Pentingnya Memberi Identitas Pada Hasil Karya Kita.

Standard

Andani - Pink LotusKetika kita sedang browsing gambar di internet, seringkali kita melihat foto-foto dengan tanda watermark nama pemiliknya. Kitapun mahfum bahwa foto itu di’protect’ oleh pemiliknya.Dan tentunya dengan melihat tanda itu kita tidak akan berani menggunakannya sesuka hati kita. Saya juga sering melihat foto-foto beberapa teman blogger saya ditandai serupa. Duluya saya juga pengen meniru memberi tanda. Tapi karena saya tidak menemukan cara yang praktis untuk menamainya, maka saya urungkan niat saya.

Akhirnya saya selalu mengupload foto-foto hasil jepretan saya sendiri tanpa tanda nama.  Saya senang saja tulisan yang dilengkapi dengan gambar,walaupun tanpa nama.  Tidak apa-apa. Saya pikir toh saya tidak bermaksud membisniskan foto-foto jepretan saya. Tapi ternyata saya salah!

Beberapa saat yang lalu, iseng-iseng saya mencoba ikut bergabung menulis pada sebuah media online yang ternama. Tujuannya ya untuk memperluas pengalaman saya menulis. Bergaul dengan para penulis yang lebih panjang jam terbangnya dari berbagai kalangan, dari berbagai profesi hingga ke ‘real writer” macam penulis buku ataupun wartawan media serius. Seperti biasa sayapun menulis, lalu mencoba post di tempat itu. Horee..berhasil!. Lalu saya mulai mempost tulisan ke dua. Dan seterusnya.  Berikutnya saya mencoba me-reblog tulisan lama saya kembali. Karena tulisan berupa renungan, saya bubuhkan saja gambar bunga Lotus yang saya ambil dari file lama saya sendiri. Saya sangat menyukai bunga Lotus. Bagi saya Lotus adalah bunga yang melambangkan kesucian, keagungan dan kebijaksanaan. Jadi saya pikir,kalau tulisan itu berupa perenungan dan tidak mempunyai gambar, ya..bunga Lotus barangkali sesuailah sebagai penghiasnya. Nah ceritanya, saya postlah tulisan itu ke sana beserta gambar bunga Lotusnya.  Enter! Go!

Saya tunggu beberapa saat. Yes! Satu, dua, tiga, empat dan seterusnya para pembaca datang dengan cukup cepat untuk membaca tulisan saya itu. He he.. lumayan! Begitulah enaknya menulis di sana. Audience-nya banyak. Jadi tulisan kita mendapat pembaca dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat.  (Namun tentu saja saya tetap merasa rumah saya di blog ini. Karena disinilah saya merasa lahir dan dibesarkan sebagai blogger.)  Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba saya melihat sebuah message masuk ke INBOX saya. Sayapun membukanya.

Oh! Dari admin pihak media online itu.Memberitahukan kepada saya, bahwa pihak media telah menghapus konten (audio, visual,grafis) hasil karya orang lain yang menurut media itu telah saya gunakan, karena tidak dilengkapi keterangan sumber (nama pemilik hak cipta/hak guna) yang jelas. Rupanya media itu telah menghapus foto bunga Lotus kesayangan saya. Aduuh..

Tentu saja saya terkejut bukan alang kepalang. Lho? Siapa yang menggunakan hak cipta milik orang lain? Bunga Lotus di foto itu adalah milik saya sendiri. Tumbuh di pot di halaman rumah saya sendiri. Saya tanam dan rawat sendiri sampai tumbuh besar dan berbunga.Lalu saya jepret sendiri. Dengan menggunakan kamera saya sendiri. Dan saya upload sendiri. Lah! Lah!. Hak saya dong untuk menggunakannya di manapun sesuka hati saya? Bagaimana bisa pihak media itu menyangka saya menggunakan hak cipta orang lain?

Pikir demi pikir, akhirnya saya ingat bahwa foto bunga Lotus itu pernah saya upload sebelumnya ke social media yang lain dan  jika kita Googling, akan muncul di sana sebagai salah satu  dari jutaan atau bahkan miliaran gambar dari Google. kalau orang search foto itu dan menemukannya, belum tentu dia ngeh kalau foto itu adalah hak cipta saya.

Yah pantes saja !. Akhirnya saya coba minta advise teman blogger yang sudah lebih senior dan memang sarannya adalah agar selalu memberi tanda pada setiap hasil karya kita. Sayapun memberi penjelasan kepada pihak media tersebut tentang fakta bahwa foto itu adalah dokumentasi pribadi saya.

Walaupun sampai saat ini saya masih belum membubuhi nama pada semuanya, tapi sekarang saya mengerti sepenuhnya. Mengapa kita perlu membubuhkan nama kita pada hasil karya kita sendiri, terutama yang akan diupload ke dunia maya.

Untukmemberi nama pada foto, dulu saya biasanya mengcopy foto ke Microsoft Power Point, memberi nama lalu saya save kembali dengan JPEG.  Agak tidak praktis sih.

