Tag Archives: Musik

Bertemu Sang Penulis: Satria Mahardika.

Standard

Di hari ketibaan saya di Bali liburan kemarin, sahabat saya mengabarkan bahwa ada kemungkinan sastrawan Umbu Landu Paranggi akan ada di Puri Kilian, Bangli besok. Dan menyarankan saya juga datang ke Puri Kilian agar bisa bertemu, mengingat beberapa minggu sebelumnya Umbu ada menanyakan kabar saya. Saat itu saya sedang berada di Singapore dan untungnya dengan bantuan skype, saya dan Umbu sempat ngobrol juga. Nah sekarang, menurut sahabat saya, ada kesempatan bagi saya untuk benar-benar bisa bertemu langsung dengan beliau lagi di Puri Kilian. Tentu dengan senang hati saya akan datang.

Lalu teman saya juga mengabarkan bahwa jika mau, hari ini saya juga bisa bertemu dengan Satria Mahardika , sang penulis buku Merdeka Seratus Persen-Kapten TNI AAG Anom Muditha yang bukunya saya simak dan tulis di sini https://nimadesriandani.wordpress.com/2018/01/04/menyimak-buku-merdeka-100/

karena hari ini pun beliau ada di Puri Kilian. Wah…sungguh kabar yang baik. Saya mau ke Kilian sekarang kalau begitu. Selain tentunya karena saya juga sudah kangen dengan sahabat saya dan keluarga Puri Kilian.

Dengan senang hati sayapun ke Kilian membawa anak-anak dan keponakan. Sesampai di Kilian, saya disambut oleh Agung Karmadanarta, sahabat yang bagi saya sudah serupa dengan saudara sendiri. Agung Karmadanarta adalah salah seorang keponakan dari pahlawan AAG Anom Muditha. Sahabat saya ini adalah seorang pemusik yang pastinya sebuah kebetulan banget bagi anak-anak saya yang juga lagi getol banget belajar musik. Jadilah kesempatan ini digunakan oleh anak saya buat berguru. Mereka pun bermain gitar dan keyboard bergantian. Bahagia melihatnya.

Tak lama kemudian, seorang pria bertubuh kurus dengan rambut panjang yang digelung ke atas datang. Duduk dan menyalami saya. Ooh…rupanya beliau inilah sang penulis buku Merdeka Seratus Persen. Kami berbincang sesaat. Berkenalan dan menceritakan sedikit tentang diri kami. Penulis Satria Mahardika alias Saiful Anam ini adalah kelahiran Kroya ( Cilacap). Lalu ngobrol tentang buku. Rupanya buku Merdeka Seratus Persen adalah buku ketiga yang ditulis oleh Satria. Buku pertamanya adalah kumpulan puisi yang cukup tebal berjudul Suluk Mahardika. Wah… produjtif juga ya. Agak sulit untuk mengobrol panjang karenasambil ngobrol kami juga mendengarkan permainan musik Gung Karma dan anak saya. Sayang jika dilewatkan. Tiba tiba Satria Mahardika melemparkan ide. Bagaimana jika kita mengkolaborasikan puisi dengan musik?. Whua…. ide yang sangat bagus!. Satria Mahardika meminta saya membuka “any” halaman di buku Suluk Mahardika itu dan membacakan apapun puisi yang terpampang di halaman yang saya buka.

Sayapun membuka acak halaman buku yang tertutup itu dan mata saya tertumbuk pada puisi ” Satria Mahardika”. Saat itu saya belum ngeh kalau nama Sang Penulis adalah Satria Mahardika. Jadi sayapun membaca puisi itu tanpa ada link di pikiran saya kepada nama Sang Penulis. Belakangan; setelah pulang dari Puri Kilian saya baru terpikir akan hal itu ūüėÄ.

Membacakan puisi dadakan dan berkolaborasi dengan pemusik seperti itu rasanya beda banget. Semua terasa indah. Katrena sekarang, keindahan menjadi terasa berlipat ganda menembus dimensi lain dari panca indera kita.

Setelah itu giliran Satria Mahardika membacakan puisinya yang berjudul Aira. Tentu beda lah ya, jika sang penulis yang sekaligus membacakan sendiri karyanya. Bagai menyusur sebuah fragment perjalanan yang ia hapal betul kontur jalannya. Ia tahu di mana dan kapan harus menurun dan mendaki. Di mana harus berhenti sejenak untuk menarik nafas dan melihat view di sekitarnya untuk menikmati keseluruhan perjalanan dengan holistic. Tepuk tangan untuk Satria Mahardika. Keren ya!.

Di sini saya berhenti sejenak. Memandang anak anak dan para sahabat yang sedang menikmati keindahan yang sedang bergaung dalam jiwanya. Sebagaimana seorang mathematician menghayati keindahan angka-angka dan sang pelukis menghayati bias warna warna, demikianlah sang pemusik menghayati setiap tangga nada dan sang penyair menghayati keindahan setiap kata. Setiap element di alam semesta ini memiliki keindahan tersendiri bagi setiap orang yang mau dan berhasil menangkap esensinya dan menghayatinya.

