Menelisikin Bulu, Menelusuri TiapTitik Perbuatan Kita.

Standard

Menyisir Bulu 1Senja. Sehabis hujan. Saya keluar rumah dan memandang ke sekeliling. Sisa-sisa sinar matahari yang tadinya tertutup mendung sekarang mulai terkuak dan memantul dari pucuk-pucuk pohon keluwih di belakang rumah. Membuat segala sesuatunya terlihat lebih merah dari biasanya.  Senja yang hangat.

Saya mendongak ke atas. Empat ekor burung balam tampak sedang bertengger di dahannya yang mati. Wah..banyak sekali. Saya belum pernah melihat ada empat ekor burung yang sama bertengger di pohon yang sama saat bersamaan. Kecuali burung gereja, burung pipit atau burung peking yang memang hobinya bergerombol. Burung-burung itu berdiang menikmati kehangatan sinar matahari sore.  Sebagian ada yang bercanda saling mengangguk dengan temannya, namun ada juga yang memanfaatkan diri menyisir bulunya satu per satu.

Barangkali hujan telah membuat sayapnya basah kuyup dan kusut. Sehingga ia merasa perlu menyisir dan meminyakinya agar rapi dan mengkilap kembali. Selain itu barangkali hujan juga telah membuat sarangnya lembab dan banyak kutu dan kuman yang mungkin saja mengkontaminasi kesehatan bulunya.

Saya salut dengan kerajinan para burung membersihkan dirinya setiap kali ada kesempatan.  Ia menyisir mulai dari bulu-bulu lehernya, dadanya, perutnya, bagian bawah sayap kirinya, bagian atas sayap kirinya, punggungnya, dan sebagainya. Satu per satu. Helai demi helai, sehingga tak ada satupun yang terlewat. Tak ada kutu atau kuman yang tertinggal,tidak ada kekusutuan dan tidak ada kekusaman. Semuanya rapi dan mengkilap kembali.

Menyisir bulu seperti yang dilakukan oleh burung ini,kalau di Bali diistilahkan dengan “Menelisikin Bulu“. Artinya sama. Yakni menelusuri setiap titik dan helai satu per satu tanpa ada yang terlewatkan. Dan sekaligus membersihkan serta memperbaiki  jika menemukan ada sesuatu yang salah dengan helaian bulu itu, misalnya kusut, kusam, ada kotoran ataupun ada kuman dan jamur.  Dengan demikian, setelah kegiatan menelisikin bulu ini selesai, maka dipastikan surung akan kembali memiliki sayapnya yang bersih, rapi, indah dan mengkilap.

Menelisikin Bulu, tidak hanya berlaku untuk burung. Tetapi juga untuk manusia yang tidak memiliki bulu sebanyak burung. Istilah “Menelisikin bulu“, digunakan ketika seseorang merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan dirinya. Misalnya – untuk sekedar contoh, seorang teman tiba-tiba marah kepada dirinya namun ia tidak tahu persis apa salahnya. Mengapa temannya itu bisa marah kepadanya?. Maka biasanya orang yang bersangkutan akan segera “menelisikin bulu’. Mengambil jeda sejenak, mencari waktu untuk melakukan refleksi diri, menelusuri satu per satu perbuatannya dari awal hingga akhir untuk mencari tahu, apakah ada diantara perkataan ataupun perbuatannya itu yang tanpa sengaja telah menyakiti hati orang lain (temannya). Persis seperti burung yang mencari kotoran yang menyelip di sela-sela bulunya. Jika ada, maka ia perlu membersihkannya, entah dengan cara meminta maaf, atau memberi klarifikasi  kepada yang bersangkutan, atau memperbaiki sikap dan sebagainya.  Dengan demikian, selayaknya burung, maka ia akan mejadi lebih lega, karena setidaknya ia telah berhasil menemukan kesalahan dan berusaha memperbaikinya. Demikianlah orang -orang yang  secara reguler ‘menelisikin bulu’ ini membuat dirinya menjadi cemerlang dalam kebahagiaan, karena tidak membiarkan kotoran dan debu mencemari tingkah lakunya. Jika ia mendapati dirinya kotor, maka dengan kesadaran penuh iapun berusaha membersihkannya.

Ada cukup banyak orang yang suka ‘menelisikin bulu’ secara berkala. Namun yang namanya isi dunia tentu saja beragam. Ada banyak orang juga yang tidak mau menelisikin bulu. Tidak  mau merefleksikan diri dan perbuatannya,  tidak berusaha mencari tahu apakah dirinya benar atau salah, dan apapun orang katakan, ia selalu merasa benar sendiri.

Hidup selalu memberikan kita berbagai pilihan untuk kita pilih.

 

9 responses »

  1. Bener banget mba, sayangnya ga semua orangs ama. Ada yang sudah menyakiti teman begitu dalams ampai mereka tidak mau bergaul lagi sama dia tapi dianya malah sibuk nyalahin orangd an menebar berita bohong. Hehehe. Maafkan curcol.

  2. Ah ya setuju dgn tulisan ini. Oya saya juga senang melihat burung2 ini ketika mereka menelisik bulunya. Burung saja menelisik bulunya secara berkala, mengapa kita manusia tidak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s