Tag Archives: Resep

Sambal Bunga Kecicang Hutan.

Standard
Sambal Bunga Kecicang Hutan.

Saya mendapatkan sekuntum Bunga Kecicang pemberian seorang teman. Warnanya lebih merah dari biasanya. Aah… saya tahu ini jenis Kecicang Hutan. Karena yang umum dibudidayakan adalah yang berwarna lebih pink. Tapi rasanya sama saja. Kecicang dalam bahasa Bali = Kecombrang (Jawa), Honje (Sunda).

Karena Bunganya sudah mekar dan ukurannya cukup besar, saya menggunakan sebagian Kecicang ini untuk Sambal dan sebagian lagi untuk memasak Ayam Kecicang.

Untuk membuat Sambal Bunga Kecicang, kita cuci bersih Bunga Kecicang ini. Lalu lepaskan kelopak bunganya satu per satu. Sampai habis.

Iris Bawang Merah dan Cabe Rawit tipis tipis.

Tumis Bawang Merah, Cabe dan Terasi hingga harum. Lalu masukkan Bunga Kecicang. Aduk aduk sebentar.

Angkat dari penggorengan dan hidangkan dalam mangkok saji.

Advertisements

Resep Masakan: Cumi Masak Tinta.

Standard
Cumi Masak Tinta

Cumi Masak Tinta

Ide ini bermula dari pertanyaan anak saya yang besar “Mama, emang tinta cumi-cumi itu edible ya Ma?“. Saya yang sedang bekerja di depan komputer menoleh. “Ya!. Tinta cumi memang bisa dimakan” jawab saya. Rupanya ia sedang tertarik pada sebuah artikel tentang tinta cumi yang memiliki properti sebagai anti kanker dan penghambat pertumbuhan sel tumor. Selain itu tinta cumi juga mengandung komponen Dopamin,  sebuah neurotransmitter yang dikaitkan keberadaannya dengan perasaan bahagia.

Seperti apa rasanya?. Aku pengen nyoba” tanyanya. “Mmm…ya enak ya. Gurih gitu”. Cumi Masak Hitam alias Cumi Masak Tinta.  Saya memang belum pernah masak sendiri resep itu sebelumnya.  Tapi masakan itu pernah  cukup sering terhidang di atas meja makan di rumah dalam periode tertentu di masa lalu yang entah kapan. Dimasak oleh salah seorang Mbak pembantu rumah tangga yang saya juga tidak ingat siapa. Menurut saya sangat enak.

Saya mencoba mengingat-ingat siapa ya Mbak yang jago masak cumi. Tidak berhasil mengingat. Lalu saya coba menghubungi dua orang mantan Mbak prt di rumah saya, yang saya pikir memang jago masak. Sayangnya kedua-duanya mengatakan bukan. “Bukan saya Bu. Saya belum pernah masak cumi hitam. Apa nanti saya tanyakan resepnya dulu?” kata si Mbak menawarkan. Saya pikir beda koki akan beda rasa. Apalagi beda resep. Sudahlah.

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba membuat sendiri. Saya mau coba tumis biasa sajalah. Dan hasilnya ternyata enak juga lho. Anak-anak, terutama suami saya suka banget dengan masakan ini.

Barangkali ada yang mau ikut-ikut coba bikin, entah itu untuk lauk sehari-hari  atau barangkali buat buka puasa?

Pertama tentu dimulai dengan membeli dan menyiapkan bahan-bahannya dulu ya. Untuk itu saya pergi ke pasar. Saya membeli 1/2 kg cumi. Yang dipilih adalah cumi segar ukuran kecil/sedang yang tintanya belum dibersihkan. Lalu jeruk nipis untuk menghilangkan bau amis pada cumi. Bawang merah, bawang putih, cabe besar hijau, tomat hijau. Juga garam, daun salam secukupnya dan sedikit minyak kelapa untuk menumis.

Cara membuatnya:

1/. Bersihkan cumi dengan hanya membuang penyangga tubuhnya yang mirip plastik. Kantung tintanya jangan sampai pecah. Bilas dengan air bersih. Berikan perasan air jeruk nipis/lemon agar bau amisnya hilang.