Ah!. Bali memang tempat di mana seni tak pernah ada matinya. Terimakasih Satria Mahardika, Agung Karmadanarta, Agung Kartika Dewi, Agung Chocho dan anak anak keponakan yang mewujudkan keindahan kolaborasi ini. Liburan mendatang kita bertemu lagi yah..

Advertisements

Dari Grand Final Izzi Video Music Star 2.

Standard

Kemarin tanggal 16 Januari saya berkesempatan hadir di acara Grand Final Izzi Video Music Star 2 yang berlangsung di Downtown Walk Summarecon Mall Bekasi. Sebenarnya acara ini merupakan puncak dari kegiatan pencarian minat dan bakat para remaja putri di bidang musik yang dilakukan sejak bulan September hingga Desember yang lalu.

image

Team Izzi bekerjasama dengan majalah remaja Kawanku mengadakan “road show”dari sekolah ke sekolah di 7 kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Jogjakarta, Makasar dan Banjarmasin). Para remaja putri yang punya bakat dan minat dipersilakan tampil dan direkam untuk berkompetisi dengan peserta lain dari seluruh Indonesia. Untuk para remaja yang berminat tetapi kebetulan sekolahnya tidak didatangi team Izzi dan Kawanku bisa juga men-submit video rekamannya lewat Digital. Ada juga peserta yang merekam kemampuannya di bidang musik ini¬† di mobile karaoke yang disediakan di beberapa titik di Jakarta. Dengan demikian jumlah video yang berhasil masuk di Izzi VMS2 ini adalah sebanyak 1666 buah video. Di atas target ysng hanya 1 300 dan jauh di atas jumlah submission tahun yang lalu yang mencapai 900 buah video. Sungguh sebuah pencapaian yang luarbiasa. Cerminan dari betapa tingginya antusiasme para remaja putri kita dalam bermusik.

Selain banyak dalam jumlah, kwalitasnya juga sungguh sangat luarbiasa. Namun demikian, setelah melalui proses seleksi yang sangat ketat,  akhirnya ditetapkanlah 5 finalis yang akan tampil dan bertarung di Summarecon Mall di Bekasi kemarin. Lima orang finalis itu adalah:
1. Chrysanta Tirtania.
2. Cecilia Viny
3. Fara .
4. Reginia Sarah.
5.  Siti Ramadhanty.

Saat mereka tampil di panggung, para Juri juga dibikin sulit untuk menilai, karena semuanya sangat bagus-bagus.

20160116_144333.jpg

Chrysanta Tirtania membawakan lagu Love Yourself dari Justin Bieber.

Chrysanta Tirtania terlihat sangat menawan dan ‘teeny ‘ sekali saat ¬†membawakan lagu “Love Yourself” dari Justin Bieber.

20160116_145219.jpg

Cecilia Viny membawakan lagu When I Was Your Man dari Bruno Mars.

Cecilia Viny dengan vokalnya yang luar biasa tampilsangat percaya diri ¬†di atas panggung membawakan lagu “When I Was You Man”dari Bruno Mars.

20160116_150324.jpg

Fara membawakan lagu We found Love dari Rihanna.

Lalu peserta berikutnya adalah Fara yang sangat percaya diri menyanyikan lagu “We Found Love” dari Rihanna ¬†sambil memainkan gitarnya.

20160116_151217.jpg

Reginia Sarah membawakan lagu “Same Old Love” dari Selena Gomez.

Finalis yang tampil di urutan¬† yang keempat adalah Reginia Sarah ¬†yang membawakan lagu “Same Old Love “dari Selena Gomez. Sarah tampil sangat memukau dan menguasai panggung dengan baik.

20160116_151722.jpg

finalis Siti Ramadhanty dengan lagu Mantan Terindah dari Kahitna.

Dan finalis  terakhir yang tampil adalah Siti Ramadhanty  dengan lagu Mantan Terindah dari Kahitna.

Acaranya seru banget dan tentunya menegangkan bagi para finalis.

image

Dan setelah mempertimbangkan mix dari kemampuan olah vokal, kreativitas, penampilan dan tingkat kepercayaan drii, maka dewan juri yang terdiri dari pihak brand Izzi, majalah Kawanku dan  Sony Music menetapkan  Cecil sebagai Juara I berhak mengantongi hadiah uang sebesar 10 juta rupiah plus produk dari Izzi, disusul oleh  Fara sebagai juara ke 2 dengan hadiah uang sebesar 7.5 juta rupiah plus produk Izzi, dan juara ke tiga adalah Tirtania dengan hadiah uang sebesar 5 juta rupiah plus produk Izzi.  Selain itu, Cecil sebagai pemenang pertama berhak tampil duet dengan group band yang lagi naik daun TheOvertunes. Wah..benar-benar luarbiasa.

image

Para penonton yang kebanyakan adalah para emaja puteri tampak sangat bersemangat dan histeris ketika bisa menyaksikan secara langsung group band kesayangan mereka yang personelnya terdiri atas Mika Angelo, Mada Emmanuelle dan Reuben Nathaniel.

image

TheOvertunes membawakan beberapa lagu,termasuk diantaranya “Sayap Pelindungmu” yang sudah ditunggu-tunggu oleh penggemarnya.
image

Selain acara di panggung, tersedia juga produk fragrance dari Izzi dalam berbagai format dan variants yang bisa didapatkan oleh pengunjung dari counter penjualan Izzi.

