Tag Archives: White

GARDEN UPDATE: GARDENIA.

Standard
Gardenia alias Bunga Jempiring, alias Kacapiring.

Tidak pergi kemana-mana dan hanya diam di rumah saja, saya memandang bunga bunga Gardenia yang bermekaran menebar wangi di halaman.

Gardenia alias Bunga Jempiring atau Bunga Kacapiring adalah perdu dekoratif dengan daun hijau gelap dan bunga berwarna putih bersih yang sangat harum.

Ada banyak parfum kelas dunia yang menggunakan Gardenia Oil sebagai salah satu ingredient-nya yang memberikan wangi yang soft, creamy dan elegan.
Bunganya yang kuncup begitu mulai mekar, tercium semerbak sedikit greeny dan sangat menarik. Ketika mekar penuh, wanginya semakin elegan, creamy dan agak laktonik. Menariknya, meskipun mulai layu, bunganya tetap meninggalkan jejak wangi.

Dari sisi Olfactive, wangi bunga ini masuk ke dalam golongan “White Flower”. Dalam wangi bunga Gardenia ini terkadang kita bisa mencium samar-samar wangi bunga Lily, Kily of The Valley, wangi bunga Mawar dan wangi bunga Kenanga.

Walaupun ada sedikit tercium samar samar wangi bunga lain dalam wangi Gardenia, tetapi mengapa wangi Gardenia sangat unique dan elegan?. Itu karena kandungan alpha methyl benzyl acetate yang sangat unik dan hanya bisa ditemukan di alam pada bunga Gardenia segar yang sedang mekar. Itulah sebabnya mengapa kwalitas parfum dari bunga Gardenia ini selalu istimewa.


Di halaman rumah saya ada cukup banyak bunga Gardenia. Ada yg kuncup, mulai setengah mekar, sedang mekar, kelewat mekar hingga yang sudah mulai layu. Tapi wanginya tetap semerbak.

Bunga ini adalah bunga kesayangan ibu saya. Bapak saya menanamnya di tepi kolam di halaman rumah kami. Saya ingat Ibu suka menyelipkan bunga ini disanggulnya jika sedang berkebaya, atau menyelipkannya di bawah bantalnya. Itu sebabnya mengapa bantal tidur ibu saya selalu wangi.

Untuk mengenangnya, saya menanam 3 batang di halaman dan kadang juga ikut menyelipkan bunga wangi ini di bawah bantal saya.
Wanginya sangat lembut dan elegan.

Namaku Dessy! Putih, Cantik Dan Menawan…

Standard

Beberapa orang teman saya bernama Dessy, Daisy atau Desi.  Wanita, tentu saja! Dan umumnya cantik-cantik. Tentu saja kita tahu bahwa nama  para wanita cantik itu diambil dari nama bunga. Yakni bunga Daisy.  Daisy atau Oxeye Daisy (Leucanthemum vulgare) adalah bunga cantik menawan berwarna putih bersih dengan pusat berwarna kuning dari keluarga Asteraceae. Disebut dengan Oxeye Daisy, barangkali karena memang kepala bunga ini mirip mata sapi jika sudah mulai menua. Jika masih muda dan baru mekar, bunga Daisy memiliki kepala bunga (pusat bunga) yang berwarna kuning dengan pola teratur. Mirip sekali dengan pola yang dimiliki bunga Matahari. Namun dalam ukuran kecil. Mahkota bunganya sendiri berwarna putih bersih dan melingkar di sekeliling pusat bunga yang kuning. Jumlah mahkotanya cukup banyak. Bervariasi antara 25-35 lembar.  Kalau kita ukur, barangkali diameter bunganya sekitar  5 centi meter.  Tergantung subur tidaknya tanaman ini. Read the rest of this entry

White Lace Crochet…Renda Putih Yang Romantis.

Standard
White Lace Crochet…Renda Putih Yang Romantis.

Renda Putih! Entah kenapa saya sangat menyukainya. Di mata saya renda ini sangat cantik, feminine dan romantis. Saya suka membuatnya dan melihat ruangan yang perabotannya dilapis dengan renda putih. Namun sayang, dengan kesibukan dan banyaknya waktu dihabiskan untuk hobby yang lain, belakangan ini saya sudah semakin jarang membuat renda. Read the rest of this entry

Zepyranthes, Si Lily Hujan Nan Jelita, Penghias Padang Rumput

Standard

Ketika kecil , setiap hari Minggu saya paling suka menonton  film seri ‘Little House On The Prairie’ yang mengisahkan kehidupan Laura Ingals Wilder, tokoh yang sangat menarik hati saya. Hingga berpuluh puluh tahun kemudian saya masih terbayang suasana padang rumput yang digambarkan dalam film itu berikut sound tracknya. Entah kenapa, gambaran rumput yang luas terhampar  dengan bunga bunga liar kecil di latar depan  selalu terbayang di angan saya.  Bunga kecil dan  rumput yang terhampar! Sungguh dua hal yang sangat memukau.

