Tag Archives: Needle Works

Menyulam Bantal Kursi

Standard

Mendandani perabotan rumah dengan karya tangan sendiri sungguh menyenangkan. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah menyulam Bantal Kursi. Dibandingkan dengan merenda atau merajut, menyulam sebenarnya merupakan pekerjaan yang lebih ringan, karena kita tidak harus menyulam seluruh permukaan kain. Cukup bagian yang kita mau dengan pola dan gambar yang kita sukai. Bentuk, ukuran dan warna sesuka-suka kita.

Bahannya cukup sepotong kain polos (warna , jenis & ukuran terserah namun sesuaikan dengan ukuran bantal kursi kita). Saya lebih memilih  bahan blacu yang murah meriah dan kuat dengan warna putih kotor. Menurut saya warnanya klasik, menarik dan berkesan etnik. Di atas ini kita bisa menggambar pola dengan pensil. Bila kita tidak yakin gambar pensil kita  cukup baik, sketsa pola bisa digambar terlebih dahulu di atas kertas, lalu ditimpakan ke kain dengan menggunakan kertas karbon. Saya menggambar kumpulan bunga warna warni yang sederhana.  Setelah gambar siap, lalu saya siapkan benang warna warni, jarum dan pemidangan. Semuanya bisa didapatkan dengan mudah di toko benang. Saya sulam satu persatu bunga, tangkai dan daunnya dan dalam waktu kurang dari setengah hari keseluruhan sulamanpun jadi. Tinggal menjahit bagian belakang dan restluiting maka bantal kursi yang baru siap dipasang.

White Lace Crochet..

Standard

Renda dari benang putih selalu terlihat cantik, anggun dan abadi sepanjang jaman.  Renda putih ini sudah kita temukan ada sejak kita lahir di rumah orang tua/nenek kita, dikerjakan pada waktu senggang sambil menjaga anak atau mengisi ketenangan sore hari.  Merenda merupakan pelajaran ketrampilan yang saya pelajari saat di bangku Sekolah Dasar, di Bangli, Bali – yang pada saat itu saya tak pernah menyangka akan tetap bisa ingat cara membuatnya hingga kini.  Betapa tidak, saat itu guru saya mengajarkan langkah demi langkah secara lisan sambil memberikan contoh sekait dua kait dan sama sekali tanpa menggunakan pola yang bisa kita lihat dalam gambar, lalu meminta murid-muridnya mengulangi langkah langkah berikutnya dengan hanya menggunakan logika matematika sederhana.  Menambah 1 rantai pendek, menambah rantai panjang penuh, mengosongkan, dsb. Jadi design itu semuanya ada dalam kepala kita dan guru kita. Tidak ada blue-printnya sama sekali. Tapi semuanya itu sangat menyenangkan dan sangat berguna, karena dengan demikian tanpa kita sadari kita diajarkan untuk mendesign renda secara kreatif dalam benak kita. Kita jadi bisa membayangkan sebuah bentuk renda sebelum renda itu benar-benar tercipta. Kadang kadang kita baru memikirkan designnya sambil jalan, saat lingkaran atau baris pertama renda sudah dibuat dan  atau membiarkan pola terbentuk otomatis secara natural melalui jari kita tanpa intervensi otak.

Belakangan, setelah saya tinggal di Jakarta dengan mudah saya bisa mendapatkan pola-pola renda dari buku-buku kewanitaan yang banyak tersebar di toko-toko buku. Namun demikian, saya tetap lebih menyukai renda yang terbuat dari benang putih yang klasik dan anggun.

Hand Made Mini Animal Toys – Ready for a big hug!

Gallery