Blue Water Lily atau si bunga Tunjung Biru atau Teratai Biru ( Nymphaea caerula) adalah salah satu tanaman air yang sangat indah . Di Bali, tanaman yang bekelopak bunga berwarna biru ini dianggap sebagai salah satu tanaman suci yang umum digunakan dalam persembahyangan untuk menghormati Dewa Wishnu sebagai salah satu sinar suci Tuhan Yang Maha Esa yang fungsinya sebagai pemelihara dan pelindung alam semesta dan sekalian mahluk di dalamnya.

Seorang teman juga mengatakan, ‘jangan lupa berdoa sebelum memetiknya”. Teman lain bahkan menyarankan kalau tanaman ini baik ditanam di halaman depan rumah, sehingga jika ada seseorang yang berniat tidak baik, maka ia akan lupa akan keinginan buruknya saking terpukaunya memandang keindahan bunga ini (jika ia maling, maka ia lupa akan niatnya mencuri, jika ia perampok maka lupa akan keinginannya untuk merampok karena konon sekarang hatinya mulai penuh dengan keindahan). Entahlah kebenarannya. Namun yang jelas bunga ini memang sangat indah dipandang.

Namun demikian, penyucian terhadap bunga ini tidak hanya terjadi di Bali, namun juga di India dan di Mesir dimana konon tanaman ini berasal, sehingga tidak heran kalau bunga inipun sering disebut sebagai Egyptian Sacred Blue Lily atau Indian Sacred Blue Lotus. Bunga umumnya mekar di pagi hari hingga siang hari. Namun di sore hari saat matahari mulai condong ke barat, umumnya bunga Tunjung Biru ini mulai istirahat dengan menguncupkan kelopaknya. Kelopak bunganya berwarna biru cerah, sedangkan putik dan sarinya berwarna kuning yang membuat keseluruhan bunga terlihat indah mengagumkan.

Menanam dan Memelihara Teratai Biru.

Memelihara bunga ini sebenarnya cukup mudah. Tinggal mencabut anakan bunga teratai ini yang umumnya muncul banyak di sekitar indukan bunga teratai yang sudah dewasa. Anakan ini biasanya tumbuh dari biji bunga teratai yang sudah tua dan tenggelam ke dasar kolam. Sebelum menanam anakan, siapkan terlebih dahulu wadahnya. Untuk hasil maksimal, gunakan wadah yang tepat. Mengingat bahwa tanaman ini cenderung tumbuh dari tengah dan melebarkan daun-daunnya ke segala arah dan pemandangan terindah kita akan dapatkan jika memandangnya dari sisi atas, maka wadah yang disarankan untuk menanam tanaman teratai ini adalah pot tanah/tembikar yang pendek serta bermulut lebar (diameter min 1 meter dan tinggi kurang lebih 0.5 meter). Pot yang sempit dan tinggi, membuat pertumbuhan tanaman ini terbatas dan keindahannnya tidak bisa kita nikmati dengan maksimal. Selain pot tembikar, pot batu maupun semen yang sudah ditutup agar terlihat natural juga disarankan.

Untuk menanam ananakan, isi wadah dengan lumpur sawah atau lumpur kolam, lalu tanam anakan yang sudah berdaun 2 -3 lembar. Agak tekan akar tanaman ke dalam lumpur agar tidak lepas dan bergoyang, kemudian jika sudah baik kedudukannya maka alirkan air ke dalam pot perlahan. Atur daun teratai dengan hati hati agar rapi. Tanaman ini sangat menyukai matahari langsung. Oleh karenanya tempatkan tanaman di tempat terbuka agar tumbuh maksimal. Berikan pemupukan secara teratur, terutama jika tanaman mulai kerdil. Jangan lupa menebarkan anak ikan untuk mencegah berkembangnya jentik- jentik nyamuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s