Tag Archives: Tanaman Hias

Bunga Merah Kacang Ucu Liar Dari Sumatera Barat.

Standard
Bunga Kacang Ucu berwarna Merah dari tepi jalan di Sumatera Barat.

Bunga Kacang Ucu berwarna Merah dari tepi jalan di Sumatera Barat.

Dalam sebuah perjalan dari arah Bukittinggi ke Padang, saya yang duduk di belakang  melihat-lihat pemandangan yang sangat menarik hati saya. Lembah dan ngarai yang berdinding batu dan tanaman. Diselingi dengan  pemandangan sawah dan rumah-rumah penduduk dan bangunan yang satu dua masih ada yang bertahan dengan bentuk atap tradisionalnya.  Sangat senang melihatnya.

Setelah melewati Padang Panjang dan saya pikir sekarang kami berada di wilayah Pariaman, mata saya tertuju ke semak-semak berbunga merah di pinggir jalan. Wild bush bean yang berbunga merah!. Wow!. Saya pernah melihat gambar bunga liar itu entah di mana, namun saya belum pernah melihatnya langsung di alam. bunganya sungguh cantik dan warnanya sangat menawan.

Saya ingat, saya pernah melihat bunga sejenis di tepi pantai Benoa di Bali yang saya tulis di sini sekitar dua setengah tahun yang lalu. Hanya saja, yang saya lihat di Bali itu adalah jenis yang berbunga hitam. Sebenarnya mungkin warnanya super merah gelap, namun saking gelapnya jadi terlihat berwarna hitam. Sementara yang di Sumatera Barat ini adalah jenis yang berbunga merah.

Bunga  kacang Ucu berwarna Hitam yang ditemukan di tepi Pantai Benoa di Bali

Bunga kacang Ucu berwarna Hitam yang ditemukan di tepi Pantai Benoa di Bali

Ah, seandainya saya bisa berhenti sejenak dan memotret bunga indah itu.  Ooh..betapa inginnya saya berhenti. Namun tentu saja saya tidak enak meminta teman saya yang menyetir kendaraan untuk berhenti begitu saja demi keinginan saya pribadi. Padahal kami di sana kan sedang dalam urusan pekerjaan kantor. Tentu tidak sepantasnya saya minta berhenti.  Akhirnya saya hanya diam saja.

Tepat ketika saya berpikir begitu, teman saya melambatkan kendaraannya, menyeberang dan kami berhenti di sebuah halaman rumah makan. Kiambang Raya.  “Kita berhenti dulu di sini. Sudah waktunya makan siang” kata teman saya. Ooh??!!. “Kenapa, Bu? Sudah lapar kan?” tanyanya.  Horeee!!! Saya girang bukan main. Lupa menjawab pertanyaannya, saya  minta ijin untuk menyeberang karena saya ingin memotret bunga Wild Bush Bean yang berwarna merah itu. Karena mengkhawatirkan keselamatan saya saat menyeberang, dengan mempertimbangkan lalulintas bus dan truck lintas Sumatera yang berkecepatan tinggi, seorang teman akhirnya mengikuti  saya menyeberang jalan. Dan mulai memotret motret di bawah terik matahari. Dan bunga -bunga itu memang luar biasa indah.

Bunga Kacang Ucu liar berwarna merah (Macroptilium lathyroides). Saya tidak tahu apa namanya dalam Bahasa Minang. Yang jelas tanaman ini agak kurang merambat dibanding saudara-saudaranya yang lain, dan bahkan pohonnya segikit agak bisa tegak. Namun unga dan buahnya sama denga jenis  Kacang Ucu  yang berbunga hitam.

Cantik-cantik bukan? Lihatlah warna merahnya yang menyala.  Walaupun ukurannya kecil, namun warnanya sangat memikat hati. Demikian juga bentuknya yang mirip kupu-kupu.  Terayun-ayun di tiup angin tepi jalan.

Jika saja ada orang yang serius membudidayakan kacang ucu ini, saya pikir tanaman ini sangat layak dijadikan tanaman hias .

Violces Ibu Mertuaku.