2/. Iris tipis-tipis bawang merah, bawang putih, cabai hijau dan tomat hijau.

3/. Panaskan penggorengan. Masukkan sedikit minyak kelapa hingga mendidih, lalu kecilkan api, masukkan bawang merah dan bawang putih, lalu masukkan irisan tomat dan cabe. Tumis hingga harum.

4/. Masukkan cumi. Tumis sebentar lalu tambahkan dengan air.  Berikan garam secukupnya dan daun salam. Bagi yang menyukai masakan sedikit agak manis,bisa juga ditambahkan dengan sedikit gula pasir.

5/. Aduk-aduk di atas api kecil. Biarkan sampai mendidih. Saat ditumis, kantong tinta cumi akan pecah dan memberikan warna hitam ke seluruh masakan. Aduk terus sampai kuahnya menyusut.

6/. Angkat cumi dari penggorengan dan hidangkan dalam mangkok atau piring cekung agar kuahnya tidak tumpah.

Gampang sekali membuatnya.

Yuk, coba sendiri…

 

Sup Jagung Panas Ala Jineng Untuk Musim Hujan.

Standard

Sup JagungHoree! Liburan telah tiba. Sebenarnya sih bukan liburan buat saya ya. Tapi liburan buat anak-anak. Namanya anak sedang di rumah, pasti kita pun ingin ikut ada di rumah bersama mereka.  Jadi apalah salahnya ikut mengajukan cuti beberapa hari, meliburkan diri sekali-sekali.  Leyeh-leyeh, bermalas-malasan  dan menyediakan waktu penuh untuk keluarga.  Saya bilang saya ingin istirahat beberapa hari sama boss saya. Dan syukur sekali si boss langsung acc. Yes!

Tapi setelah itu, ternyata si Mbak yang membantu di rumah juga tidak mau kalah.   Ia juga memaksa minta liburan pulang kampungnya. Yah…  nggak jadi deh acara bermalas-malasannya.  Tapi pikir-pikir,  dia kan sama seperti kita juga ya?  Ingin punya waktu bersama keluarganya juga. Ya sudahlah.  Masak dilarang? Akhirnya pulanglah ia kemarin ke kampungnya.

Bagus juga menikmati suasana rumah tanpa kehadiran orang lain. Hanya saya, suami dan anak-anak. Untungnya anak-anak sudah mulai besar dan sudah mulai bisa disuruh-suruh. Bantuin  membersihkan meja makan. Bantuin membersihkan sayuran. Bantuin ngangkat piring kotor. Tolong beli telor ke ruko. Anterin ke tukang sayur (maksudnya buat nentengin belanjaan).  Dan sebagainya kalimat perintah. Lumayan deh. Anak saya baik-baik semuanya.

Sebagai imbalannya tentu saya merasa perlu meyediakan masakan favoritnya yang lain dari biasanya. Setiap ibu di dunia ini tentu ingin dinilai sebagai “The Best Chef In The World” oleh anaknya * walaupun sudah tentu orang lain tidak berkata begitu*.

Hari ini adalah hari pertama di rumah. Pertama, tentu saya harus membuka isi lemari es. Ada apa ya?  Sebuah jagung manis dan telor. Lumayan. Setidaknya bisa dibikin salah satu, entah itu Perkedel Jagung , Bakwan Jagung, Sup Jagung, Tumis Jagung atau Sayur Bening Jagung. Saya menimbang-nimbang sebentar. Mana yang kira-kira paling menarik minat anak saya?. Sup Jagung!.

Nah, Sup Jagung untuk menu pembuka yang enak dimakan panas-panas kala musim hujan seperti ini, adalah salah satu menu andalan saya  dalam rangka mewujudkan impian menjadi The Best Chef In The World di mata  anak-anak saya ini.

Ada yang mau tahu bagaimana saya membuatnya nggak?

Bahan-bahan yang saya gunakanJagung Manis

1/. Sebuah jagung

2/. Sebutir telor ayam

3/. Seiris dada ayam

4/. Bawang merah 3 siung

5/. Bawang Putih 5 siung.

