Tag Archives: Virus

Corona Virus Dan Kita.

Standard

Per tanggal 8 Maret kemarin pemerintah mengumumkan dengan resmi sudah ada 6 kasus positive Corona Virus di Indonesia.

Walaupun sebagian ada yang tenang-tenang saja, tetapi sebagian besar merasa was was hingga merasa harus selalu menggunakan masker kemana mana, selalu waspada jika harus bersalaman dengan orang lain dan menghindari tempat-tempat keramaian.

Lebih parah lagi adalah mereka yang tiba tiba panik memborong Mie Instant dan beras dari Supermarket begitu mendengar pengumuman pemerintah tentang kasus Corona pertama di Indonesia. Mereka khawatir kehabisan bahan pangan jika diborong orang lain yang juga panik. Padahal yang memborong adalah mereka sendiri, sehingga orang lain tidak kebagian 😀😀😀.

Jika saya baca, angka mortalitas virus yang biasa disebut COVID -19 ini sesungguhnya tidaklah terlalu tinggi. Pada tanggal 3 Maret 2020, WHO mengatakan hanya 3.4%. Angka ini jauh dibawah angka mortalitas wabah wabah virus yang mendunia sebelumnya. SARS & MERS contohnya memiliki angka mortalitas antara 10%-35%. Sedangkan virus Ebola memiliki angka mortalitas yang jauh lebih tinggi lagi yakni 25% – 90% tergantung outbreaknya.

Poin saya di sini adalah ketakutan dan kepanikan kita ini sesungguhnya jauh di atas yang seharusnya.

Namun demikian memang tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan menjaga diri dengan baik. Mengingat bahwa tingkat penyebaran virus ini sangat cepat dan luas. Terutama bagi mereka yang dalam kegiatannya sehari-hari berhubungan dengan orang asing terutama yang berasal dari negara-negara dengan tingkat jangkitan COVID -19 yang tinggi.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan antara lain :

1/. Pertama, ya jangan panik. Borong sembako bukanlah pilihan yang tepat. Karena selain membuat orang lain yang membutuhkan jadi nggak kebagian, juga membuat harga sembako jadi meningkat nggak perlu.

2/. Usahakan mengurangi kebiasaan menyentuh hidung, mulut dan mengusap mata. Daerah wajah, terutama saluran pernafasan adalah pintu masuk virus ke dalam tubuh kita.

3/. Sering sering cuci tangan dengan Sabun Pencuci Tangan ataupun dengan Hand Sanitizer. Karena pada dasarnya Virus akan rusak oleh bahan pelarut lemak seperti misalnya sabun, alkohol dan sebagainya.

4/. Minimalisir kontak langsung dengan teman dari negara yang berkasus Corona. Jika ada meeting atau pertemuan lain dengan teman dari negara lain yang positif sebaiknya diundur jika memungkinkan. Saya juga melakukan hal ini.

Jika pertemuan tidak bisa dibatalkan, mungkin ada hal lsin yang bisa dihindarkan. Seperti pelukan, cipika-cipiki dan ada baiknya juga tidak bersalaman. Mengisolasi diri bukan berarti diskriminasi. Menghindari salaman juga bukan berarti kita sombong dan meningikan diri.

Salah seorang kenalan saya yang datang dari Amerika bulan lalu, juga tidak menyalami saya seperti biasanya. Hanya mencakupkan tangannya dan mengucapkan “Namaste”. Tidak apa apa. Saya tidak tersinggung, justru senang dengan caranya untuk berusaha ikut menghindarkan kita semua dari kemungkinan tertular virus.

Di Bali pun biasanya kami tidak bersalaman jika bertemu orang lain. Cukup mencakupksn kedua tangan di dada dan mengucapkan salam ” Om Swastiastu”. Nah salam jenis begini memang ada baiknya juga dalam mengurangi potensi tertular virus.

5/. Minimalisir atau tunda perjalanan ke/melalui negara yang memiliki kasus Corona tinggi.

Nah… bagaimana jika kita kepalang kontak dengan teman dari negara yang kasus Corona nya tinggi sementara kita tidak tahu teman kita itu terjangkit atau tidak?.

Seorang teman saya mengalami kejadian itu. Ia menerima seorang tamu kantor dari negara yang punya kasus positive Corona, ia sempat duduk bersamanya dalam sebuah meeting dan kemudian ia juga pergi bersamanya untuk melihat lihat pasar di Jakarta. Apa yang teman saya lakukan untuk memastikan bahwa ia tidak tertular virus Corona?.

Baik teman saya dan tamunya itu sepakat untuk saling mengabari apakah masing-masing ada mengalami gejala-gejala umum Corona, seperti demam, batuk dan rasa sesak . Mereka terus saling berkabar dan tidak berhenti sebelum masa inkubasi Covid -19 itu terlewati.

Saya tertawa mendengar cerita teman saya itu. Tetapi dalam hati saya membenarkan apa yang ia lakukan itu.

Begitulah serba-serbi virus Corona. Semoga kita semua terhindar dari serangannya.

Salam sehat untuk kita semua.