Tag Archives: Sport

Panahan: Antara Logika & Rasa.

Standard

Kembali lagi ke lapangan Panahan bersama 2 anak saya. Memberi kesempatan tubuh untuk terpapar penuh oleh sinar matahari. Kali ini tanpa Pak Heydar yang bisa saya temui untuk berkisah lagi tentang Leadership. Rupanya beliau sedang sibuk memberikan pelatihan di tempat lain.

Setelah 2 minggu sebelumnya saya hanya menjadi penonton, pemantau dan pendengar, sekarang saya memutuskan untuk maju selangkah. Mencoba!. Jadi status saya naik ya dari pasif menjadi aktif­čśÇ­čśÇ­čśÇ.

Saya menemui Pak Azmi dan ditemani Mas Ido. Jadi bagaimana caranya untuk memulai?.

Pertama, kata Mas Ido saya harus memakai pelindung lengan bawah. Maksudnya agar nggak kejepret tali busur. Bisa merah. Saya menurut.

Lalu Mas Ido memberikan saya busur ukuran 18. Katanya yang ukurannya kecil dan enteng. Untuk wanita. Jadi tidak sama dengan yang diberikan ke anak-anak saya yaitu ukuran 22 dan 20 yg jauh lebih besar dan berat. Baiklah. Saya akan coba.

Berikutnya saya diberitahu bagaimana caranya memegang busur dengan tangan kiri dan posisi genggamannya. “Genggaman harus kuat tapi tak perlu kaku atau terlalu erat”. Mas Ido menunjukkan busur yang terpegang dengan baik, sudah pasti tidak akan jatuh, tetapi tidak erat, jadi busur masih bisa bergoyang sesuai situasi. Lalu menempatkan anak panah dan menarik tali busur.

Gunakan 3 jari (telunjuk, jari tengah, jari manis) yang diposisikan sedemikian rupa di tengah di dekat pangkal anak panah dengan jari tertekuk di ruas pertama. Lengan kanan ditarik ke belakang melalui bawah dagu dan ujung siku tarik ke atas. Tangan saya rasanya gemetar… dan busur bergoyang hebat. Tahan kurang lebih selama 3 detik daaan…. lepasss!!!!.

Whua… anak panahnya nyungsep di bawah kotak sasaran. Gagal!.­čśú­čśú­čśú

Ternyata keras juga ya. Cukup terasa berat bagi saya untuk menarik tali busur itu kuat-kuat sehingga busurnya bergoyang. Mas Ido melihat kondisi itu, lalu mencarikan saya busur yang lebih kecil. Bentangan busur saya terlalu lemah rupanya. “Nggak apa-apa. Ibu baru pertama kali. Mungkin juga karena jarang olah raga ya?. Nanti kalau sering latihan juga akan kuat” katanya menghibur.

Saya lalu mencoba busur yang lebih kecil dan yang lebih enteng. Busur untuk anak-anak ­čśÇ. Waduuh… antara rasa senang dan sedih rasanya. Senang karena akan memulai dengan yang “mungkin” terlebih dahulu, sehingga saya bisa berpikir lebih positive karena saya melihat ada harapan di sana. Tapi sedihnya ketika menyadari dan mengakui bahwa betapa lemahnya tubuh saya saat ini. Salah satunya karena jarang berolah raga. Kesalahan saya sendiri juga.

Masak setua ini bisanya hanya menggunakan busur ukuran anak kecil sih ­čśó­čśó­čśó.

Tapi baiklah, demi kesuksesan ke depannya mari kita lupakan bagian yang menyedihkannya itu. Kita hanya ingat bagian yang memberi harapannya saja ya ­čśÇ­čśÇ­čśÇ

Singkat cerita, berlatih lah saya hari itu. Belum sekalipun saya sukses bisa membidik titik kuning tepat di bagian tengah sasaran. Biro boro lingkaran kuning, anak panah saya bahkan kerap kali melayang di atas papan sasaran atau nyungsep sekalian di bawahnya.

Masalah yang lain adalah, Mas Ido mengatakan teknik saya membidik belum benar. Posisi tubuh saya dan tarikan tangan kanan saya belum benar. Objectivenya bukan hanya sekedar berhasil membidik yang kuning. Tapi bagaiman membidik yang kuning dengan cara yang tepat dan benar.

Semakin saya mencoba membidik yang kuning, kok malah semakin meleset ya. Padahal saya sudah letakkan pandangan saya baik-baik pada ujung mata panah dan saya arahkan ke titik kuning itu.

