Tag Archives: patung

Jogjakarta: Patung Penari Bedhaya

Standard

Jogjakarta! Kota itu selalu menarik hati saya. Walaupun saya besar di Bali dan tinggal di Jakarta. Walaupun saya  belum pernah tinggal di sana dan menjadi warganya, namun karena saya telah beberapa kali mengunjunginya dan selalu menemukan sesuatu yang unik dan menarik untuk dipotret dan diceritakan, maka rasanya saya sama jatuh cintanya dengan penduduk aslinya terhadap kota itu. Nah lho!.

Bagi saya kota itu, selalu bisa menjadi etalase Indonesia bagi pengunjung luar yang ingin tahu tentang Indonesia. Terlebih-lebih jika ada yang ingin melihat ‘art’ dan ‘culture’ dari Indonesia.  Di sanalah kita bisa melihat batik, di sana juga kita bisa melihat Wayang, melihat keramik, melihat topeng, melihat lukisan, melihat tukang becak, melihat jamu, melihat segala macam yang berjudul Jawa dan tentunya …Indonesia.

Kali ini saya hanya ingin mengupload foto  patung penari Bedhaya yang sangat indah yang saya temukan di sebuah hotel di Jogjakarta. Sangat indah dan sangat menarik. Tentu saja sebelumnya saya sudah minta ijin telebih dahulu kepada petugas,  sebelum saya memotretnya.  Entah siapa senimannya. Namun patung yang menceritakan tentang penari sebuah tarian sakral yang biasanya hanya ditarikan di Keraton Jogjakarta ini terasa begitu memukau.   Seperti disebutkan oleh beberapa sumber, bahwa tari Bedhaya adalah tarian tradisional Jawa yang menceritakan tentang keindahan gerak-gerik Nyi Roro Kidul, Ratu Pantai Selatan yang diceritakan memiliki hubungan khusus dengan Sultan Jogjakarta. Umumnya ditarikan oleh 7 atau 9 orang penari.  Memandang patung-patung ini  seolah kita bisa membayangkan betapa luwesnya gerakan penarinya yang lemah gemulai.  Betapa halus dan teduhnya musik Jawa yang mengiringinya. Saya bisa membayangkan suasana Keraton. Saya bisa membayangkan Jawa dan Indonesia di dalamnya.

Hormat  bagi senimannya. Dan hormat juga kepada pihak hotel yang selalu setia memperkenalkan tentang budayanya kepada setiap pengunjung.

Yuk, kita mampir ke Jogja!.

Keraton Surakarta Hadiningrat: Benda-Benda Seni Hadiah Para Sahabat.

Standard

Persahabatan! Sebuah kata yang sangat menyenangkan. Sangat  menarik buat siapa saja yang mendengarkannya. Karena setiap orang membutuhkan sahabat. Demikian juga sebuah kesunanan.

Itulah yang saya lihat,  juga tercermin sangat kuat dari sisa sisa peninggalan masa lalu Kesunanan Surakarta  yang sempat saya kunjungi  Sabtu yang lalu. Kesunanan ini rupanya telah mengadakan hubungan diplomatik dan persahabatan yang sangat kuat dengan berbagai negara atau kerajaan lain baik di manca negara maupun di wilayah nusantara. Terlihat dari banyaknya benda-benda seni yang bertebaran di areal istana yang dibuka untuk umum.  Mulai dari patung-patung Yunani yang sangat artistik,  lampu ballroom yang meriah,  vas metal dan penyangganya, pot-pot keramik China yang indah, kursi kayu berukir  dan sebagainya.  Sebagian kecil diantaranya saya sempat ambil gambarnya. Read the rest of this entry

Gajah Yang Gadingnya Cacat Sebelah.

Standard

Ketika saya  pulang kampung, saya melihat adik saya sedang  merenovasi bagian depan rumah kami. Walau yang dirombak cuma sedikit, namun tak ayal membuat rumah yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan. Penuh bahan bangunan dan debu. Saat itulah saya sempat mendongak  ke langit- langit bangunan Bale Gede peninggalan ayah saya. Bale Gede adalah bangunan traditional Bali yang memiliki saka (tiang penyangga) sebanyak 12 buah, berfungsi untuk melakukan persiapan berbagai upacara, menerima tamu maupun aktifitas harian lainnya. Read the rest of this entry