Tag Archives: Vietnam

Mutiara – Setetes Embun Dalam Asuhan Sinar Rembulan.

Standard

Mengenal Mutiara Asli Dan Palsu.Mutiara! Semua wamita tentu menyukai mutiara. Bukan saja karena keindahannya,namun juga karena keistimewaannya. Tidak seperti batu permata lainnya yang baru menunjukkan keindahan optimalnya setelah dipotong, diasah dan digosok-gosok, mutiara sudah terlihat kemilau mempesona sejak diketemukan dari dalam kerang di alam, tanpa perlu mendapatkan perlakukan tambahan apapun dari manusia. Tidak perlu dipotong, tidak perlu digosok atau dipolish. Sudah begitu adanya. Indah dan berkilau.  Itulah sebabnya banyak sekali cerita, legenda ataupun mythos yang pernah didengar manusia tentang mutiara ini. Ada yang mengatakan bahwa mutiara adalah tetes airmata ikan duyung yang tertangkap di dalam kerang. Ada juga cerita yang mengatakan bahwa mutiara adalah tetesan air liur naga yang tertangkap oleh tiram. Ada lagi cerita yang mengatakan bahwa mutiara adalah tetesan embun yang mengembang dalam asuhan sinar rembulan. Masih banyak lagi cerita yang lainnya seputaran mutiara. Read the rest of this entry

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural III.

Standard

Semakin lama menyusuri jalanan bertembok yang didandani dengan lukisan mural itu, semakin saya melihat alangkah banyaknya aliran seni lukis yang bertebaran di sana. Saya tidak bisa menayangkan dan membahasnya satu per satu di sini. Beraneka ragam thema, warna, tarikan garis, maupun sapuan kuas. Mulai yang berkaitan dengan kehidupan Vietnam hingga mancanegara. Mulai dari tanaman, pohon,daun, bunga hingga ke berbagai macam satwa. Masih banyak sekali, hingga proses pembuatan keramik-pun ada juga dipertontonkan di sini.

Hal ini juga semakin memberi saya kesadaran, bahwa kreatifitas kita sebagai manusia, sungguh tiada batasnya. Hendaknya  kita jangan berhenti hanya  pada hal-hal yang selama ini telah biasa kita tekuni saja. Eksplorasi pemikiran kita lebih jauh lagi kepada hal-hal lain di luar itu. Atau lakukan penggabungan beberapa element dari beberapa  aliran ataupun thema, sehingga bisa saja terbentuk sebuah aliran maupun thema baru yang berbeda. Kontemporer ataupun Fusion  – sama indahnya.

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural II

Standard

Ini  masih tulisan yang sama dengan sebelumnya, yakni mengenai mural, seni jalanan di Ha Noi yang terbuat dari keramik. Karena jenis aliran seni dan thema yang digambarkannya sangat banyak, saya memiliki  barangkali ratusan koleksi  foto-fotonya. Tentu saja saya  masih ingin share sebagian dari foto-foto itu di sini. Barangkali ada yang suka melihatnya juga.

Blue Blue Blue…My Love Is Blue..

Ha Noi Ceramics Mural 37Aliran seni  Monochromatis ini cukup menonjol diantara  ratusan atau mungkin ribuan lukisan yang ada. Menjadi menonjol, karena terselip diantara lautan warna warni yang cerah. Sementara lukisan ini hanya menggunakan warna tunggal, yakni biru  (selain putih tentunya). Walaupun masih menggunakan elemen bunga berkelopak lima dengan  benang sari yang sama (cherry blossom/apple blossom/sakura blossom), namun karena digambarkan dalam warna biru yang nyaris monotone, tersirat kesedihan dan perasaan kering kerontang tanpa gairah kehidupan di sana.  Ketika memandangnya, saya membayangkan kedukaan hati seorang gadis yang  ditinggalkan oleh kekasih hatinya . Blue!. Read the rest of this entry

Ha Noi Ceramic Mozaic Mural I – Ketika Seni Jalanan Mendapatkan Tempatnya.