Standard

Violces 3Ada dua hal yang selalu mengingatkan saya akan Ibu mertua saya. Yakni Rajutan dan  Bunga Violces. Mengapa bunga Violces? Karena ketika kami baru menikah dan suami saya sering mengajak saya pulang ke rumahnya, saya melihat ibu mertua saya menyiram,membersihkan daun-daun violces ini dan menggeser-geser potnya di teras depan. Sebagai mantu baru, sayapun ikut berjongkok membantu ibu mertua saya melakukan aktifitas hariannya itu. Saya ingat ada belasan atau puluhan pot-pot kecil dengan bunga-bunga Violces berwarna-warni yang dipelihara. Ada yang berbunga ungu, biru, pink,putih, pink tua dan sebagainya. Ada yang mahota bunganya polos selapis, ada juga yang berlapis. Jenis daunnya ada yang kecil dan ada yang sedikit lebih lebar. Ada yang polos, ada yang kelihatan berkerut, ada yang agak bertulang. Namun semuanya terlihat indah. Lebih sering trelihat berbunga banyak dibanding tidak berbunga. Selama bertahun-tahun  pemandangan Violces berbunga ini menghiasi teras depan, sehingga saya hapal. Read the rest of this entry

Lili Paris – Border Taman Dan Focus Spot.

Standard

Andani - Lily ParisJika kita memandang sebuah halaman dengan taman yang terlihat indah, tentu kita tahu bahwa keindahan itu diciptakan oleh komposisi tanaman yang berada di dalamnya selain oleh design dan konsep dari taman itu sendiri. Dan tentunya kita pun tahu, bahwa element tanaman yang memperindah taman, bukan saja tanaman hias berbunga namun juga tanaman hias daun.  Salah satu tanaman hias daun yang sangat saya sukai adalah dari keluarga Chlorophytum sp yang di Indonesia umumnya disebut dengan Lili Paris atau Lili Siam. Beberapa tukang tanaman ada juga yang menyebutnya dengan nama Spider Lily (untuk jenis yang memiliki stolon atau geragih yang menjuntai, sehingga ditanam pada pot gantung jadinya memang mirip laba-laba berkaki banyak) atau Rumput laxum (untuk jenis yang ditanam di tanah tanpa stolon). Read the rest of this entry

Dichorysandra thyrsiflora: The Blue Ginger.

Standard

Andani-Blue Ginger 1Di resort-resort tertentu di daerah dingin,terkadang kita menemukan sebuah tanaman yang batang dan daunnya mirip jahe yang berbunga biru terang benderang yang sangat menawan. Saya selalu meluangkan waktu saya untuk mengamat-amati tanaman ini setiap kali saya menemukannya sedang berbunga.  Ingin sekali memilikinya, namun belum pernah menemukannya dijajakan di tukang tanaman. Namun beberapa waktu yang lalu saya merasa sangat terkejut, ketika menemukan tanaman itu ternyata tumbuh di tepi kolam di rumah mertua saya. Sedang berbunga. Lebat pula!. Saya pikir sebelumnya itu  hanya sejenis tradescantia biasa yang tak berbunga.

Orang-orang menyebutnya dengan nama Blue Ginger, si Jahe Biru. Dichoryssandra thyrsiflora. Barangkali karena tampilan batang dan daunnya agak serupa dikit dengan keluarga jahe-jahean.Walaupun sebenarnya tanaman ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan jahe. Saya sendiri sih memang tidak merasa bahwa tanaman ini serupa jahe – tapi begitulah orang menamainya. Kalau bisa saya gambarkan tanamannya seperti ini. Batangnya berbuku-buku mirip tebu atau mirip tanaman Dracaena. Agak tinggi juga, bisa mencapai tinggi di tas kepala saya , mungkin sekitar 1,75 – 2 meter.  Daunnya mirip dengan keluarga daun Suji, namun lebih besar dan lebar, tumbuh berurutan ke atas dengan arah tumbuh mengikuti spiral pada batangnya yang tegak ke atas.  Secara keseluruhan tampilan tanaman ini cukup menarik juga untuk dinikmati sebagai tanaman hias yang berdaun indah.