6/. Merica – beberap butir

7/. Kaldu ayam

8/. Tepung Maizena – 2 sendok makan

9/. Garam secukupnya

10/. Gula secukupnya.

11/. Bawang bombay 1/2 butir.

 

Bagaimana cara saya memasaknya.Sup Jagung 1

1/. Bersihkan ayam. Ambil sedikit bagian dadanya lalu dipotong kecil kecil berbentuk dadu.

2/. Buat kaldu ayam, dengan cara merebus tulang/kaki  ayam  hingga mendidih beberapa saat dan keluar kalduya, lalu saring dan ambil air kaldunya saja. Masukkan ke dalam panci dan tetap direbus.

3/. Bersihkan bawang merah dan bawang putih, lalu ulek bersama dengan merica dan garam hingga membentuk pasta.

4/. Masukkan  bumbu ulek ke dalam kaldu  sambil terus direbus.

5/. Bersihkan dan iris tipis bawang bombai – lalu masukkan ke dalam kaldu.

6/. Masukkan potongan daging ayam.

7/. Iris jagung manis – lalu masukkan ke dalam rebusan kaldu.

8/. Ambil telor – lubangi sedikit dengan ujung pinggir garpu di bagian atasnya. Lalu masukkan lidi yang bersih ke dalam lubang telor, aduk-aduk hingga putih dan kuning telor bercampur rata di dalam cangkang telor.

8/. Tuangkan telor perlahan-lahan ke dalam  panci yang mendidih. Aduk-aduk .

9/. Tambahkan gula secukupnya.

10/ Ambil tepung maizena, tambahkan dengan air lalu aduk merata. Tuangkan cairan maizena perlahan-lahan ke dalam panci. Aduk-aduk hingga rata dan pastikan tidak ada yang menggumpal.

11/.  Rebus terus hingga sup mengental.  Lalu dinginkan. Sup Jagung sudah siap.

12/. Hidangkan dalam keadaan hangat.

 

 

Ayam Goreng Laos.

Standard

Ayam Goreng LaosAda satu masakan yang selalu dihidangkan oleh ibu mertua saya setiap kali saya ikut pulang ke rumah suami saya. Ayam Goreng Bumbu Laos. Rasanya sangat enak. Gurih dan empuk. Mengapa hidangan ini menjadi semakin istimewa? Karena selain rasanya yang memang enak, juga karena Ayam Goreng Laos ini sering dimasak ibu mertua saya khusus untuk saya karena beliau tahu saya tidak mengkonsumsi daging sapi sejak kecil. Padahal ibu mertua saya sendiri justru tidak mengkonsumsi daging ayam sejak kecil.  Belakangan ketika ibu mertua saya semakin sepuh dan jarang ke dapur, kakak ipar saya yang sangat baik,  selalu memasakkan Ayam Goreng Bumbu Laos  ini untuk saya tiap kali saya datang.  Ibu mertua saya menyebutnya dengan nama Ayam Goreng Laja.

Terus terang saya tidak pernah masak Ayam Goreng Laos ini di Jakarta dan tidak pernah memakannya di tempat lain, selain di rumah ibu mertua saya. Tapi saya sungguh menyukainya. Namun saya ingat, suatu kali saya pernah makan ayam goreng yang rasanya serupa ketika saya sedang ikut sebuah training di sebuah hotel di daerah Bogor.  Di hotel itu, ayam goreng ini disebut dengan nama Ayam Goreng Sukabumi. Rasanya enak banget sih.

Karena penasaran, maka sayapun bertanya kepada kakak ipar saya bagaimana cara membuatnya.

Bahan-bahannya adalah:

Ayam 1 ekor (ayam kampung lebih baik),  Laos (sebaiknya dipilih yang masih muda),  sereh ,  bawang merah,  bawang putih,  kunyit,  garam dan daun salam secukupnya.

Cara membuatnya:

1. Bersihkan ayam,potong-potong sesuai dengan selera kita.

2. Parut laos dengan parutan kelapa. Laos yang muda lebih mudah diparut dibandingkan dengan yang tua.

3. Iris-iris batang sereh.

4.Ulek bawang merah,bawang putih, kunyit dan garam.