Setelah ceklak ceklik pada file-file foto saya, sekarang saya sudah menemukan caranya untuk memberi nama. Saya share di sini, barangkali ada gunanya bagi teman-teman yang belum tahu. Walaupun saya tahu juga banyak diantara teman-teman yang tentunya sudah lebih dulu dan lebih jago memasang water mark.  Barangkali bisa ikut nimbrung sekalian share bagaimana caranya memasang water mark – terimakasih banget.

Caranya adalah sbb:

1. Click kanan foto/gambar dari file.

2.Pilih Edit pada Review,lalu akan muncul  Paint

3. Pada sheet home,lihat Tool. Lalu pilih A

4. Dengan menggunakan tool A, tulislah nama kita. Misalnya

“Dokumentasi pribadi – Andani”

5.Beri warna yang cukup kontrast  agar terbaca.

6.Lalu Save.

Selesai!

Jadi sekali lagi, untuk melindungi karya-karya kita, lengkapi konten audio, visual, grafis hasil karya pribadi yang ditempelkan di postingan dengan nama (atau identitas lain) kita sendiri.

29 responses »

  1. Saya banyak upload foto juga ke blog, gak pernah pake identitas. Ternyata itu penting banget ya mba…
    Makasih sharingnya. Lain kali saya kasih water mark deh fotonya.
    Salam,

  2. aya kira identitas foto itu bukan cuman watermark ya?

    ada beberapa blogger yg merasa watermark seperti itu mengganggu keaslian foto. dan maunya polos saja.

    Sedikit solusi mungkin kita jarang banget nulis caption pada foto/gambar yang di tampilin, padahal itu juga berguna.
    dan yang diminta oleh media itu bukan watermark kan? tetapi asal/sumber foto tsb🙂

    kalau masalah curi mencuri itu tergantung niat, tapi Biasakan kita mencantumkan caption berupa judul foto sekaligus referensinya.

    Bukan begitu?

  3. mantap nih tulisannya mbak.. saya selalu nambahin watermark di setiap foto yg saya attach ke dunia maya, tulisannya nama blog saya (maksudnya sekalian iklanin). supaya kalo suatu saat orang nemuin foto saya di google images bisa langsung tau asalnya🙂

  4. Bu Made, kengken kabare? Menurut tiyang pribadi kita sudah sepatutnya menandai segala karya yang kita hasilkan dengan identitas diri kita. Bukan hanya foto, tapi juga tulisan. Maaf nih tiyang baru bangkit dari dalam tanah, he he he

  5. Menggunakan menu “paint” hanya cocok untuk gambar berukuran kecil. Jika gambar berukuran besar menjadi agak repot untuk mengatur posisi “watermark” dan ukuran font, kecuali gambar di reduce terlebih dahulu. Biasanya saya menggunakan photoshop untuk membuat watermark.

  6. Untuk tekniknya kita mirip Jeng …. semula dengan power point disimpan sebagai JPEG lalu coba yang lain dengan paint. Selamat terus berkarya ….

  7. ada juga mbak editor foto yang lebih sip dan simpel namanya Photo Filtre. saya juga sering menandai foto punya sendiri tapi ga semuanya sih, cuman foto2 yang dirasa perlu ditandai aja. oh iya, itu media online tempat nulisnya di mana ya? kok brasa ketat banget aturan adminya. hahaha…

  8. nice tips mbak. saya pernah diberitahu temen kalo gambar saya digunakan di sebuah forum. tapi saya gak ngerasa terlalu rugi sih, malah lucu. soalnya gambar itu hanya editan iseng, bisa dibilang parodi tentang sebuah film yang belum dirilis, eh malah digunakan orang seolah itu poster/teaser dari film aslinya.😆

  9. foto saya juga pernah diambil dipajang disalah satu website pemerintahan setempat, bikin keki, di imel gak dibales2, mau nuntut ke siapa cobak, sekarang foto2 yg sy post di blog selalu sy kasih watermark.

  10. Iya Mbak, makanya foto – foto saya biar jeleknya kayak apa tetep tak kasih watermark…apapun hasil karya kita harus bangga kan Mbak..hehehe

    Pengalaman dan postingan yang sangat bermanfaat Mbak..

  11. Konon katanya pengalaman itu adalah guru yang paling baik Mbak Dani..Jadi dengan hilangnya foto karya sendiri yang disangka karya orang lain, dirimu terpaksa belajar kasih watermark yah..hahaha..masih geli membayangkan ceritamu Mbak…

  12. waduh,,kalo upload dokumen yang memiliki hak cipta nama kita harus hati-hati nih,kalo ada plagiat tak bertanggungjawab bisa jadi salah.Hasil karya adalah sumbangsih pikiran kita,terimakasih bibi Ni Made Sri Andani atas tulisan yang bermanfaat ini

  13. mungkin penamaan ini agar mendorong pengguna internet tidak asal copas gambar ya..
    Keuntungannya, setiap kali kita menggunakan gambar tidak perlu lagi memberikan label, karena sudah dibuatkan oleh yang punya gambar.

    trims sharenya mbak..🙂
    salam kenal

  14. Pingback: Akibat Tidak Memberi Water Mark/Nama Pada Foto Di Blog. | nimadesriandani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s