Tag Archives: Red Eared Terrapin

Cerita Tentang Kura-Kura Kami.

Standard

Kura Kura kamiSudah lama saya tidak bercerita tentang Kura-Kura di kolam saya yang kecil. Dua tahun yang lalu saya sempat bercerita bahwa keluarga saya memelihara 3 ekor kura-kura Telinga merah (Red Eared Terrapin) yang bernama Galapago, Cicilia dan Newbie di sini dan di sini. Galapago dan Cicilia adalah dua ekor betina penghuni kolam  sejak lama.  Sementara Newbie adalah kura-kura jantan yang pada saat itu merupakan pendatang baru. Anak saya mendapatkannya dari tukang sayur yang lewat.  Katanya ia tidak mempunyai kolam. Akhirnya anak saya setuju untuk menerima kura-kura itu. Sayangnya sekitar tahun yang lalu  si Newbie hilang entah kemana. Kami coba menelusuri got di perumahan namun tak berhasil kami temukan. Barangkali ia berjalan sudah terlalu jauh. Saya tidak tahu apakah ia bisa survive di alam? Atau ia di sungai yang airnya kelam oleh polusi? Seekor anjing atau musang telah memangsanya? Atau seseorang sudah menangkapnya? Saya tak bisa melanjutkan pikiran buruk saya. Tapi kenyataannya Newbie memang telah hilang.

Tak berapa lama, seorang penduduk sekitar menawarkan seekor kura-kura lagi. Badannya tidak jauh ukurannya dengan Newbie, tapi ini kura-kura betina. Alasannya kurang lebih sama. Tak sanggup memelihara dan merawatnya. Serta tidak mempunyai kolam. Memelihara kura-kura bukan saja perlu memiliki waktu luang dan uang untuk membiayai makanannya, namun juga perlu effort dan kesabaran yang tinggi.Menyikat kolam untuk memastikan air kolam selalu dalam keadaan bersih dan mengalir serta tidak tercemar kuman yang membahayakan.  Akhirnya anak saya menerimanya. Pada kenyataannya walaupun yang menerima kura-kura itu anak saya, namun yang sebenarnya merawat para Kura-kura itu adalah suami saya. Atau kadang kadang meminta tolong orang lain untuk membantu membersihkan kolam.

Begitulah akhirnya si Kura-kura baru ini menjadi anggota keluarga sejak sekitar tahun yang lalu. Kami tak mempunyai nama khusus untuknya. Oleh karena itu sebut saja si Newbie B, untuk meneruskan nama si Newbie yang sebelumnya. Suami saya adalah orang yang paling telaten dalam mengurus Kura-Kura ini. Walaupun demikian, tentu saja ada saat-saat kami terlalu sibuk dan tak mempunyai cukup waktu untuk merawat Kura-kura dengan baik. Lalu musibah datang tanpa bisa ditolak.

Mata Kura-Kura yang sakit

Mata Kura-Kura yang sakit

Pada suatu malam,sepulang kerja suami saya bercerita kepada saya bahwa ia menemukan si Newbie B sakit. Lemas tak bisa makan dan matanya bengkak dan buta. Saya lalu melihat kura-kura itu sebentar dan berkata kepada suami saya bahwa kemungkinan matanya bengkak karena  ada infeksi bakteri. Karena penglihatannya terganggu, tentunya tidak bisa melihat makanannya dengan jelas. Karena tidak bisa melihat makanan dengan jelas, tentu ia tidak makan. Karena tidak makan, ya tentu saja tubuhnya lemas.  Penanganan pertama tentu harus membersihkan,menyikat dan mengganti air kolam dan memastikan alirannya dengan baik. Jika diperlukan diobati dengan antibiotik.Mata Kura-Kura yang sehat

Mata kura-kura yang sehat

Eok harinya, suami saya dengan semangat membersihkan kolam dan mengganti airnya dengan yang baru. Lalu ia membantu mengangkat si Newbie B dan meletakkannya di atas dinding kolam serta menjemurnya di bawah matahari. Ia membantu kura-kura itu  makan dengan cara menyuapkan makanannya yang kecil-kecil (pelet ikan)  ke mulutnya. Iapun bercerita bahwa setelah mendapat perlakuan itu si Newbie B kelihatan sedikit membaik. Tidak selemas hari kemarinnya. Esok harinya suami saya melakukan hal yang sama. Membantu kura-kura itu makan dengan menyuapkan makanannya satu per satu.  Demikian terus selama beberapa hari. Setelah tubuh si Newbie B semakin menguat, maka ia hanya membantu mengarahkan  si Newbie B agar bergerak mendekati makanannya.  Makin lama makin terlatih hingga suatu saat kura-kura itupun bisa mencari makan sendiri tanpa dibantu lagi.

Sekarang saya berpikir, suami saya lebih berbakat menjadi dokter hewan ketimbang saya…

Mengajak Anak Untuk Memahami Anatomi Sederhana Kura-Kura.

Standard

Banyak sekali pertanyaan yang menggelitik seputar dunia hewan  ditanyakan oleh anak-anak kepada saya, ibunya. Mereka menyangka bahwa dokter hewan tahu semua urusan perbinatangan. Padahal tentu saja tidak. Saya mencoba menjelaskan, bahwa apa yang saya pelajari adalah mengenai penyakit hewan, diagnosa dan therapynya. Bukan segala urusan tetek bengek tentang hewan. Serupa dengan dokter manusia, apakah dokter manusia mampu menjawab semua tetek bengek urusan manusia? Tentu saja tidak. Demikian juga dokter hewan. Apalagi jumlah hewan beribu-ribu kali lebih banyak jenisnya dibanding manusia. Pasti lebih banyak yang tak terjawab daripada yang terjawab. Namun tetap saja mereka berharap mendapatkan jawaban yang memuaskan dari saya. Read the rest of this entry

Galapago, Sisilia & Newbie.

Standard
Galapago, Sisilia & Newbie.

Harmonious Life In A Little Pond.

 

Anak saya bercerita bahwa tukang sayur langganan memberikan seekor kura-kura untuk kami pelihara. Rupanya tukang sayur itu mendapatkan kura-kura namun tidak memiliki kolam. Karena kasihan dan merasa tak sanggup untuk memeliharanya, maka iapun menyerahkan kura-kura itu untuk kami pelihara. Gratis!.Wah! Anak saya sangat senang. Read the rest of this entry