Tag Archives: Wild Animals

Garangan, Kehidupan Liar Di Belakang Rumah.

Standard

MusangAkhir pekan ini, saya sedang menengok mertua di Sukabumi. Rumah kami sebenarnya bisa dibilang terletak di kota, karena lokasinya tak begitu jauh dari lapangan kotamadya maupun kantor pusat pemerintahan.

Di belakang rumah terdapat tanah  yang kosong yang lumayan luas. Bekas sawah yang dikeringkan yang akan dijadikan perumahan. Sayang sekali. Biasanya saya suka duduk-duduk di lantai atas sambil melepaskan pandangan saya ke sawah-sawah itu. Atau kadang-kadang saya bermain-main dengan anak saya ke sana. Melihat ikan, kodok, belalang, burung dan sebagainya. Dan jika kelak sawah itu telah menjadi perumahan, tak ada ada lagi yang bisa saya pandang kecuali atap dan tembok-tembok bangunan. Apa boleh buat. Saya tidak bisa menghentikan lajunya perkembangan kota.

Sekitar pukul sembilan pagi, saya melihat ada sesuatu yang bergerak-gerak di tengah gulma yang sekarang menyemak di tengah sawah yang tak berpadi itu.Jaraknya sekitar 10 meter dari tempat saya berdiri. Seekor binatang seukuran kucing namun lebih panjang dan langsing tampak menyeberang cepat. Ekornya tampak panjang berwarna kemerahan. Ia lalu bersembunyi di dalam sebuah lubang di semak gulma itu. Rupanya di sana rumahnya. Saya melihat sebenarnya  tanah sawah itu basah, karena air dari got sawah tetap mengalir ke sana, walaupun sawah itu tidak lagi ditanami padi.

Saya melihat ke arah lubang tempatnya bersembuyi. Kelihatan ia mengintip saya dari balik rerumputan yang menutupi lubang itu. Mimik mukanya sangat lucu. Matanya bulat tak berkedip. Seolah-olah ingin tahu tindak tanduk saya. Lama ia berbuat begitu. Karena saya tidak melakukan apa-apa, iapun sesekali menoleh ke arah lain, barangkali untuk memastikan bahwa tidak ada manusia lain yang melihatnya selain saya sendiri. Laalu ia menoleh lagi ke saya dengan tatapan bola matanya yang bulat dan berwarna coklat terang. Ha ha..Saya jadi ingin tertawa dibuatnya.

Walaupun saya juga ingin tahu, tapi saya  memang tidak berniat mengganggunya. Jadi saya biarkan saja ia mengintip saya, sebelum akhirnya ia bosan lalu masuk jauh ke dalam lubangnya. Sayang saya tak punya kesempatan memotretnya full seluruh tubuhnya.  Karena pada saat ia terlihat penuh badannya, saya sedang tidak membawa kamera.

Itulah Musang Garangan atau sering juga disebut dengan Garangan Jawa atau Javan Mongoose (Herpertes javanicus). Binatang berukuran kecil ini merupakan salah satu keluarga Herpestideae,binatang pemangsa yang suka berburu tikus di sawah. Saya pikir, jika  misalnya binatang ini ditimbang paling banter beratnya cuma 1 kg.  Saya sangat terkesan akan warnanya yang sangat merah. Terutama ekornya yang berbulu tebal.

Sebenarnya Pak Tani diuntungkan juga dengan adanya Garangan ini. Selain makan tikus, Garangan juga suka memakan kodok, ular, burung, dan sebagainya. Giginya tajam memang didesain untuk memangsa binatang-binatang itu. Binatang ini sangat tangkas dan pemberani. Saking tangkasnya, ia bahkan diinformasikan sangat ahli dan beani melawan ular kobra hidup-hidup.

Menurut beberapa orang, garangan ini memang kerapkali berkeliaran terutama pada malam hari. Dan bahkan suka mengganggu ayam orang di kandangnya.

Kehidupan liar!

Siapa yang bilang bahwa kita harus pergi ke dalam hutan atau ke Kebun Binatang agar bisa melihat kehidupan liar? Ternyata tidak juga. Sebenarnya kita bisa melihat kehidupan liar tak jauh dari tempat kita berada.

Dokter Hewan Wita: Born Free To Follow Your Heart…

Standard

Pernah suatu kali saya dan  anak-anak terlibat obrolan tentang Jalak Bali yang populasinya sangat kritis dan tentang  satwa lain  yang dilindungi keberadaannya di Indonesia seperti misalnya Harimau, Komodo, Badak Jawa, Babirusa, Burung Cendrawasih, Trenggiling, Orangutan dan sebagainya. Binatang-binatang ini dilindungi di negara kita. Dan kita dilarang menangkap, memperjual-belikan ataupun memeliharanya di rumah.  “Kalau ada yang ketahuan berburu atau memelihara di rumahnya, bagaimana?” tanya anak saya. “Ya ditangkap dan  dihukum. Binatangnya disita” kata saya. Berikutnya anak saya mempertanyakan tentang nasib binatang-binatang sitaan itu. Apakah dipelihara lagi oleh petugas? Atau dilepaskan kembali ke hutan? Read the rest of this entry

Harimauku! Harimaumu!

Standard

Jika kita membawa anak-anak ke Kebun Binatang maupun ke tempat wisata safari, Harimau atau Macan, adalah salah satu binatang yang paling mendatangkan rasa penasaran dan sekaligus  menegangkan. Semua orang merasa takut. Tapi semua orang sangat ingin tahu. Sebagai orangtua kewaspadaan kitapun jadi meningkat saat anak-anak mendekati arealnya. Walaupun demikian, rasanya saya tak pernah kapok-kapok membawa anak-anak saya ke Taman Safari atau ke Kebon Binatang  untuk memuaskan keingintahuan mereka akan binatang yang bernama harimau ini. Read the rest of this entry

Mengajak Anak Melihat Binatang Liar Dari Dekat.

Standard

Melihat-lihat binatang liar memberikan tambahan pengetahuan bagi anak, selain apa yang telah didapatkannya dari bangku sekolah. Tempat terbaik untuk melihat binatang liar pada saat ini adalah di Kebun Binatang ataupun di tempat wisata fauna seperti misalnya di Taman Safari.