Semoga semakin banyak lagi remaja puteri Indonesia yang berani menunjukkan bakatnya di bidang musik di tahun-tahun ke depannya.

 

 

Musik Dan Perkembangan Jiwa Anak-Anak.

Standard

HomeConcertBermain musik!. Adalah salah satu bentuk berkesenian yang tidak saya kuasai.  Walaupun demikian, saya sangat menyukai musik. Apapun jenisnya.Mulai dari yang traditional hingga modern. Mulai dari gamelan, hingga alat musik asing.  Dan saya selalu kagum kepada orang yang jago bermain musik. Karena menurut saya mereka adalah orang-orang yang mampu menghayati dan mengamalkan keharmonisan dengan sangat baik. Saya tak habis pikir. Bagaimana ya caranya orang bisa berkonsentrasi dengan nada suara di dalam alat musik yang digunakannya sendiri agar tidak bertabrakan panjang pendek, cepat lambat ataupun tinggi rendahnya. Belum lagi harus menyeimbangkan keharmonisan dengan nada suara alat musik lain. Atau bahkan menyesuaikan dengan suara sang penyanyi jika ada. Repot, bukan?

Oleh karena ketidak mampuan saya bermain musik, maka saya mendorong anak-anak saya bermain musik. Agar tidak sama dengan emaknya yang cuma tahu dung dang ding dong deng Рtangga nada dalam musik traditional Bali Рsejenis do re mi fa sol. Pada awalnya saya membawa anak-anak saya ke sekolah musik yang ada di Bintaro. Anak saya yang besar memutuskan untuk belajar Violin, sementara yang kecil belajar piano.   Namun karena satu hal, saya kemudian memuuskan untuk melanjutkan pendidikan musik bagi anak saya di tempat kursus  yang lebih private, dimana gurunya mempunyai waktu yang lebih banyak untuk membimbing anak-anak.

Di tempat baru ini kedua anak saya mengambil kelas piano classic. Baru kelas persiapan dan grade 1. Masih jauh sekali ya hingga bisa menjadi pemusik yang pro? Tidak apa-apa.  Kalau ingin menjadi yang pro tentu harus sabar dan tekun belajar dari mulai yang mudah dan sederhana terlebih dahulu. Kalau terus berlatih dengan tekun tentu suatu saat bisa menjadi pro juga. Saya cukup senang anak-anak saya menyukai apa yang ia pelajari.  Selain itu di sekolahnya, anak saya yang kecil juga belajar Gamelan Jawa. Saya mendorongnya untuk mempelajari musik traditional juga. Home concert

Beberapa hari yang lalu mereka ikut Home Concert yang diselenggarakan oleh tempat kursusnya yang dihadiri sekitar 30-an penoton. Ada sekitar 17 peserta yang menampilkan Solo, selain ada juga performance gabungan. Anak saya yang kecil membawakan “Long Long Ago” karya komposer Inggris,¬† Thomas Haynes Bayly. Sementara anak saya yang besar, untuk penampilan piano classic¬† solo-nya ia membawakan dua buah lagu, dua-duanya karya Ludwig van Beethoven, komposer dan pianis Jerman. Lagu pertamanya adalah Alegro in G, dan yang kedua adalah¬† Fur Elise. Selain itu ia juga melakukan performance gabungan bersama seorang guru. Saya sangat senang melihat penampilan anak-anak saya. Rasanya tidak sia-sia mendorongnya untuk belajar.

Jadi teringat kembali masa-masa dimana ia baru saja mencoba menggunakan alat musiknya yang saya belikan untuk pertama kali dengan suara yang belepotan dan amburadul. Ngak ngik ngok. Tak terasa sekarang mereka telah mulai besar dan mulai lebih terlatih…

belajar musik

Mengapa bagi saya musik menjadi sedemikian pentingnya untuk anak-anak?

Musik  yang bagus memberikan keteduhan jiwa bagi siapapun pendengarnya. Mendorong anak-anak untuk mendengarkan musik atau bermain musik, sama dengan mendorongnya menuju ke keteduhan jiwa dan mental yang damai.

Belajar musik juga memberikan kesempatan kepada anak untuk memahami dengan lebih mudah akan pentingnya harmony dalam setiap langkah kehidupannya. Anak-anak akan menjadi lebih peka bahwa untuk membuat dirinya harmony, ia harus mengatur beberapa hal dengan baik secara internal, dan sekaligus bisa paham bahwa ia pun perlu menyelaraskan diri dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya.

Musik juga membantu anak dalam mengasah “rasa”. Mengatur tempo,tekanan dan nada. Dan juga menjadi obat mujarab untuk mengobati kebosanan.

Yuk kita dorong anak-anak untuk belajar bermain musik – apapun jenisnya!.