Corat -Coret Dua Generasi.

Standard

image

Malam minggu kemarin tak punya acara khusus. Paling enak melewatkan waktu dengan anak-anak. Ngapain ya?
Aha!. Ada kertas gambar, pensil dan drawing pen. Bakalan seru juga nih…
Nah, apa jadinya jika ibu dan anak disodorin kertas gambar dan drawing pen? Ya..pasti corat -coretlah!. Saya dan anak saya sama sama senang mencorat coret. Tentunya corat coret yang sehat -bukan corat coret tembok orang.

Menghabiskan waktu beberapa menit bersama-sama, untuk mencoret suka -suka yang ada di pikiran kita, ternyata hasilnya jauh berbeda…
Begini nih jadinya.

image

Gambar saya…generasi lawas.
Corat coret saya dipenuhi bunga dan kupu-kupu.

image

Gambar anak saya…generasi anyar.
Corat coretnya dipenuhi dengan hal-hal yang menjadi kesukaannya: Anime, Dota, uang untuk nembeli burger, sleep, impiannya untuk menjadi “the maker”, kucing, dan lain sebagainya. Saya tercengang melihat apa yang ia coretkan di atas kertas.
Kreatifitas grafis yang baru. Yang sangat ekspresif dan berbeda alirannya dengan saya yang datang dari generasi di mana Titiek Puspa dan Mak Wok masih bermain operette.

Kegiatan mencorat coret, sebenarnya adalah kegiatan  memindahkan “drama” yang terjadi di pikiran kita ke atas kertas. Apa saja yang melintas di kepala. Tanpa harus khawatir coretannya bagus atau tidak. Mau diapresiasi orang lain atau tidak. Wong judulnya hanya menyenang-nyenangkan hati kita sendiri saja.

Daripada bengong. Yuk kita corat coret..

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s