoles nampan panggangnya dengan margarin.  Sebenarnya saya bingung, harus berapa lama ya? Dan berapa suhu yang bagus untuk memanggang pizza? Akhirnya saya coba api atas bawah, 200°C, 20 menit.  Di tengah jalan, saya turunkan suhunya ke 170°. Keju meleleh dengan baik dan aroma yang lezat pun tercium.

Tdlara! Pizza pun sudah jadi. Saya mengangkatnya keluar dan menempatkannya di piring saji.

Chicken PizaIni Chicken Pizza buatan Andrei

Pizza Andre terlihat sangat menarik. Warnanya krem didominasi warna putih dari lelehan keju Mozarella yang banyak, menutupi irisan dada ayam, sosis ayam , bawang bombay dan paprika yang muncul mal-malu. Ada sedikit lelehan keju yang keluar dari rotinya ” Ini gosong” kata Aldo sambil tertawa.  Kakaknya ikut terawa sambil berkata ” I’ll blame mom, for the cheese excess” . ha ha.,saya tertawa. Itu memang saya yang  meletakkan banyak keju hingga ke pinggir dan ketika dipanaskan rupanya ada yang meleleh sampai keluar. tapi secara umum tampilannya keren juga.

Beef PizaIn Beef Pizza buatan Aldo

Pizza Aldo terlihat sangat menawan tampilannya.  Warnanya krem dengan bercak-bercak merah saus cabe, potongan sosis dan potongan beef burger di sana sini, terlihat menonjol diantara lelehan keju Mozarella yang memutih. Sangat mirip dengan Pizza commercial keluaran restaurant pizza terkenal. Nah..tinggal deg-degannya sekarang. Dari sisi rasa, siapakah pemenangnya? Andre atau Aldo?. Sang juri mencoba. Hmm..nyam nyam. pemenangnya adalah… Aldo!.

Tentu saja selain karena tampang pizanya kelihatan lebih profesional, juga rasanya pasti lebih enak bagi penggemar beef. Wah! Tapi Aldo sangat hebat.  Ia tidak pernah membuat pizza, tidak mengerti cara membuat pizza, tidak tertarik urusan membuat makanan, tapi bisa memenangkan  kompetisi dengan baik. Enjoying Piza

Aldo menikmati pizza buatannya sendiri yang menang kompetisi.

Andre menerima kekalahannya dengan baik. Saya tahu kekalahannya tentu akibat dari upayanya membuat pizza yang bisa dinikmati juga oleh ibunya. Walaupun ia sendiri sebenarnya adalah penggemar Beef. Sementara jurinya sendiri adalah penggemar beef juga. Ia kalah, tapi ia tahu bahwa hanya pizza buatannyalah yang bisa dinikmatinya bersama ibunya. Saya terharu dengan kebijakan hati anak saya. Setelah itu, karena ia masih lapar dan penasaran, maka iapun membuat pizzanya yang ke dua. Kali ini berjudul : Meat Lover. Dengan segala urusan daging dimasukkannya. Ia memanggang untuk ia makan berdua dengan adiknya.

Piza ke dua

Ini pizza ke dua buatan Andre – Meat Lover.

Saya senang, ke dua anak saya mengerti bahwa ini bukan soal menang kalah. Namun soal bagaimana kita menikmati kebahagiaan dalam kebersamaan. Bagi saya pemenangnya adalah keduanya. Kedua orang anak saya adalah Chef yang baik. Saya senang karena sudah berhasil membuat kedua anak saya senang.

Hari Minggu yang indah!