Standard

Slide8Vietnam, memang sangat terkenal dengan keramiknya. Setidaknya itu yang pernah dikatakan seorang teman kepada saya sebelumnya. Saat melintas di tengah kota Ha Noi, seketika saya menyatakan kesetujuan saya.  Bagaimana tidak? Karena di sana saya melihat sebuah jalur sepanjang 4 km dipenuhi dengan gambar mural yang terbuat dari pecahan-pecahan keramik.  Sangat indah. Menurut keterangan guide, lukisan mural di sepanjang jalan kota ini dibuat  mulai tahun 2007  dan selesai tahun 2010 dalam rangka memperingati 1000tahun kota Ha Noi. Read the rest of this entry

Ha Long Bay: Mengunjungi Istana Surga, Gua Thien Cung.

Standard

Stalagtit & Stalagmit 12Salah satu tujuan utama menumpang kapal Cruise di  Ha Long Bay adalah untuk berkunjung ke gua-gua yang sangat banyak ada di sana. Menurut Mr Bon, guide yang mengantarkan kami ada banyak sekali gua kapur di sana, namun yang dibuka resmi untuk wisatawan hanyalah  5 buah. Salah satu diantaranya adalah Thien Cung Cave atau jika diterjemahkan artinya adalah Gua Istana Surga. Ke Gua inilah kami akan berkunjung.

Mulut gua ini berada beberapa belas meter di atas permukaan laut.  Saya sempat ragu-ragu untuk ikut,mengingat  kaki saya yang mudah cramp, lutut yang kadang sakit dan sebelumnya saya mengalami sakit kepala yang luar biasa saat berada dalam bus  di perjalanan dari Ha Noi menuju Ha Long. Saya sadar, bahwa saya sedang tidak terlalu sehat untuk memanjat tebing setinggi itu.  Namun seorang teman memberi saya semangat “Rugi kalau sudah sampai di sini, tapi tidak sempat melihat gua”.

Ya..saya pikir ada benarnya juga. Apalagi saat itu kepala saya sudah mulai berkurang rasa sakitnya. Kenapa saya harus membiarkan diri saya lemah tak berdaya. Akhirnya setelah bertanya kepada guide  mulai dari  jumlah tanjakan yang harus saya lalui agar bisa sampai di mulut gua hingga apakah ada pedagang air minum di atas sana, sayapun membulatkan tekad saya untuk mendaki bukit batu kapur itu. Saya membeli air minum sebotol di tepi pantai, lalu dengan hanya membawa kamera saja, berangkatlah saya ke atas.

Stalagtit & Stalagmit 3Ternyata pendakian ke mulut gua itu tidak sesulit yang saya bayangkan. Walaupun tempatnya di tebing yang tinggi, namun jalan menuju ke mulut gua itu sudah dikelola dengan baik. Ada banyak tanjakan dengan pegangan yang sangat membantu pengunjung untuk mendaki. Saya juga bisa berhenti di tengah jalan setiap saat jika perlu. Menyisih sebentar untuk membiarkan kaki dan nafas saya istirahat sejenak,  sambil melemparkan pandangan ke arah laut dan melihat kapal-kapal yang berlalu lalang,  sebelum mendaki kembali. Sehingga tanpa terlalu merasa kelelahan, tibalah saya di mulut gua.

Begitu melewati lorong pintu masuk yang tingginya pas seukuran lelaki dewasa, saya  merasa tercengang dengan keindahan pemandangan yang ada.  Ruangan gua yang sangat besar. Mirip sebuah aula besar tempat diadakannya pesta pernikahan mewah.  Batu-batu yang  turun menjuntai dari atas dan tumbuh dari bawah menghiasi  ruangan gua itu. Itulah Stalagtites dan Stalagmites yang diajarkan di buku-buku Geography waktu di SD atau di SMP dulu. Selain cahaya yang masuk dari beberapa lubang yang secara alami ada di gua itu, gua itu juga dibantu dengan beberapa lampu warna-warni  merah, jingga, kuning, putih, hijau, ungu dan biru yang sangat mengesankan.  Berada di dalam gua itu terasa seperti sedang berada di dalam sebuah theatre raksasa. Sama sekali tidak terasa gelap. Seorang teman berkata, gua semacam ini juga bisa kita temukan di pesisir pantai Pulau Jawa, tapi sayang belum dikelola dengan baik oleh pemerintah kita, sehingga belum banyak mampu menarik wisatawan.  Sayang sekali.

