Monthly Archives: November 2012

Maldivian Art: Oil’s Drops On Water.

Standard

Pernahkan anda melihat tetesan-tetesan minyak tanah yang tumpah dan mengambang di air? Ada rasa nyesek dan sedih kelita kita melihatnya, karena memikirkan pencemaran yang terjadi dan tentu saja merasa sayang kalau  memikirkan berapa rupiah yang terbuang percuma begitu saja akibat tumpahan minyak itu. Namun jika kita perhatikan baik-baik, kadang-kadang tumpahan minyak meninggalkan bentuk-bentuk berupa bulatan, lonjong, garis lengkung, gelombang dan sebagainya yang cukup indah juga. Apalagi terkadang kita melihat kilauan warna biru, hijau, pink dan sebagainya yang bercampur baur. Sehingga secara keseluruhan terkadang kita melihat image-image yang mencengangkan juga darinya.  Saat SD, saya juga ingat pernah diajak oleh guru saya melakukan ‘expriment seni’ dengan menumpahkan Cat berberapa warna di dalam sesember air, mengaduknya lalu menempelkan kertas gambar di atas permukaannya. Kami biarkan hingga kering,maka terciptalah lukisan-lukisan indah yang menakjubkan. Sangat menarik!. Read the rest of this entry

Advertisements

Maldivian Art : Sea Inspirations.

Standard

Saya selalu senang melihat-lihat lukisan. Lukisan bagi saya adalah ekspresi alam imajinatif sang seniman yang ditransfer ke dunia nyata sehingga bisa ditangkap oleh orang lain. Kemanapun saya pergi, mata saya seolah selalu terhipnotis oleh pesonanya. Begitu juga ketika saya berada di Maldives. Begitu memasuki sebuah artshop, maka mata saya lagsung terpaku pada berbagai lukisan yang tergantung di dinding. Saya senang melihat gaya lukisan yang berbeda-beda dari satu seniman ke seniman lainnya. Dari satu tempat ke tempat lainnya.Dari satu gaya lukisan ke gaya lukisan lainnya. Semuanya terasa memperkaya pengalaman bathin saya. Read the rest of this entry

Maafushi: Hidup Damai Tanpa Keserakahan.

Standard

Sebelum saya melanjutkan cerita tentang perjalanan saya di Maafushi, mungkin ada baiknya saya bercerita sekilas tentang Maldives terlebih dahulu. Negara ini terletak di Samudera Hindia, di bawah ujung India. Terdiri atas gugusan pulau-pulau Atoll yang berjumlah 26 buah. Setiap lingkaran Atoll terdiri atas ratusan pulau-pulau kecil, sehingga jika ditotal, jumlah pulau yang membentuk negara Maldives itu kurang lebih 1 200 –an. Namun tidak semua dari pulau itu berpenghuni. Barangkali hanya 200 an buah saja yang didiami manusia. Sisanya adalah pulau-pulau kecil yang kosong. Bahkan diantaranya ada yang hanya bantaran pasir putih belaka. Oleh karena itu, barangkali Maldives adalah negara Asia yang paling kecil dari sudut jumlah penduduk dan luas daratannya.

Pulau Maafushi tempat saya menginap adalah salah satu dari gugusan pulau-pulau yang terdapat pada rantai Atoll yang bernama Kaafu Atoll. Pulau ini berukuran sangat kecil. Memiliki panjang 1 kilometer dan lebar 200 meter. Nah, bisa dibayangkan jika kita berdiri di tengah pulau,maka dengan jelas kita akan melihat laut 100meter di depan kita dan 100 meter di belakang kita. Sisi yang satu adalah ‘Lagoon’ dari cincin atoll sementara sisi yang satunya lagi adalah “Samudera Hindia”.Dan pulau ini, seperti halnya pulau-pulau lain di Maldives, hanya memiliki ketinggian 1,5 meter di atas pemukaan laut. Agak ngeri jika memikirkan gelombang dan tsunami, namun pada faktanya pulau ini sudah dihuni selama berabad-abad. Konon sangat jarang air laut bisa naik lebih dari setengah meter. Saya mendapatkan penjelasannya, barangkali karena pulau ini adalah pulau koral yang bisa dikatakan ‘mengambang’ di permukaan laut dan selalu fleksible mengikuti ketinggian laut. Kecuali jika memang terjadi bencana gempa yang luar biasa seperti pada tahun 2004. Read the rest of this entry

Kisah Petualangan: Menggelandang Ke Maldives III.