Saat ini, dengan kondisi halaman rumah yang tidak seberapa luas, saya masih tetap mengangankan keindahan hamparan rumput dengan bunga-bunga kecil yang bermekaran. Maka Zepyranthes, atau yang di kenal dengan nama Lily Hujan kemudian menjadi pilihan favorit saya untuk di tanam di halaman. Anehnya, setiap kali memandang bunga ini dan hamparan rumput di sebelahnya, saya sering teringat akan film Little House On The Prairie itu.. walaupun jelas-jelas yang digambarkan di sana adalah bunga kecil liar padang rumput.

Zepyranthes, yang kita temukan beredar di pasaran bunga di Indonesia umumnya berwarna pink dan putih. Ada juga yang berwarna kuning. Belakangan ini, ada juga saya lihat jenis yang berbunga sedikit lebih besar (pink) ikut beredar.

Zepyranthes ini merupakan salah satu tanaman hias jenis umbi dari keluarga bawang-bawangan yang sangat mudah ditanam dan tergolong sangat rajin berbunga asalkan memenuhi dua sarat utama: cukup air dan cukup sinar matahari. Saya sangat menyukai bunganya yang putih. Tampak anggun, putih besih seperti bintang kejora yang menyembul diantara daunnya yang hijau bersih.

Menanam Zepyranthes sangat mudah. Cukup dengan memecah anakan umbi/ memisahkan dari umbi induknya dan kemudian ditanam di tanah yang digali dangkal.  Gunting daun lily hujan untuk mengurangi tampilan yang kurang indah karena daunnya yang langsing panjang  cenderung rebah saat baru ditanam. Beberapa saat kemudian kita akan kita lihat tanaman ini segera berdaun kembali dan berbunga. Kecil-kecil dan sangat indah. Apalagi saat musim hujan. Bunganya biasanya bertambah banyak . Mm… mungkin itu sebabnya, mengapa si jelita ini disebut Lily Hujan.

 

 

White Lace Crochet..

Standard

Renda dari benang putih selalu terlihat cantik, anggun dan abadi sepanjang jaman.  Renda putih ini sudah kita temukan ada sejak kita lahir di rumah orang tua/nenek kita, dikerjakan pada waktu senggang sambil menjaga anak atau mengisi ketenangan sore hari.  Merenda merupakan pelajaran ketrampilan yang saya pelajari saat di bangku Sekolah Dasar, di Bangli, Bali – yang pada saat itu saya tak pernah menyangka akan tetap bisa ingat cara membuatnya hingga kini.  Betapa tidak, saat itu guru saya mengajarkan langkah demi langkah secara lisan sambil memberikan contoh sekait dua kait dan sama sekali tanpa menggunakan pola yang bisa kita lihat dalam gambar, lalu meminta murid-muridnya mengulangi langkah langkah berikutnya dengan hanya menggunakan logika matematika sederhana.  Menambah 1 rantai pendek, menambah rantai panjang penuh, mengosongkan, dsb. Jadi design itu semuanya ada dalam kepala kita dan guru kita. Tidak ada blue-printnya sama sekali. Tapi semuanya itu sangat menyenangkan dan sangat berguna, karena dengan demikian tanpa kita sadari kita diajarkan untuk mendesign renda secara kreatif dalam benak kita. Kita jadi bisa membayangkan sebuah bentuk renda sebelum renda itu benar-benar tercipta. Kadang kadang kita baru memikirkan designnya sambil jalan, saat lingkaran atau baris pertama renda sudah dibuat dan  atau membiarkan pola terbentuk otomatis secara natural melalui jari kita tanpa intervensi otak.

Belakangan, setelah saya tinggal di Jakarta dengan mudah saya bisa mendapatkan pola-pola renda dari buku-buku kewanitaan yang banyak tersebar di toko-toko buku. Namun demikian, saya tetap lebih menyukai renda yang terbuat dari benang putih yang klasik dan anggun.