Stalagtit & Stalagmit 4Udara di dalam gua juga sangat sejuk seperti berada di dalam ruang ber AC. Jauh sekali dari bayangan saya akan gua yang panas dan lembab yang penuh bau amonia dari kotoran kelelawar dimana ular berbisapun hobby nongkrong di sana. Gua ini benar-benar bersih dan sejuk.Tidak ada sedikitpun coretan-coretan vandalisme di sini.  Beberapa bagian dasar gua yang saya lintasi ada juga yang terasa basah dan agak licin akibat tetesan tetesan air yang jatuh dari atap gua. Jadi, saya juga berjalan harus sedikit berhati-hati jika tidak mau terpeleset.

 Saya memperhatikan berbagai macam bentuk dari Stalagmites yang tumbuh dari lantai gua akibat tetesan air yang mengandung batu kapur dari atap gua. Ada yang berbentuk cendawan, mirip kol atau brokoli yang bertingkat-tingkat, ada yang mirip patung orang-orang suci atau ksatria, ada juga yang hanya sekedar meruncing ke atas.  Saya meraba beberapa stalagmites itu dengan tangan saya dan merasakan batu itu sangat keras dan kokoh.  Lalu dari atap gua menggantung beratus-ratus Stalagtites. Bentuknya juga sangat beragam. Kebanyakan mirip tirai-tirai kain, tapi jika kita perhatikan dengan seksama , ada juga yang bentuknya mirip  singa yang sedang mengaum. Dab jika kita perhatikan semakin jauh lagi  ornamen alam di gua itu secara keseluruhan malah kita bisa menemukan ada yang  mirip wajah manusia, mirip burung elang dan sebagainya. Secara kesuluruhan gua Thien Cung ini terlihat sangat indah dan menarik. Tidaklah mengherankan jika ia diberi nama Gua Istana Surga alias Thien Cung.

 Melihat alam yang sedemikian indah dan  membayangkan kekuatan geology yang membentuknya, betapa saya merasa sangat kecil dan tidak tahu apa-apa di hadapanNYA. Sangat bersyukur, saya diberi kesempatan untuk melihat salah satu keajaiban alam ini.

Ha Long Bay: Pulau-Pulau Batu Karang Yang Menawan.

Standard

Ha Long Bay Stone Islet 6Kapal yang saya tumpangi terus berlayar dan mulai mendekati pulau-pulau batu yang tampak bertebaran di depan kami. Saya bergegas menghabiskan makan siang saya,lalu berjalan ke deck kapal. Air laut sangat tenang siang itu. Angin laut bertiup semilir dan sejuk. Kabut tipis menyelimuti perairan laut indah itu. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan.  Batu-batu karang tampak mencuat muncul dari permukaan laut mirip duri-duri di punggung naga.  Bertebaran dalam jumlah yang sangat banyak. Menurut guide yang mengantarkan kami, jumlahnya adalah 1959 buah. Wow! Dan Ha Long Bay yang terletak di Teluk Tonkin ini merupakan salah satu area yang diresmikan sebagai “UNESCO world Heritage Site “  pada tahun 1994. Read the rest of this entry

Menuju Ha Long Bay.

Standard

sawah yang menghijauHari berikutnya di Vietnam Utara diisi dengan perjalanan ke Ha Long Bay.  Perjalanan ditempuh selama sekitar 4 jam. Melalui jalan utama Vietnam yang  menurut guide kami jika diteruskan akan menuju ke China.  Saya mendengar angka kecelakaan di jalur ini sangat tinggi, sehingga pemerintah menerapkan peraturan dilarang ngebut. Bus hanya boleh berjalan dengan kecepatan yang sangat rendah di jalur ini.  Sehingga jalur  Ha Noi – Ha Long yang sesungguhnya tidak terlalu jauh itupun hanya bisa kami tempuh dalam waktu yang cukup panjang.  Tapi tidak apa-apa,karena selain bagus untuk keselamatan banyak juga yang bisa kami lihat di jalanan.