Standard

Kami berada di dalam speedboat yang akan mengantar kami ke Maafushi. Kapal disetir oleh Musa. Dan ditemani oleh Ali.  Kemanapun mata memandang, yang ada adalah laut dan hanya sedikit daratan kecil-kecil. Langit cukup cerah. Matahari tetap bersinar, walaupun ada sedikit mendung menggelantung di langit. Perahu bermotor itupun bergerak melaju membelah gelombang air laut.

Gelombang Laut Yang Meningkat.

Saya duduk di belakang. Awalnya saya cukup menikmatinya. Beberapa saat kemudian terasa oleh saya  gelombang semakin lama semakin besar. Terutama setiap kali kami harus melintasi jejak  kapal lain yang lewat sebelum kami. Gelombang laut terasa membesar dan mengguncang  perahu.  Gujrak! Gujrak! Gujrak! Musa meningkatkan kecepatan perahu. Saya semakin  merasakan gerakan perahu yang semakin kencang. Ombak yang membesar. Ooh, sekarang saya mulai menyadari bahwa kami berada  di tengah Samudera Hindia yang luas dan lepas tanpa akhir. Di dalam sebuah speedboat kecil, yang hanya berupa setitik debu kecil tak bermakna di tengah luasnya samudera ini. Entah kenapa, perasaan saya menjadi tidak enak. Oh, jika speedboat ini sampai terbalik bagaimana?  Saya bukan perenang yang baik.Jika misalnya terjadi yang terburuk, bisa-bisa saya akan terdampar di Kutub Selatan. Memikirkan itu, denyut nadi saya meningkat drastis dan rasanya kepala saya jadi pusing. Saya lalu meminta tolong agar Musa menurunkan kecepatannya. Ali melihat ke arah saya berkali-kali. Read the rest of this entry

Kisah Petualangan:Menggelandang Ke Maldives II.

Standard

Setelah kurang lebih setengah jam penerbangan dari Trivandrum,  akhirnya pesawat Air India yang saya tumpangi  memasuki wilayah negara Maldives. Pesawat menurunkan ketinggiannya. Saya melongokkan kepala saya di jendela dan melihat pemandangan yang luarbiasa indahnya dari udara. Pulau-pulau kecil yang hijau dikelilingi pantai pasir putih bersih yang berkilau, lalu diluarnya laut dangkal penuh koral yang berwarna hijau, sebelum akhirnya laut dalam yang berwarna biru. Ada banyak sekali pulau-pulau yang seperti itu. Sayang sekali lagi sayang, saya tidak boleh mengambil fotonya dari dalam pesawat.

Beberapa menit kemudian akhirnya pesawat mendarat dengan mulus di MALE international Airport. Pramugara membukakan pintu dan mempersilakan saya keluar sambil tersenyum “Now, you are in Maldives for sure..”  Katanya. Ha ha .. saya jadi malu juga memikirkan itu. Setelah mengucapkan terimakasih kepadanya, sayapun berlalu. Read the rest of this entry

Kisah Petualangan: Menggelandang Ke Maldives I.

Standard

Setelah usai melakukan urusan kantor di India, maka sayapun segera pamit dan tidak lupa mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengunjungi negara itu.  Rekan –rekan saya kebanyakan langsung pulang kembali ke negaranya masing-masing.  Saya sendiri berencana akan mengunjungi Maldives  bersama dua orang teman saya. Alasannya adalah karena jarak dari Bangalore ke Maldives sangat dekat.  Tentu biayanya lebih murah.

Namun beda dengan perjalanan ke India yang dibiayai oleh kantor, perjalanan ke Maldives ini adalah atas biaya kami sendiri.  Jadi untuk irit-irit ongkos, kamipun akhirnya memutuskan untuk ‘menggelandang’ saja. Mencari penginapan yang murah meriah dan membuat acara dengan ongkos terjangkau. Read the rest of this entry

India: Mengunjungi Istana Mysore Yang Indah dan Megah.