Turunkan lagi Bu, turunkan lagi”. Waduuh!. ???????. Kok diturunkan terus ya? Padahal jelas jelas terlihat ujung panah itu mengarah jauh di bawah titik kuning. Tapi sudahlah… tanpa nendebat sayapun menurunkan bidikan saya dan…lepasss!!. Hasilnya? Jauh di atas titik kuning dan miring pula ­čśÇ­čśÇ­čśÇ.

Kenapa bisa begitu ya? Saya menggaruk garuk kepala saya yang tak gatal. Penjelasannya adalah karena letak mata kita lebih tinggi dari titik sasaran. Jafi logikanya, tangan harus kita turunkan. O ya? Tapi kan saya sudah menurunkan posisi tangan agar ujung anak panah mengarah ke bawah titik kuning itu? Rasanya kok nggak masuk akal ya. Saya coba berkali kali lagi dan hasilnya gagal maning, gagal maning.

Akhirnya saya kira-kirain saja. Dan ajaibnya, kalau nggak pakai teori dan hanya memakai feeling kok malah semakin dekat dengan titik sasaran. Walaupun tidak tepat di titik kuning, tetapi paling tidak, beberapa kali akhirnya saya berhasil menancapkan anak panah di lingkaran merah. Sudah mendekati sasaran. Lumayan. Better daripada yang tadi.

Anak-anak saya yang keduanya telah berhasil membidik lingkaran kuning sebanyak 4-5 x mendekati saya dan memberi dukungan. “Mama! Ayo lepas! jangan ragu-ragu!“.

Jadi panahan ini rupanya membutuhkan kombinasi logika dan feeling. Barangkali logika yang dibungkus oleh rasa sebagai persepsi tubuh atas apa yang tertangkap oleh panca indera kita. Rasa yang menyangkut genggaman tangan kita pada busur panah, bentangan tali busur, tentang jarak sasaran, arah ujung anak panah, kekuatan tangan kita dan lain sebagainya. Dibutuhkan rasa yang lebih menyatu dengan busur dan anak panah itu sendiri. Seorang pemanah tidaklah boleh menjadi “stranger” bagi busur dan anak panahnya sendiri.

Sampai di titik ini saya belum berhadil. Saya masih ingin terus berlatih.

Advertisements

Spirit of Wipro Run 2014 – Indonesia.

Standard

Spirit of Wipro Run 2014 5

September! Musim berlari sudah tiba. Bagi para Wiproite ( karyawan dari Wipro group) dan keluarganya di seluruh dunia, tentu saja event tahunan “Spirit of Wipro Run” merupakan ajang berlari yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya setiap tahun. Saya ┬ásebagai salah seorang Wiproite, jauh-jauh hari sudah memberi tahu suami dan anak-anak ┬ábahwa event ini akan datang kembali di bulan September ini, tepatnya pada hari Minggu, 21 september 2014. Jadi kalau mau ikut lomba berlari harus mempersiapkan diri.

 

Wipro run

As individuals, we are accosted by challenges, big or small, every single day.We accept them, and grow mentally and phisically with every personal running milestone we cross. Imagine this dedication demonstrated by a group in unison. The results will truly be phenomenal.

A small example of that potential is this run. Running in itself is a highly challenging and rewarding experience. The transformation that you ┬ásense both of body and mind is real. The motivation, self confidence, and the ability to test your limits that you require to attempt a long run are not unique to it; these qualities create wonder in every sphere of life. ┬áAnd therefore, “For The Long Run”

– Spirit of Wipro Run 2014.

 

 

Spirit of Wipro Run ini adalah yang ke -9, diselenggarakan di 97 kota di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri,  Spirit of Wipro Run di tahun 2014 ini adalah event yang ke-3, sejak pertama kali diselenggarakan di tahun 2012.  Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana lomba lari ini diselenggarakan hanya di Jakarta saja,  tahun ini Spirit of Wipro Run diselenggarakan di dua kota, yakni Jakarta dan Salatiga.

