Tag Archives: Peribahasa

Kisah Buku Agenda Baru: Hangat-Hangat Tahi Ayam.

Standard

Andani-Buku AgendaPernah suatu kali saya sedang duduk di studio menunggu pengerjaan sebuah iklan. Tidak ada yang bisa kami lakukan selain menunggu sang operator merampungkan pekerjaannya untuk kami komentari berikutnya. Karena prosesnya cukup panjang maka saya dan teman-teman memutuskan untuk mengisi waktu luang dengan mendiskusikan project yang lain saja. Daripada bengong. Maka kami pun menarik kursi dan merapat ke sebuah meja panjang. Seorang rekan kelihatan mengeluarkan buku catatannya (buku agenda), untuk mencatat hasil diskusi kami yang akan dijadikan patokan untuk melanjutkan pekerjaan berikutnya. Saya sempat melirik sebentar ke buku agenda yang cantik itu. Read the rest of this entry

I Belog Pergi Ke Kuta.

Standard

Andani-Kuta BaliKuta! Di Bali!. Nama itu mungkin sudah tidak asing lagi bagi banyak orang. Banyak orang ingin pergi ke Kuta. Para pelancong dari luar negeri, juga dari tempat lain di Indonesia. Terutama pelancong dari Australia dan Jakarta, entah kenapa lebih memilih tinggal di Kuta ketimbang tempat-tempat lain di Bali. Intinya Kuta penuh wisatawan. Oleh karenanya tempat itu penuh dengan Hotels, Restaurants, Money Changers,  Toko-toko Cinderamata dan lain sebagainya. Read the rest of this entry

Berharap Guntur Di Langit, Air Di Tempayan Dicurahkan

Standard

Seorang teman  menelpon saya dan berkeluh kesah tentang betapa susahnya mencari karyawan berkwalitas dengan budget yang terbatas. “Banyak yang baru masuk. Sudah mahal, performancenya juga amburadul” Katanya berapi-api. “Tahu gitu, gue pertahanin yang lama. Gue kasih gajinya naik 2 x lipat aja, tetap gajinya lebih kecil dari pada yang baru ini. Tapi kwalitasnya jauh lebih bagus”. Lanjutnya lagi sembari menyesali apa yang telah terjadi. Saya mendengarkan dari seberang telpon. Tidak tahu, apakah ini memang kenyataan yang persis apa adanya ia hadapi, ataukah ia sedikit meng-exagerate pernyataannya untuk mempertajam poinnya dia. Read the rest of this entry