Menyelamatkan Tanaman.

Standard

LedebouriaGara-gara kesibukan sebelumnya dan musim kemarau yang mengeringkan, sepulang dari luar kota saya menemukan banyak tanaman saya yang meranggas karena tidak ada yang mengurus. Kering, coklat dan layu. Bahkan sebagian ada juga yang mati. Salah satu tanaman di pot yang saya lihat sudah sangat sekarat, adalah sejenis tanaman  hias bawang-bawangan yang sering disebut dengan Silver Squill (Ledebouria sp). tanaman ini masih sekeluarga dengan bunga Hyacinth. Tanahnya sangat kering, berbongkah-bongkah terpanggang matahari, sehingga kalaupun digoreng saya rasa akan mengembang dan garing mirip kerupuk. Daunnya sangat layu dan umbinya muncul di permukaan tanah tapi terlihat sangat lemas.

Hampir saja saya memutuskan untukmembuang tanaman itu. Sambil mencoba menarik umbinya, saya tekenang akan keindahan bunganya yang mini. Putih bersih  mirip lonceng yang bereret. Mirip bentuk bungan Lily of the Valley, tapi dalam skala yang sangat kecil. Daunnya hijau keperakan berbintik-bintik hijau gelap. Saya tidak sering menemukan tanaman ini di tukang tanaman. Pun tidak ingat di mana awalnya saya mendapatkan bibit tanaman ini. Berpikir-pikir begitu, rasanya sedih banget. Mengapa tanaman ini harus mati kekeringan?  Saya menyesal sekali tidak merawatnya dengan baik.

Saat menarik umbinya dari tanah, perasaan saya mengatakan jika sebenarnya tanaman ini masih bisa diselamatkan. Seandainya saya dikasih kesempatan untuk melihatnya hidup lagi saya akan mencoba menyelamatkannya. Akhirnya saya membatalkan niat saya untuk membuangnya ke tempat sampah.

Esok harinya saya mampir ke toko Trubus. Saya ingin membeli media tanam. Lalu mulailah saya mencoba mem-pot-kan kembali tanaman Ledebouria saya. Karena umbinya lumayan banyak, saya pecah dari awalnya satu pot menjadi 3 pot.  Daun-daun kering dan bekas bunganya saya siangi dan buang.  Saya berikan tanah baru yang lebih segar lalu saya siram.  Saya rawat 2x sehari, pagi dan sore hari. Hari pertama, belum terlihat pergerakan. Daunnya yang layu masih kelihatan layu dan patah. Hari kedua saya sudah mulai melihat adanya tanda-tanda kehidupan.

Saya takjub. Umbi tanaman ini mirip bawang. Walaupun sudah layu, di dalamnya kehidupan masih tersimpan dengan baik. Menunggu kesempatan kembali untuk hidup seandainya lingkungan sekitarnya memungkinkan. Tanpa saya duga, pada hari ke lima, sebuah calon bunga muncul dari sela-sela daunnya yang sekarang mulai segar. Dan pada hari ke tujuh, saya sekarang melihat benar-benar dengan takjub. Tanaman ini serius berbunga. Luar biasa!. Dan hari ini bunganya yang imut-imut mulai mekar.  Tak terkira terharunya hati saya.

Sungguh!. Tanaman ini menunjukkan keceriaannya di depan mata saya, yang membuat hati saya sangat bahagia dan penuh semangat.

Saya percaya, seberapapun kasih sayang yang mampu kita berikan kepada mahluk lain di sekitar, semuanya akan berpulang kembali ke hati kita dalam bentuk kebahagiaan. Alam merespon kasih sayang kita dengan sangat baik.

 

 

6 responses »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s