Tag Archives: Padang Rumput

Kupu-Kupu Penghuni Padang Rumput Bintaro I.

Standard

InsectsSeperti halnya wilayah lain yang sedang mengalami pembangunan,  Bintaro dan sekitarnya juga mengalami perubahan yang sangat pesat.  Cluster-cluster  perumahan bermunculan di sana-sini menggantikan lahan-lahan  yang dulunya merupakan tanah ataupun rumah penduduk setempat. Tentu saja saya tidak akan membahas mengenai masalah pembangunan di sini.

Karena saya adalah seorang pengagum keindahan alam, maka  saya akan bercerita tentang keindahan padang rumput  Bintaro. Hah?!? Bintaro memiliki padang rumput? Saya terbayang para sahabat pembaca tentu akan bertanya-tanya sejak kapan Bintaro mempunyai Padang Rumput?  Yap! Bintaro memiliki beberapa padang rumput kecil-kecil yang sifatnya sementara.  Terbentuk dari lahan-lahan penduduk yang sudah dibebaskan, tapi mungkin sudah diratakan, namun belum dibangun.  Beberapa ada juga yang belum diratakan. Jadi nanti, ketika lahan ini sudah dibangun menjadi  pertokoan, perkantoran maupun perumahan,  tentunya tak bisa lagi kita sebut sebagai padang rumput.

Jadi sebelum dibangun, saya suka melihat-lihat padang rumput ini dan menikmati bunga-bunga liar yang indah serta berbagai insekta yang terbang mencari makan ataupun hanya sekedar bermain-main di sana.

Saya mencatat jenis-jenis kupu-kupu yang ada dan sangat suka menuliskannya, sebagai catatan saya tentang  species yang pernah exist di wilayah ini di tahun 2013.

Junonia jingga.1.  Kupu- Kupu Junonia Jingga.

Kupu-kupu ini disebut juga dengan Kupu-kupu Merak Jingga, Peacock Pansy Butterfly (Junonia almana). Mengidentifikasi Kupu-kupu berukuran sedang ini tentu cukup mudah. Warna keseluruhan tampak atasnya yang jelas adalah orange (jingga) yang sangat terang.   memiliki masing-masing sebuah bulatan mirip mata di sayap depannya. Dan dua bulatan mata – satu besar dan satu kecil pada sayap belakangnya.

Mata yang besar di sayap belakang,  berwarna coklat bergradasi hitam dengan dikelilingi cincin  putih dan hitam yang mebuatnya terlihat sangat mengesankan. Selain bulatan mirip mata, sayap depan kupu-kupu ini memiliki design berupa 3 blok  tebal dan 2 garis tipis yang bergelombang berwarna coklat gelap.  Diluar itu, di tepian sayapnya, baik yang  depan maupun belakang memiliki  3 baris garis yang membentuk renda  berwarna coklat.

Kupu-kupu ini hobbynya terbang rendah di atas bunga-bunga rumput. Berhenti dengan mengembangkan sayapnya dengan cukup sempurna.  Ia senang mampir di bunga rumput pukul  delapan, bunga kacang-kacangan, puteri malu, maupun jenis bunga  rumput lainnya.

Tubuhnya sendiri berwarna coklat.

Kupu-kupu ini termasuk berukuran sedang, sekitar 4-5 cm jika sayapnya kita bentangkan.

2. Kupu-Kupu Junonia Biru.

Junonia BiruKupu-kupu berwarna biru ini masih sekeluarga dengan Kupu-Kupu Merak Jingga. Sering juga disebut dengan Kupu-Kupu Mata Biru , Blue Buckeye Butterfly, Blue Pansy  Butterly (Junonia orithya).  Sangat serupa dengan saudaranya Junonia almana, sepintas lalu Kupu-kupu ini terlihat didominasi oleh warna biru.

Tampak atas sayap depan kupu-kupu ini  berwarna hitam pangkalnya dengan ujung berwarna krem yang terang. Dihiasi dengan dua bulatan berwarna jingga dengan inti hitam mirip mata. Pinggir sayapnya dihiasi dengan 3 baris garis berwarna coklat  gelap.  Di dekat pangkal sayapnya terdapat dua goresan berwana jingga.

Sayap belakang kupu-kupu ini didominasi warna biru (kadang ungu) dengan usapan warna hitam pada pangkalnya. Ada dua bulatan masingmasing pada sayap belakang kiri dan kanannya. Satu bulatan penuh berwarna hitam. Dan satu bulatan lagi berwarna jingga dilapis hitam, dengan iti berwarna hitam dan putih. benar-benar mirip mata.

Bagian bawah sayapnya didominasi warna krem dengan corak berawna coklat pucat. Tubuhnya berwarna hitam.

Sama seperti saudaranya di atas, kupu-kupu ini juga sangat suka terbang rendah dan hinggap di bunga-bunga rerumputan.  Ia bahkan terkadang hinggap di atas rumput atau di tanah.