Tangkai bunganya keluar dari setiap ujung pucuknya dengan ukuran yang cukup panjang dengan beberapa bunga individu yang muncul dari tangkai satu per satu. Keseluruhan kuncup bunga terlihat kokoh, kerucut gendut dan berwarna biru. Ketika mekar satu per satu, kita bisa melihat ternyata setiap bunga terdiri atas 3 helai mahkota bunga yang berwarna biru terang, dengan sedikit warna putih pada pangkal mahkotanya serta sari yang berwarna kuning. Jika kita memandang bunga ini, seketika perasaan teduh merayap memasuki perasaan kita. Barangkali karena keindahan warna birunya.

Tanaman kelihatannya tumbuh dengan sangat baik di daerah yang agak sejuk dan jika ditanam dibawah naungan pohon yang lebih besar atau rimbun, sehingga tidak langsung terkena paparan panasnya matahari. Cara memperbanyaknya adalah dengan memisahkan anakannya dari akar atau memotong cabangnya lalu menancapkannya di tanah yang subur.

Deep Blue Salvia: Keteduhan Laut Yang Dalam.

Standard

Andani Blue Salvia3Ini adalah salah satu tanaman hias yang sangat saya sukai, namun belum pernah saya miliki. Tidak seperti  saudaranya jenis Scarlet Salvia yang berwarna merah terang dan  sangat umum kita temukan di tukang tanaman, maupun di taman-taman  perumahan ataupun perkantoran, Salvia berwarna biru ini hanya pernah saya lihat di Taman Bunga Nusantara, di Cipanas, Cianjur. Barangkali ada juga sih di tempat lain – namun sayangnya saya tidak tahu.  Barangkali juga tanaman ini hanya bersahabat dengan udara yang dingin.

Apa yang menarik dari tanaman ini? Sudah pasti bunganya yang berupa  tajuk-tajuk panjang dengan tangkai gelap dan penuh dengan bunga berwarna biru. Baik kelopak bunganya maupun mahkotanya, semuanya berwarna biru. Sehingga ketika kita memandang hamparan tanaman ini yang sedang berbunga dan terangguk-angguk oleh hempasan angin dingin pegunungan,  serasa kita sedang memandangi sebuah keteduhan laut biru yang dalam.

Daunnya  sepintas lalu mirip dengan daun kemangi.  Hijau lembut dan agak lonjong. Rupanya  tanaman ini memang termasuk keluarga “Sage” yang banyak digunakan sebagai bumbu dapur di negara-negara Eropa. Karena tingginya tidak seberapa, rasanya sangat indah jika dimanfaatkan sebagai tanaman border atau untuk mengisi blok-blok tanah di halaman rumah ataupun untuk ditanam di bawah pohon penaung.

Mengapa Miana Berdaun Coklat Jingga Tetap Hidup Subur?

Standard
Mengapa Miana Berdaun Coklat Jingga Tetap Hidup Subur?

Ketika sedang ceklak-ceklik ngebrowse blog para sahabat, tanpa sengaja saya menemukan sebuah pertanyaan yang menggelitik pikiran saya tentang “Bagaimana caranya tumbuhan Coleus  yang daunnya berwarna warni (tidak hijau) memproduksi makanannya?” Agaknya belum ada diantara teman-teman yang menjawab pertanyaan ini. Setidaknya di site tersebut. Read the rest of this entry

Umbi & Rimpang Penghasil Bunga Yang Cemerlang.

Standard

Memperbanyak tanaman hias merupakan salah satu aktifitas yang menyenangkan di hari libur.  Kita bisa melakukan stek langsung, cangkok, menyemai biji, menanam umbi, menanam daunnya ataupun memisahkan anakannya.  Pada awalnya, saya mengira memperbanyak tanaman hias merupakan pengetahuan setiap orang. Namun  belakangan, setelah  saya sering menulis tentang tanaman hias kesayangan saya, banyak diantara teman-teman saya yang bertanya ‘ Jika saya pengen menanam bunga x, bagian mananya ya yang harus saya ambil dan tanam?. Akarnya? Batangnya? Umbinya? Buahnya? ”.  Oops! Ternyata tidak semua orang tahu. Terutama teman-teman saya yang sejak kecil dibesarkan di metropolitan. Mempertimbangkan fakta ini , maka saya pikir mungkin  ada gunanya juga jika  saya menulis tentang hal ini.  Barangkali tulisan saya ini ada manfaatnya bagi yang membutuhkan. Read the rest of this entry