Di Jakarta, Spirit of Wipro Run mengambil lokasi di Taman Mini Indonesia Indah.Posisi garis start dan garis finish berada di depan Museum Nusantara TMII.   Hal lain yang juga berbeda tahun ini adalah Spirit of Wipro Run di Jakarta  bukan hanya diikuti oleh karyawan Wipro Consumer Goods saja, namun juga karyawan Wipro Technology. Sehngga jumlah peserta nyaris dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Spirit of ┬áWipro Run┬á adalah event berlari tahunan yang diselenggarakan oleh Group Wipro di seluruh dunia setiap bulan September. Event dilakukan ┬ádi 97 kota di seluruh dunia dalam rangka memaknai ÔÇťSpirit of WiproÔÇŁ yang merupakan semangat dan nilai-nilai yang diterapkan dalam kehidupan keluarga besar Wipro. Yang mana nilai-nilai yang dicakup dalam “Spirit of Wipro” itu sendiri terdiri atas:

  • Intesity to Win ┬á– semangat untuk menang dengan itikad baik, dengan cara yang baik dan benar tanpa boleh mengorbankan kejujuran dan sportifitas. Menang, namun bukan dengan menghalalkan segala cara. Melainkan dengan cara meningkatkan kemampuan team dan melakukan inovasi.
  • Act With Sensitivity – bertingkah laku dengan menggunakan kepekaan hati. Menghargai dan menghormati individu lain. Tidak menyinggung perasaan orang lain.┬á Berhati- hati dan bertanggungjawab atas segala hal yang kita ucapkan dan perbuat.
  • Unyielding Integrity – Mempertahankan Kejujuran/Integritas tanpa mengenal kata menyerah.Memenuhi janji dan jujur serta bersikap adil dalam setiap tindakan.

Dalam “Berlari” ┬ákita bisa melihat contoh bagaimana Spirit of Wipro ini diterapkan bersama-sama. Bagimana para peserta mewujudkan keinginannya untuk menang dengan sportif, menghargai dan menghormati orang lain yang juga memiliki kemampuan yang baik dalam memenangkan perlombaan dan menerima keputusan yang adil dari hasil perlombaan. Namun motivasi, tingkat kepercayaan diri yang tinggi serta semangat untuk menguji ‘limit’ dari kemampuan kita, sesungguhnya memang bukan diperlukan hanya dalam kegiatan berlari saja, tapi juga sangat dibutuhkan ┬ádalam menjalankan┬á aspek kehidupan yang lainnya.

 

Spirit of Wipro Run juga selalu dijadikan ajang kebersamaan komunitas Wipro bersama dengan anggota keluarganya, sahabat, supplier  dan lain-lain.

Acara dimulai pukul 07 pagi dan berakhir  11.30 . Dimulai dengan pemanasan berupa sajian Belly dance dan senam pagi pemanasan dengan iringan lagu Poco-Poco. Lari dengan 2 pilihan rute : 3 Kilometer atau 5 kilometer. Anak anak dan wanita kebanyakan memilih berlari di 3 Kilometer. Masih ada aneka lomba lain yang dilakukan, seperti tarik tambang, spinning ball dan lomba  mengambil bola dengan mata tertutup.

Rute

 

Spirit of Wipro Run 2013 – Indonesia.

Standard

Spirit of Wipro Run

 

Spirit of Wipro Run datang kembali di Indonesia pada hari  ini, 22 September 2013.  Jika tahun yang lalu diselenggarakan  di Alam Sutera Boullevard,Tangerang, tahun ini Spirit of Wipro Run diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah. Tempat yang sangat menyenangkan bagi peserta  karena selain berlari, para peserta juga sekalian bisa menikmati pemandangan indah di kiri kanan jalur lari yang dipenuhi dengan anjungan indah dari berbagai daerah di Indonesia ini.

Spirit of Wipro Run merupakan ÔÇśtradisiÔÇÖ ┬áberlari yang dilakukan oleh Wipro setiap tahunnya sejak 2006. ┬áDan tahun ini adalah merupakan tahun ke delapan. Diikuti oleh lebih dari 50 000 peserta di ┬á97 kota di seluruh dunia -termasuk di Jakarta. Di Jakarta sendiri peserta terdaftar adalah sebanyak ┬ákurang lebih 750 orang yang sebagian besar adalah para Wiproite (karyawan dari perusahaan dari Grup Wipro) ┬ábeserta keluarganya. Sebagai salah seorang Wiproite, sayapun mengajak keluarga saya untuk ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan Spirit of Wipro Run ini.

Spirit of Wipro Run 2013. ajpg

Apa yang beda dengan Spirit of Wipro tahun ini? ┬áYang jelas di tahun 2013 ini Spirit of Wipro mengusung thema “THE LONG RUN”. Jika ┬átahun yang lalu kegiatan berlari dilakukan di jalur sepanjang 4 km, kali ini kegiatan berlari dilakukan di jalur yang jauh lebih panjang yakni kurang lebih 10 kilometer. ┬áTen Ke!. ┬áLumayan panjang juga ya? Wah… nyamain Bali 10K nih!.

