Tag Archives: Matahari

Saya Menyukai Senja Di Atas Kali Ini.

Standard

Tidak jauh dari kantor saya, mengalir sebuah sungai besar. Dimana sebuah jembatan berwarna hijau yang kokoh membentang diatasnya. Setiap hari saya melewatinya dengan hati riang. Saya pikir, sungai itu adalah salah satu anak sungai Cisadane yang mengalir sepanjang jalan Daan Mogot yang panjang. Sebagian airnya saya tahu merupakan kiriman dari Danau Cipondoh, namun sebagian besar lainnya barangkali datang dari Bogor sana melewati jalur anak sungai yang lain.

Di pagi hari,  ketika matahari  membagikan sinarnya yang kuning cerah keemasan, biasanya saya melemparkan pandangan saya ke tepian sungai yang sangat subur dipenuhi dengan tanaman Petai Cina. Dimana kupu-kupu warna-warni beterbangan baik di ketinggian dedaunannya maupun di atas rerumputan. Demikian juga capung berbagai warna sibuk beterbangan di atas sungai mencari mangsa. Juga  saat kendaraan beristirahat sebentar disela kemacetan, terkadang saya membuka jendela dan terpaku mendengarkan nyanyian burung-burung kecil yang bercericit riang. Demikianlah saya selalu memiliki pagi saya yang indah di atas jembatan itu.

Sore kemarin, saya melintas  kembali di atasnya. Pulang lebih cepat dari biasanya dan menikmati siraman cahaya matahari senja yang teduh, hangat kemerahan.Saya memandang bola api yang tampak lebih besar dari biasanya di ufuk barat. Melontarkan lidah cahayanya keluar. Dan akhirnya mulai membenamkan dirinya diantara bayangan pepohonan yang teduh. Biasanya saya melihat banyak karyawan pabrik pada bubaran. Melintas di antara bola api dan pepohonan. Atau berdiri menunggu angkutan di pojok jembatan. Untuk pulang kembali kepada keluarganya.  Betapa indahnya senja yang rupawan. Dan langit yang berwarna tembaga. Mengingatkan saya akan sebuah senja di Pantai Kuta. Demikianlah saya ingin selalu menikmati  senja indah saya di atas jembatan ini.

Di Atas Awan..

Standard

“Ketika mendung tebal menyelimuti hidup kita, fokuskanlah pikiran pada Yang Di Atas. Karena di atas awan pasti selalu ada cahaya matahari”

Suatu hari saya melakukan perjalanan dengan seorang rekan yang baru saya kenal. Cuaca sangat buruk saat itu. Hujan disertai angin yang kencang dan mendung yang tebal. Tentu saja saya merasakan takut di dalam hati saya. Namun karena saya belum begitu akrab dengan teman perjalanan saya itu, saya hanya diam saja dan tidak berani menceitakan kekhawatiran saya itu. Teman saya juga tidak berkata apa-apa. Maka naiklah kami ke pesawat  tanpa banyak mengobrol. Sekilas saya sempat mencuri pandang pada langit yang tampak gelap gulita dari bawah. Read the rest of this entry