Satu hal yang menarik adalah hamparan sawah yang luas nan menghijau di kiri kanan di luar kota Ha Noi. Bebek bebek terlihat banyak berjemur di pinggir sungai. Para petani yang sedang sibuk bekerja di sawah, para wanita yang mengangkat hasil pertanian dan  mengangkutnya dengan sepeda. Mengingatkan akan pedesaan di Indonesia yang dulu juga subur dan hijau oleh hamparan sawah.  Udara yang sejuk dan air yang melimpah, membuat pertanian merupakan bidang yang sangat sukses di Vietnam. Jadi terbayang wangi beras Vietnam yang dihasilkan oleh sawah-sawah berair jernih ini. Read the rest of this entry

Ha Noi: Blusukan Di Pagi Hari.

Standard

Pedagang DI Hanoi 11

Seorang teman yang  sebelumnya pernah mengunjungi Ha Noi mengajak saya untuk blusukan ke pasar traditional pada suatu pagi. Menurutnya ia pernah berjalan dari arah Danau West Lake, masuk menyusuri gang-gang yang ada, melihat-lihat pemandangan kota Hanoi yang lama hingga tanpa sengaja menemukan pasar traditional itu. “Wah..bagus banget. Banyak sekali pedagang bunga-bunga dan sayuran menggelar dagangannya “ Ujarnya. Teman saya itu kebetulan memang sangat menyukai photography.  Spesalisasinya membuat  pemandangan yang bagi kita orang awam sangat kumuh, kotor dan busuk menjadi sangat indah dan mengesankan dengan jepretan kameranya.  Dengan penuh semangat sayapun mengikutinya. Read the rest of this entry

Cuci Mata: Asia Art Fusion Pada Keramik Vietnam.

Standard

Ketika menikmati sarapan pagi di hotel,  teman saya tertarik kepada sebuah teko di atas meja yang digunakan untuk menghidangkan teh bagi kami.  Saya jadi ikut mengamati teko itu. Teko cantik berbahan keramik. Dengan finishing coklat kelam mirip perunggu dan gagang dari logam. Terlihat sangat etnik dan elegant. Contoh sebuah ‘fine art’ yang tak akan saya lupakan. Teman saya rupanya juga jatuh cinta pada teko itu. Saya menghiburnya dengan mengatakan nanti kalau punya waktu, kita cari teko sejenis di toko-toko atau di pasar yang akan kita kunjungi. Namun sayang, hingga kami pulang kembali ke tanah air,  teko dengan buatan seindah itu tak berhasil kami temukan. Sayangnya pula, saya lupa mengambil gambar teko itu. Read the rest of this entry

Cuci Mata: Lukisan Vietnam.

Standard

Cemerlang Di Atas Kelam.. 

 

 Memanfaatkan waktu perjalanan ke Tan Son Nath International Airport  dari HoChi Minh City, saya berhenti sebentar di sebuah artshop kecil.  Di tempat ini, saya justru menemukan lukisan bergaya lokal yang original. Sang pelukis, seorang pria Vietnam yang tidak berbahasa Inggris, melukis di tokonya yang kecil. Sementara istrinya melukis payung di sebelahnya. Toko kecil yang berlokasi di pinggir jalan itu, memuat puluhan lukisan hasil karyanya. Kebanyakan lukisan tradisional, namun sebagian ada juga karyanya yang dipengaruhi oleh aliran barat dan negara tetangganya seperti China dan Thailand.  Pelukisnya juga kelihatan menerima order untuk membuat duplilaksi lukisan. Bahkan tiruan Monalisa-nya Leonardo da Vinci pun ada juga dipajang di dinding toko itu. Tapi tentu saja saya datang ke toko itu hanya  untuk melihat lukisan tradisonal Vietnam saja. Sayang saya lupa menanyakan nama artist itu. Read the rest of this entry