5. Campurkan bumbu ulek dengan parutan laos dan irisan sereh.

6. Rebus daging ayam, masukan bumbu dan tambahkan daun salam. Aduk-aduk, tutup panci dan tetap dimasak dengan api kecil hingga matang dan airnya susut (diungkep).

7. Goreng ayam beserta bumbunya hingga berwarna coklat keemasan. Angkat dan hidangkan di atas piring.

 

 

ResepTaluh Menyar Ala Jineng Bali – Memanfaatkan Kulit Bumbu Yang Tersisa.

Standard

Taluh MenyarTelpon saya berdering. Oh, rupanya adik saya sedang memanggil di seberang sana. Ia bilang sangat kangen masakan ibu dan ingin mencoba membuat Taluh Menyar sendiri. Karena tidak tahu caranya,ia coba search kata “taluh menyar’ di Google. “Eh..malah keluar tulisan di blogmu yang menyebut kata Taluh Menyar di dalamnya, tapi tidak ada resep bagaimana cara membuat taluh menyar.” keluh adik saya. Mendengar ceritanya, maka terbitlah ide saya untuk menuliskan resep Taluh Menyar ini. Read the rest of this entry

Resep Tumis Jamur Pedas Asam Ala Jineng Bali.

Standard

Andani - Tumis Jamur Pedas AsamHari Minggu pagi. Hari dimana saatnya saya menjadi ibu rumah tangga penuh. Pergi ke Pasar Segar Bintaro. Masak apa ya hari ini? Ada banyak pilihan sayuran di sana. Salah satu yang menarik adalah Jamur. O ya Jamur! Sudah lama tidak memasak jamur.

Pasar ini cukup lengkap persediaan jamurnya, walaupun tentu saja tidak selengkap supermarket khusus bahan makanan. Ada jamur merang, jamur kuping, jamur tiram, jamur shiitake, jamur enoki ada semuanya. Tiba-tiba seorang pedagang sayur yang sudah lama kenal menawarkan Jamur King Oyster . Menurutnya jamur itu pesanan seseorang kemarin,tapi pemesannya tidak datang memenuhi janji. Sehingga ia kesulitan menjualnya karena harganya reltif agak lebih mahal dibandingkan dengan jamur jenis lain. Lalu ia menawarkannya ke saya dengan harga yang murah. Sayapun setuju, dengan hati riang. Karena saya pikir, selain karena harganya diberi murah, jamur King Oyster ini rasanya paling mirip dengan Jamur Bulan. Kebetulan Jamur Bulan dan Jamur Dedalu (jamur putih, kecil-kecil dan ramping, serupa dengan Enoki tapi liar) adalah dua jenis jamur yang sering dimasak oleh Ibu saya waktu kecil. Kangen juga! Di Bali, jamur disebut dengan Oong. Sehingga nama kedua jenis jamur itu dalam bahasa Balinya menjadi Oong Bulan dan Oong Dedalu.

Tentu saja jamur bisa dimasak dengan beragam cara.  Tapi kali ini saya akan menumisnya saja. Masak Tumis Jamur Pedas Asam!. Mengapa Pedas – Asam? Ya..karena selain rasanya yang lezat dan gurih, juga ditambahkan dengan bahan pembuat rasa pedas (cabai kecil merah) dan pembuat rasa asam (kalau di Bali biasanya ditambahkan dengan pucuk daun Cemcem (sekeluarga dengan Kedondong – tapi tak berbuah, pucuk daunnya bisa dimakan rasanya asem mirip rasa buah kedondong). Jaman sekarang, dimana semakin sulit mendapatan pucuk daun Cemcem, bisa juga diganti dengan air perasan Jeruk Nipis.

Jamur King OysterBahan-bahan: Jamur ¼ kg , 4 siung bawang putih, 4 butir bawang merah, garam, 2 lembar daun jeruk purut,  1 lembar daun salam, 1 sendok teh air perasan jeruk nipis, sedikit minyak kelapa baru untuk menumis.

Cara memasak:

1/. Bersihkan jamur, suwir-suwir, cuci dengan air bersih lalu tiriskan.

