Mengatasi Masalah Agar Back On Track – Belajar Dari Penggalan Film Kanak-Kanak “A Bug’s Life”

Standard

Setiap orang ataupun setiap team, tentu pernah menghadapi masalah dalam hidupnya. Segala sesuatunya tiba-tiba  terasa terhenti dan sulit balik ke jalur semula yang normal lagi. Namun benarkah kita harus menyerah pada keadaan? Dan bagaimana caranya mengembalikan diri kita agar kembali berada pada jalur yang benar?  Back on track? Walaupun dalam penggambaran yang sederhana, saya merasa menemukan  inspirasi atas pertanyaan ini dari  penggalan awal film kanak-kanak “A Bug’ s Life.” . Film animasi keluaran Pixar Animation Studios tahun 1998 dan dirilis oleh Walt Disney, yang menceritakan kisah Flik – seekor semut jantan inventor yang selalu ingin membuat sesuatu yang berbeda, yang kemudian menjadi pahlawan dalam membebaskan bangsanya dari penjajahan kaum belalang yang tamak. Sudah agak jadul sih, tapi saya merasa kisah ini tetap menarik dan relevant.

Dimulai dengan setting alam  yang sangat indah dari kacamata micro. Kacamata seekor semut. Pemandangan sungai yang setengah kering dan pulau kecil yang hijau ditengah-tengah sungai itu. Kehidupan sedemikian alami. Sedemikian indahnya. Penuh dengan sinar matahari dan suara riang aneka serangga dan kicau burung. A nice summer! Ladang rumput yang sedang berbuah – mengingatkan saya akan ladang-jagung di kampung halaman saya di Songan, Kintamani. Para semut sedang giat bekerja memanen biji-bijian dan buah rerumputan ini, dan mengumpulkannya di atas sebuah batu. Ah, betapa damainya dunia.

Lalu kamera focus pada barisan semut yang panjang yang sedang mengangkat makanan.  Tiba-tiba selembar daun lepas dari tangkai pohon besar yang ada di tengah pulau kecil itu, terbang ditiup angin dan mendarat tepat pada barisan semut itu. Tentu saja semut yang berada di barisan paling dekat dengan daun itu kaget. Saya tidak ingat persis kata-katanya, tapi kurang lebih begini.

I’m lost!!!!!  Where is the line???  Where to go????? We will stuck here forever!!!!!”. Semut pekerja itu kelihatan panik karena tidak bisa melihat lagi barisan temannya yang di depan. Tidak tahu ke arah mana lagi harus bergerak dan berpikir bahwa mereka akan terjebak di tempat itu selamanya.

Lalu Mr Soil – seekor semut senior  datang  berlari-lari menenangkan dan membantu para semut yang panik itu.  “Do not panic! Do not panic!  We are trained professionals. Now, stay calm. We are going around the leaf”. Ia meminta agar teamnya jangan panik, karena semuanya telah dilatih secara profesional. Dia meminta para semut agar tenang dan  mengajak mereka untuk  berjalan memutari daun yang jatuh itu.

Lalu timbul kesangsian dari semut pekerja “ Around the leaf?  I don’t think we can do that” katanya ragu-ragu. Mr Soil memberi semangat kepada teamnya bahwa mereka pasti  bisa   “ Oooh, Non sense! This is nothing compared to the  twig of 93” Lalu ia mulai memberi aba-aba dengan tangannya agar para semut bergerak ke arahnya “ That’s it! That’s it! Goooood!!!  You’re doing great!!!!” katanya memberi semangat dan tetap melanjutkan memberi aba-aba “ Here we go. Here we go.  Watch my eyes. Don’t look away” katanya  mendisiplinkan teamnya agar selalu focus. Para semut-semut itupun mengikuti perintahnya dengan patuh hingga akhirnya  “This is the line agaiiin” kata Mr Soil menunjukkan barisan semut di depannya yang kini mulai bisa tersambung. Para semut itupun senang kembali dan mengucapkan terimakasih kepada Mr Soil yang juga sangat senang bisa membantu “ Good job,  everybody!”  katanya memuji.

Saya suka banget bagian film ini  dan memutarnya berulang-ulang kali untuk anak-anak saya, karena hal kecil yang ditunjukkan oleh film ini memuat pelajaran yang bagus bagi penontonnya.

Pertama adalah, bahwa tidak selamanya hidup itu akan berjalan mulus. Suatu saat kita mungkin akan mengalami kejadian tidak menyenangkan yang tidak pernah kita harapkan. Film ini mengajarkan kepada kita, untuk jangan panik dan menyerah kepada keadaan. Selalu ada jalan keluar untuk setiap permasalahan yang terjadi. Kita hanya perlu sedikit menenangkan diri  sebentar, lalu memikirkan sebuah alternatif yang mungkin bisa dilakukan.

Berikutnya adalah, jangan pernah membesar-besarkan masalah dan membiarkan rasa pesimis menghantui pikiran kita. Mengatakan kepada diri sendiri bahwa masalah yang kita hadapi sangatlah berat dan kita tidak akan mampu melakukannya, hanya akan membuat semangat kita turun ke titik nol. Dan upaya  yang kita lakukan pun menjadi tidak ada. Sehingga hasilnya akan menjadi benar-benar nol. Namun jika kita mulai berpikir bahwa masalah yang kita hadapi itu sebenarnya bukan sesuatu yang  besar, maka keberanian kita untuk menghadapinya pun muncul. Dengan demikian kita membiarkan diri kita untuk menjadi lebih kreatif dalam mencari altenatif pemecahan masalah. Oleh karenanya, kemungkinan untuk sukses pun menjadi semakin besar.

Lalu film ini juga menunjukkan bagaimana sebuah team-work bekerja.  Dan bagaimana sebaiknya seorang leader seharusnya bertindak dalam membantu membawa teamnya kembali “on track”  jika sebuah permasalahan terjadi. Menenangkan teamnya. Memberi kesadaran bahwa masalah yang dihadapi sebenarnya kecil dibandingkan dengan apa yang telah mereka lalui sebelumnya. Memberi keyakinan kepada teamnya bahwa mereka pasti mampu menghadapinya. Memberi aba-aba bagaimana caranya mencari jalan keluar. Mendampingi, mengawasi dan memastikan kedisiplinan teamnya dalam setiap langkah demi langkah hingga mereka berhasil mencapi tujuannya. Dan tidak lupa memuji teamnya yang telah berusaha dengan baik dan serta memberi selamat kepada teamnya yang telah sukses.

Saya pikir, ini adalah sebuah penggalan film yang enak untuk ditonton. Bukan saja bagus buat anak-anak, namun juga bagus untuk orang dewasa untuk menyegarkan kembali ingatan akan pelajaran-pelajaran kehidupan, baik yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan sehari- hari maupun dalam pekerjaan.  Dan saya selalu menyukai penggambaran alam dunia micro yang indah, seperti alam yang dilihat dari kacamata seeskor semut ini. Karena ikut memberi paparan yang indah ke dalam jiwa anak-anak saya. Saya ingin hati dan jiwa mereka dipenuhi dengan hal-hal yang indah dan damai.

Sumber Gambar: http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page

8 responses »

  1. Makhluk hidup yg suka berkoloni pasti membutuhkan seorang pemimpin. Pemimpin bisa dilahirkan dan bisa juga di latih..Yang membuat aku berpikir tuh Mbak Dani, mengapa kita selalu membutuhkan pemimpin dan mengapa pula kita mematuhi mereka ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s