Standard

Salah satu acara yang sangat menyenangkan  bagi saya adalah saat mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Mysore  Palace yang sangat indah dan menakjubkan. Sesuai namanya, istana ini letaknya di kota Mysore, sekitar  4 jam perjalanan dari  kota Bangalore.   Namun, walaupun saya berangkat pada pukul 9 pagi, karena berhenti di beberapa tempat,akhirnya saya tiba di halaman Istana itu sekitar jam 3 sore. Udara sedang cerah.

Saya melihat pintu gerbang dan pagar berwarna kuning muda. Banyak orang berjualan di depannya. Tentu saja hati saya sangat senang, karena saya berencana untuk melihat-lihat  dan mengambil foto benda-benda seni di dalam istana itu. Namun sayang disayang, pengawasan di Istana ini  rupanya sangat ketat. Tidak ada pengunjung yang diperbolehkan mengambil foto dan membawa kamera masuk ke dalam Istana.  Photo hanya boleh diambil di luar istana. Yaah.. kecewa penonton!. Apa boleh buat. Rupanya saya harus melalui scanner dua kali. Dengan berat hati saya harus menghormati peraturan setempat.  Setelah menitipkan kamera dan sepatu saya, dengan bertelanjang kaki sayapun masuk ke dalam istana itu. Read the rest of this entry

India : Channapatna – the Toy’s City.

Standard

Mungkin diantara kita ada yang suka memperhatikan mainan anak-anak yang terbuat dari kayu? Atau boneka-boneka kayu berwarna-warni ?  Atau gelang-gelang  kayu yang bertumpuk  merah, jingga,kuning, hijau yang makin lama makin mengecil?  Atau mainan bola kayu kecil yang diikat dengan tali dan disambungkan dengan alat penangkap bola yang juga dari kayu? Sebelumnya saya tidak pernah membayangkan bahwa mainan-mainan itu adalah produksi  India. Tepatnya di daerah Channapatna.

Dalam perjalanan ke Mysore, saya diberikan informasi  bahwa kami akan melewati daerah Channapatna yang dikenal sebagai Toy’s City-nya India. Wah, kabar yang baik. Jadi kami berhenti sebentar dan melihat-lihat. Konon kerajinan kayu di Channapatna ini sudah berkembang sejak beberapa ratus tahun yang lalu dan disupport oleh kerajaan. Read the rest of this entry

Bukit- Bukit Granite Di District Ramanagara.

Standard

Ketika melintasi jalanan di daerah Ramanagara, India – mata kita akan dimanjakan oleh pemandangan bentang alam yang menakjubkan. Bukit-bukit batu  yang usianya entah berapa ribu atau bahkan juta tahun berjejer di sepanjang jalan. Itulah bukit granite. Bentuknya aneh dan cantik. Sayangnya sebagian ada yang sudah rusak akibat aktifitas pertambangan.

Indian’s Art: Traditional Paintings.

Standard

Melihat India, bagi saya serupa dengan melihat gudang seni. kemanapun saya pergi, mata saya selalu tertarik oleh obyek-obyek seni di sekitar saya.Lukisan,ukiran, patung, dekorasi, gerabah,dan sebagainya.Semuanya terlihat indah dan menarik. Barangkali juga karena ‘dari sono’nya saya memiliki ketertarikan khusus pada seni budaya. Entahlah! Kali ini saya pikir ada baiknya saya menulis sedikit tentang apa yang sempat saya lihat  dalam lukisan tradisional  India.

Lukisan tradisional India, sebagaimana halnya lukisan tradisional negara lain selalu bertutur tentang budaya setempat.Dilukis dengan teknik  dan pewarnaan lokal,bergaya lokal dan mengambil thema serta kearifan lokal.  Biasanya untuk meningkatkan koneksi kita terhadap jenis lukisan seperti ini, kita perlu memahami sedikit mengenai  budaya setempat. Read the rest of this entry