2/. Iris bawang merah, bawang putih dan cabai merah. Cuci bersih daun jeruk dan daun salam

3/. Panaskan minyak dalam wajan,lalu tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu . Masukkan irisan cabai.

4/.Masukan potongan jamur yang sudah dibersihkan. Tambahkan sedikit garam, aduk hingga bumbu rata dan jamur mengempis.

5/. Masukkan daun jeruk dan daun salam, aduk kembali.Tambahkan sedikit air minum dan air perasan jeruk nipis. Biarkan mendidih dan tunggu hingga air mendidih dan menguap habis.

6/. Angkat tumisan yang sudah berbau harum. Hidangkan di atas piring yang bersih.

Hmm… Tumis Jamur Pedas Asam, sangat lezat dan enak.  Barangkali ada yang mau resep masak Tumis Jamur Pedas Asam buat dicoba?

Yuk kita lestarikan resep masakan asli Indonesia kita!

Resep Ayam Tomat Cabe Kering Ala Jineng Bali.

Standard
Resep Ayam Tomat Cabe Kering Ala Jineng Bali.

Sore tadi, saat akan menyiapkan makan malam untuk suami dan anak-anak,  saya melihat ada  persediaan cabe kering. Seketika saya terpikir untuk memasak Ayam Tomat Cabe Kering. Barangkali ada yang mau resepnya?

Bahan utama yang diperlukan adalah beberapa potong daging ayam. Takaran bumbu sebenarnya suka-suka. Bisa ditambahkan atau dikurangi  sesuai selera keluarga kita. Tapi untuk memudahkan saya sebutkan saja, 3 butir bawang merah, 3 siung bawang putih, 2 buah tomat sedang, 5-6 buah cabe kering, kecap asin dan kecap manis secukupnya. Serta minyak goreng untuk menumis.

Cara membuatnya cukup mudah. Read the rest of this entry

Resep Asinan Buah ala Jineng Bali

Standard

Asinan Segar……Bikin sendiri yuk!!!

Asinan boleh jadi merupakan pilihan cemilan yang paling tepat sekaligus sehat saat udara rasanya makin gerah belakangan ini. Campuran antara rasa asem, manis, asin dan pedas .. benar-benar terasa segar di lidah.

Bikin sendiri? Kenapa tidak? Caranya sangat gampang…

Bahan yang dibutuhkan (sebetulnya sesuai selera sih..)

1. Eby (udang kering) – 1 sendok makan
2. Cabai keriting – 15 bh *
3. Gula pasir -5 sendok makan*
4. Garam – 1 sendok makan*
5. Cuka kawung/cuka makanan – 1 sendok makan*
6. Nenas matang – 1 bh
7. Ubi orange – 2 bh
8. Bengkoang – 3 bh
9. Mentimun – 2 bh
10. Tahu – 1 potong
11. Tauge – secukupnya
12. Kacang Asin Bali – atau kalau tidak ada Kacang Tanah – secukupnya.
13. Air minum matang

Cara membuatnya sangat mudah..

Step 1. Untuk bumbu – gerus Ebi dengan ulekan hingga halus, lalu tambahkan cabai merah, garam, gula pasir – ulek sampai halus.

Step 2 – Goreng kacang tanah (kalau kacang asin bali tidak ada)

Step 3 – Bersihkan tauge & potong akarnya hingga bersih. Cuci lalu simpan di lemari pendingin.

4. Step 4- Tahu dipotong dadu kecil-kecil – sisihkan/simpan di lemari pendingin.

Step 5- Nenas, bengkoang, ubi dan mentimun dipotong kecil sesuai selera lalu dicuci bersih. Masukkan bumbu ebi yang telah dihaluskan, tuang air minum matang – lalu bumbu dan potongan buah diaduk hingga merata. Bubuhkan cuka kawung/cuka  makanan secukupnya. Aduk rata lalu masukkan ke dalam lemari pendingin.

Step 5- Menyajikan: Potongan-potongan buah yang sudah dicampur bumbu, disajikan dalam keadaan dingin, ditambahkan dengan potongan tahu dan tauge, lalu taburi dengan kacang tanah goreng.

Gampang kan?…