Jadi jalurnya itu dimulai dari area pasar seni Taman Kaktus, bergerak ke arah Taman Bekisar, Taman Burung, ┬álalu berbelok ke Museum Minyak Dan Gas Bumi, Museum Listrik Dan Energi Baru, ┬álalu terus ke Taman Budaya Tionghoa, ┬áMuseum Perangko, lalu ke Museum Komodo. lalu di dekat ┬áAnjungan Sulawesi Tenggara, Anjungan Sulawesi Selatan, Anjungan Nusa tenggara Timur, Anjungan Nusa Tenggara Barat, ┬áAnjungan Bali. Wow! Kita berada di depan danau dengan pulau-pulau yang merupakan miniatur dari kepulauan Indonesia. ┬áLalu dari sana kita bergerak terus ┬áke arah Sasana Krida, ┬áAnjungan Jawa Timur, Anjungan Jogja, Anjungan jawa tengah, Anjungan Jawa Barat, lalu ┬ámenuju ke Anjungan Lampung dan Anjungan DKI jakarta – dimana di seberangnya kita bisa melihat jajaran rumah-rumah ibadah dari setiap agama yang diakui keberadaannya di Indonesia, mulai dari ┬áVihara Budha Arya Dwipa Arama, Pura Hindu Penataran Agung Kerthabumi, Gereja Protestan Haleluyah, Gereja Katholik Santa Katarina, ┬álalu sebelum Masjid Pangeran Diponegoro, kita berbelok ke kiri di depan Borobudur Mini.

Dari sana kita berbelok lagi di depan Sasana kriya, terus berlanjut ke Sasono Langen Budoyo, ke tempat parkiran di dekat gerbang, lalu menuju ke Anjungan jambi, terus Anjungan Sumatera Selatan, Museum penerangan terus berlari lurus…. terus dan terus┬á akhirnya kembali lagi ┬ádeh ke Taman Kaktus. Lari┬á yang sangat panjang. ┬áSangat melelahkan dan penuh tantangan. ┬á Benar-benar THE LONG RUN… Walaupun banyak juga peserta yang kelelahan dan akhirnya memutuskan untuk berlari lambat atau bahkan berjalan kaki saja, namun banyak juga diantaranya yang memang benar-benar lari marathon dengan penuh spirit tanpa mengenal lelah walaupun jaraknya jauh.

Jadi tahun ini, ┬átantangannya┬á bukan hanya sekedar bagaimana agar bisa menang, namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana caranya agr bisa bertahan lama. It’s not about winning. It is about endurance!. ┬áBukan hanya soal ketahanan dan kemenangan jangka pendek. IT IS ABOUT LONG RUN…

Spirit of Wipro Run 2013

Untuk memastikan semua kegiatan berlangsung dalam suasana yang sportif tanpa kecurangan, panitia menetapkan beberapa peraturan yang harus ditaati oleh para peserta antara lain diskualifikasi jika melakukan kecurangan misalnya menghadang, mendorong  atau mengganggu peserta lain.  Memotong rute lomba ataupun menaiki kendaraan di tengah tengah lomba, maka kepesertaannya akan disikualifikasi.   Selain itu juga ditempatkan petugas yang akan memberikan kalung putaran di dua pos  yang harus dilalui dan 3 pos penjurian yang akan memantau peserta yang lewat.  Di pos-pos itu juga disediakan minuman dan permen, sehingga sangat menolong.

Untuk memastikan agar  tidak ada para peserta  yang tersesat dan tetap  konsisten di jalur yang telah ditetapkan, petugas-petugas dengan petunjuk alur marathon berdiri di beberapa titik alur jalan.  Jadi tidak perlu takut kesasar. Ambulance dan bis juga disediakan mengikuti para peserta lari yang mungkin saja kelelahan,mengingat cukup banyaknya peserta yang masih kanak-kanak diajaki kut serta oleh orangtuanya.

Seperti pernah saya ceritakan sebelumnya, Spirit of Wipro Run adalah kegiatan yang dilakukan untuk memaknai “Spirit of Wipro” ┬áyang merupakan semangat dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan diterapkan dalam kelaurga besar Wipro. Dan yang lebih penting lagi, merupakan ajang kebersamaan komunitas Wipro ┬ábersama keluarga, sahabat dan siapaun yang ingin ikut serta dalam merayakan semangat “berlari”.

Berlari dengan bangga!.