Tag Archives: Tempe

Tempe Penyet – Sambal Bawang Putih.

Standard

Tempe PenyetMasak apa lagi?  Hi hi. Beginilah kalau lagi di rumah. Mesti kreatif biar anak-anak dan suami senang. Sebelumnya saya sudah memposting  Sup Jagung dan Tofu Cabe Garem buat anak-anak. Nah, apa dong kesukaan suami? Suami saya suka tempe. Tapi bosen ya kalau tempe goreng- tempe goreng lagi? Yang bosen sih  sebenarnya tukang masaknya. Yang makannya senang-senang saja, wong memang doyannya tempe goreng panas-panas dimakan dengan nasi panas.

Nah untuk menghindari kebosanan tukang masaknya, sekarang saya  mau membuat variasi. Tempe Penyet!. Yang ini dijamin suami pasti suka. Judulnya masih tetap tempe. Cuma yang ini diketok sampai penyet bersama dengan sambal, alias dipenyet. Mantap deh.

Menurut saya, sebenarnya kunci Tempe Penyet ini ada di sambalnya.  Sambalnya bisa dibuat macam-macam tergantung dari pilihan kita.  Tempe bisa dipenyet dengan Sambal Terasi, bisa juga dipenyet  dengan Sambal Tomat ataupun SambL Bawang Putih. Caranya adalah dengan mengenali jenis sambal yang disukai oleh orang yang akan kita masakin (suami). Jika suami sukanya Sambal Terasi, ya penyet saja dengan Sambal Terasi. Demikian juga jika sukanya sambal lain. Kebetulan suami saya suka hampir semua jensi sambal. Jadi suka-suka sayalah mau memenyet tempenya dengan sambal apa. Karena sudah pasti ia akan suka.

Sekarang saya mau menuliskan resep Tempe Penyet  Sambal Bawang Putih. Mengapa kok Sambal Bawang Putih?  Karena selain rasanya enak dan suami saya suka, sekalian buat menjaga tekanan darah agar tidak melonjak. Bawang putih mentah kan sangat dikenal bisa membantu menurunkan tekanan darah yang naik.

Bahan-bahan:

1/ Tempe

2/. Cabe keriting merah – boleh campur dengan rawit hijau/merah.

3/.Bawang Perah

4/ Bawang Putih.

5/ Garam secukupnya.

6/. Minyak Goreng.

7/Accesories : daun kemangi/ daun bawang -kalau ada.

Cara Membuat:

1/. Potong-potong tempe agak tebal. Lalu rendam dalam air garam/air kaldu.

2/ Goreng tempe hingga kekuningan. Angkat dan tiriskan.

3/. Goreng cabai, bawang merah dan bawang putih hingga matang. Angkat dan tiriskan.

4/ Ulek cabai, bawang merah dan bawang putih matang. Tambahkan dua atau tiga siung bawang putih mentah.Ulek kasar.

5/. Bubuhkan  garam secukupnya. Campur hingga rata.

6/ Masukkan tempe goreng ke dalam cobek  satu per satu. Ketok dengan anak cobek  hingga penyet. Tambahkan daun kemangi atau dan bawang jika suka.

7/. Boleh dihidangkan langsung dengan cobek-cobeknya. Atau bisa juga dipindahkan ke piring saji.

Hidangkan untuk teman nasi panas.

Membawa Bekal Makan Ke Tempat Kerja. Mengapa Tidak?

Standard

Bagi sebagian besar karyawan, makan siang keluar merupakan aktifitas  umum yang dilakukan saat istirahat tengah hari. Namun terkadang kita tak selalu bisa melakukannya karena berbagai macam alasan yang ujung-ujungnya membuat kita terpaksa ‘skip’ makan siang kita yang tentunya berdampak kurang baik bagi kesehatan. Penyebab yang paling umum antara lain:

  1. Rapat yang melewati jam istirahat, sehingga begitu rapat bubar kita telah ditinggal rekan rekan kita pergi makan. Sementara untuk menyusulpun sudah kepalang malas.
  2. Pekerjaan yang menumpuk dan dikejar dead line yang sangat mepet.
  3. Lokasi kantor jauh dari tempat makan yang memadai.

Bagaimana kalau sekali-sekali kita membawa bekal makan siang kita sendiri? Saya rasa ini bukan pilihan yang buruk. Ada banyak alasan, mengapa membawa bekal makan siang merupakan ide yang baik bagi karyawan:

  1. Memastikan kita memiliki sesuatu untuk dimakan pada saat jam istirahat. Terutama saat kerjaan menumpuk, ditinggal teman gara-gara meeting melewati jam istirahat ataupun akibat lokasi kantor yang jauh dari tempat makan yang memadai.
  2. Lebih irit. Jika harga rata-rata makan siang di wilayah perkantoran  saat ini berkisar dari   Rp 15 000  hingga Rp 50 000 tergantung jenis makanan  yang kita order, lokasi kantor  dan kantin atau restoran tempat kita makan, maka dalam waktu 20 hari kerja, tentu kita sudah bisa menghemat Rp 300 000 hingga Rp 1 juta rupiah per bulan. Jatah uang makan bisa kita kumpulkan dan gunakan untuk keperluan lain.
  3. Lebih sesuai dengan selera kita. Karena kita bisa memasak sendiri atau meminta pembantu rumah tangga untuk mempersiapkan makanan kesukaan kita.
  4. Lebih bersih & hygienis jika kita tahu cara memilih makanannya dan mengemasnya.
  5. Meningkatkan integritas dan menghindarkan diri dari kemungkinan melakukan ‘korupsi waktu’ karena terlambat kembali ke kantor dari makan siang.

Beberapa tips:

  1. Siapkanlah makanan dengan lauk  kesukaan kita dari jenis yang kering dan tidak mudah basi. Misalnya nasi putih dengan kering tempe, kering kentang, tahu goreng, tempe goreng, ayam goreng, telor dadar dan sebagainya.
  2. Pisahkan antara nasi putih dengan lauk.
  3. Tempatkan makanan pada container yang kedap udara dan mampu mempertahankan panas. Jika tidak ada, container biasa dengan penutup pun bisa dimanfaatkan.
  4. Gunakan container dengan penutup yang anti bocor terutama untuk menempatkan sayuran yang berkuah.
  5. Hindarkan makanan yang bersantan. Kalaupun terpaksa dibawa karena tak ada pilihan, pastikan masakan tersebut telah dipanaskan dan segera dikonsumsi segera begitu jam istirahat mulai untuk menghindarkan makanan cepat basi.
  6. Lengkapi makanan dengan sayuran dan buah-buahan untuk mendapatkan cukup serat dan vitamin.
  7. Jika karena suatu dan lain sebab, kita tak sempat memakan bekal makan siang yang kita bawa dari rumah (misalnya karena mendadak ada lunch resmi dari kantor, acara bersama client atau ada rekan kerja yang berulang tahun dan mentraktir kita makan siang, maka tawarkanlah segera bekal makan siang kita itu pada  rekan kerja yang lain – misalnya pada Office Boy/girl yang kebetulan belum memesan makanan, guna menghindarkan diri kita dari membuang buang makanan.