Tag Archives: Pembangunan Jaya

Menonton Drama Musikal “Kita Indonesia Milenial”.

Standard

Sabtu kemarin, saya berkesempatan hadir dalam pagelaran drama musik yang diselenggarakan sekolah Pembangunan Jaya. Mengambil tempat di Gedung Teater Global Jaya, pagelaran kolosal yang melibatkan siswa siswi Pembangunan Jaya dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA ini terlihat cukup grande.

Menurut pihak penyelenggara, ide datang dari fakta bahwa saat ini sekolah TK, SD, SMP dan SMA Pembangunan Jaya letaknya di lokasi yang terpisah pisah. Masing masing melakukan aktifitas sendiri sendiri. Bagaimana kalau sekali- sekali diadakan pentas gabungan ?. Hmm… ide yang menarik juga. Dan thema milenial yang diambil juga sangat menarik dan berlatar situasi yang dihadapi bangsa kita saat ini, yakni tentang ke-Bhineka Tunggal Ika -an. Rupanya Pembangunan Jaya ingin memperlihatkan peran dan partisipasi dalam memperat persatuan dan kesatuan bangsa lewat drama musikal ini.

Alur cerita.

Drama bercerita tentang anak perempuan yatim piatu bernama Putu Dini, berasal dari desa Penglipuran di Bali. Karena kedua orang tuanya sudah tiada, Putu lalu berangkat ke Jakarta untuk tinggal bersama Om dan Tantenya dan pindah belajar ke sekolah di SMA Pembangunan Jaya.

Di masa awal masuk sekolah, Putu mengalami beberapa masalah karena dibully oleh Gangs sekolah yang bandel dan suka bolos pelajaran. Ketika ibu guru memperkenalkannya sebagai anak baru, Putu diminta menari. Putupun menari Bali. Tetapi Gangs sekolah yang merasa lebih jago nge-dance mengatakan tari traditional seperti itu sudah tidak jaman lagi. Merekapun menunjukkan dance yang lebih modern yang lebih kekinian. Putu diejek sebagai kampungan.

Juga preman yang banyak berkeliaran suka memalak dan merampas hape yang baru saja diberikan oleh tantenya.

Hal ini membuat Putu merasa sangat sedih. Ia merasa ibu kota sangat jahat padanya. Dan ia rindu ingin pulang ke kampung halamannya yang tentram dan damai. Di sini kedamaian kampung Indonesia digambarkan apik dengan berbagai tarian daerah.

Tapi dengan berjalannya waktu, Putu akhirnya bertemu dengan teman teman yang mau menerimanya dengan baik dan mengajaknya ikut aktif dalam kegiatan ekskul nge-dance. Saat itu kebetulan sedang ada Pembangunan Jaya Dance Battle.

Beberapa group dance tampil. Termasuk gangs yang membully Putu sebelumnya.

Mereka semua bagus -bagus.

Nah…terakhir tampillah Putu dan groupnya. Mereka datang dengan Dance baru yang merupakan kombinasi Traditional Bali dance dengan tarian modern.

Ternyata tari baru ini bukan saja bagus dan penuh energi, tetapi juga mampu menunjukkan bahwa tarian Traditional pun bisa menjadi sangat bagus dan harmonis disandingkan dengan tarian modern. Team Putu menang.

Semuanya memberikan applaus dan selamat. Termasuk teman-teman yang sebelumnya membully Putu. Semuanya menerima Putu dengan baik.

Di akhir cerita, Putu dan teman-temannya saling berbagi pendapat bahwa kita semua adalah Bangsa Indonesia yang satu, tanpa harus membesar-besarkan perbedaan ras, suku ataupun agama yang dianut. Bhineka Tunggal Ika.

Overall alur cerita sangat menarik. Masing -masing anak juga menjalankan peranannya dengan baik. Dan pesan moral yang disampaikan untuk lebih mencintai budaya kita sendiri tersampaikan dengan sangat baik.

Musik dan Lagu.

Yang membuat drama ini menjadi semakin menarik adalah musik dan lagu yang digarap dengan serius. Tidak tanggung tanggung, minimal ada 3 group yang mensupport drama musikal ini.

Pertama adalah group musik traditional Bali yang berlokasi di sudut kanan penonton. Walaupun hanya terdiri atas beberapa gangsa, tapi musik ini diperlukan untuk mendukung adegan terutama saat pembukaan.

Kedua , di sebelah kiri penonton adalah Pembangunan Jaya music assembly yang mendukung banyak adegan dari drama musik itu.

Dan ke tiga, berdiri berjajar di kiri depan panggung adalah group paduan suara yang menghasilkan kwalitas lagu ysng baik dan indah.

Di luar itu drama music ini masih dilengkapi dengan permainan drum dan alat music bambu yang dimainkan anak anak.

Kombinasi permainan music dan lagu lagu ini membuat keseluruhan drama musikal ini menjadi lebih terlihat keren.

Tata gerak dan koreografi.

Gerak dan koregrafi drama musik ini juga terlihat cukup apik. Walaupun di sana sini juga sedikit berantakan, tapi saya tetap ingin ngasih jempol. Mengingat bahwa sangatlah tidak mudah mengelola ruang dan tata gerak para pemain yang jumlahnya sangat banyak, apalagi sebagian darinya adalah anak-anak TK dan SD yang tentunya sulit diatur. Tapi justru di situ letak kelucuannya yang alami, yang mengundang tawa dan senyum penonton. Yang penting di sini adalah bagaimana membuat anak-anak berani tampil di panggung.

Di luar itu masih ada lagi tata cahaya, permainan laser dan backstage display yang merupakan elemen penting untuk membuat keseluruhan pagelaran menjadi semakin hidup dan wah.

Begitulah pengamatan saya terhadap pagelaran kolosal ini. Semuanya berjalan dengan sangat bagus. Anak anak sangat percaya diri dan bangga dengan apa yang mereka lakukan.

Walaupun ada beberapa kekurangan kecil, tetapi tidaklah banyak. Seperti misalnya jika dilihat dari aspek Marketing, (Brand Imagery Building) – saya pikir jika dalam drama ditunjukkan figur ibu guru yang lebih serius dan tidak terkesan sangat sering meninggalkan kelas gara gara rapat (sampai murid sangat hapal alasannya: Raaapaaaat!!!), tentu citra sekolah Pembangunan Jaya akan berhasil dibangun dengan lebih baik.

Juga saat ketua murid membacakan pengumuman, mengapa semua murid harus membolos?. Karena adegan ini justru membuat kening penonton (orang tua murid) jadi berkerut. Saya pikir dengan adegan membully anak baru oleh beberapa anak nakal saat guru tidak ada, sebenarnya sudah cukup untuk membangun konteks. Nggak usah ditambahin.

Juga ada adegan saat menjelang battle dance tiba tiba serombongan ibu ibu ke sekolah, sehingga memicu keributan kecil yang memaksa sang pembawa acara harus meminta maaf kepada ibu ibu itu. Mungkin adegan ini sengaja diselipkan sebagai twist, untuk membangun kejenakaan tetapi treatment nya agak kurang pas. Sehingga dari unsur pendidikan terasa agak mengganggu.

Tapi …terlepas dari sedikit area yang sebetulnya masih bisa dibangun dengan lebih baik itu, secara keseluruhan pagelaran ini layak diacungi jempol yang banyak. Salut pada Pembangunan Jaya yang telah berusaha membangun kesadaran tentang kebhinekaan bangsa kita lewat drama musikal.

Salam sukses dari saya, untuk perguruan Pembangunan Jaya!.

Advertisements