Ukurannya kurang lebih sama dengan yang jingga.  Walaupun sbeberapa kali saya  pernah juga melihat yang berukuran kerdil.

3. Kupu-Kupu Junonia Coklat.

Kupu Kupu Junonia CoklatKupu-kupu berwana coklat ini sudah pasti berkeluarga dengan dua Kupu-Kupu  merak di atas. Sering disebut dengan Common Buckeye Butterfly atau  Junonia coenia, karena memang paling banyak dijumpai di mana-mana.

Jika kita lihat dari atas dimana kupu-kupu ini membentangkan sayapnya lebar-lebar, maka yang kita tangkap adalah warna colat dengan ujung berwarna krem dan delapan  buah mata yang mencolok. Setiap sayap memiliki bulatan mata masing-masing dua buah. Lumayan banyak untuk menakut-nakuti musuh yang hendak menyerang.

Jika kita perhatikan sayap depanya – sangat serupa dengan Kupu-Kupu Junonia biru, hanya saja pangkalnya berwarna coklat dan bukan hitam.  Bulatan matanya juga serupa dan ada dua, hanya saja pada Kupu-Kupu ini, bulatan mata terlihat lebih sempurna. Dua goresan warna jingga juga menghiasi bagian depan daris ayap depan kupu-kupu ini. Dan tiga baris garis yang serupa juga dimilikinya di ujung sayap.

Sayap belakangnya juga demikian. Pangkalnya didominasi warna coklat dan memudar ke arah krem di ujungnya yang memiliki 3 baris garis. Lalu ada dua bulatan mata di masing-masing sayapnya yang sangat jelas. Tubuhnya berwarna hiatm kelabu.

Ukurannya sama dengan ke dua saudaranya di atas.

 

Hamparan Karpet Alam Penuh Bunga Morning Glory Liar.

Standard

Bagi yang senang berjalan-jalan di alam bebas, tentu sering menemukan bunga-bunga liar yang cantik rupawan bermekaran. Anehnya, banyak dari tanaman berbunga indah itu tampak subur, padahal tidak ada orang yang merawatnya. Salah satu dari tanaman hias yang sering kita jumpai berbunga banyak adalah tanaman rambat Morning Glory liar yang membuat lahan terlihat seperti karpet penuh dekorasi bunga. Read the rest of this entry

Zepyranthes, Si Lily Hujan Nan Jelita, Penghias Padang Rumput

Standard

Ketika kecil , setiap hari Minggu saya paling suka menonton  film seri ‘Little House On The Prairie’ yang mengisahkan kehidupan Laura Ingals Wilder, tokoh yang sangat menarik hati saya. Hingga berpuluh puluh tahun kemudian saya masih terbayang suasana padang rumput yang digambarkan dalam film itu berikut sound tracknya. Entah kenapa, gambaran rumput yang luas terhampar  dengan bunga bunga liar kecil di latar depan  selalu terbayang di angan saya.  Bunga kecil dan  rumput yang terhampar! Sungguh dua hal yang sangat memukau.

Saat ini, dengan kondisi halaman rumah yang tidak seberapa luas, saya masih tetap mengangankan keindahan hamparan rumput dengan bunga-bunga kecil yang bermekaran. Maka Zepyranthes, atau yang di kenal dengan nama Lily Hujan kemudian menjadi pilihan favorit saya untuk di tanam di halaman. Anehnya, setiap kali memandang bunga ini dan hamparan rumput di sebelahnya, saya sering teringat akan film Little House On The Prairie itu.. walaupun jelas-jelas yang digambarkan di sana adalah bunga kecil liar padang rumput.

Zepyranthes, yang kita temukan beredar di pasaran bunga di Indonesia umumnya berwarna pink dan putih. Ada juga yang berwarna kuning. Belakangan ini, ada juga saya lihat jenis yang berbunga sedikit lebih besar (pink) ikut beredar.

Zepyranthes ini merupakan salah satu tanaman hias jenis umbi dari keluarga bawang-bawangan yang sangat mudah ditanam dan tergolong sangat rajin berbunga asalkan memenuhi dua sarat utama: cukup air dan cukup sinar matahari. Saya sangat menyukai bunganya yang putih. Tampak anggun, putih besih seperti bintang kejora yang menyembul diantara daunnya yang hijau bersih.

Menanam Zepyranthes sangat mudah. Cukup dengan memecah anakan umbi/ memisahkan dari umbi induknya dan kemudian ditanam di tanah yang digali dangkal.  Gunting daun lily hujan untuk mengurangi tampilan yang kurang indah karena daunnya yang langsing panjang  cenderung rebah saat baru ditanam. Beberapa saat kemudian kita akan kita lihat tanaman ini segera berdaun kembali dan berbunga. Kecil-kecil dan sangat indah. Apalagi saat musim hujan. Bunganya biasanya bertambah banyak . Mm… mungkin itu sebabnya, mengapa si jelita ini disebut Lily Hujan.