Bahasa Inggris Apa Bahasa Indonesia Yang Benar?

Standard

Andani - heart

Berkaitan dengan hari Valentine, banyak sekali kita lihat symbol cinta bertebaran di mana-mana. Tentu semua orang paham bahwa lambang cinta yang saya maksudkan adalah gambar  hati. Dimana-mana kita melihat lambang hati. Di wall facebook keponakan kita, di acara TV, di campaign produk remaja. Demikian juga pada barang-barang keperluan sehari-hari. Memang selalu seru membicarakan tentang cinta.

Semalam saya dan anak saya yang duduk di bangku SMP kelas satu pun mengobrol tentang cinta. Tentang teman-temannya yang sudah mulai pacaran. Tentang temannya yang curhat dan meminta perolongannya untuk membantu menjadi comblang dalam rangka mendekati gebetannya. Dan memang sangat seru. Demikian juga ketika membicarakan tentang lambang cinta. Gambar lambang cinta itu sebenarnya gambar  hati apa gambar jantung sih? Kok kaya jantung? Ya! Sebenarnya itu gambar jantung. Bukan gambar hati.

Mengapa cinta dilambangkan dengan  jantung? Teori yang saya karang sendiri… karena cinta mengalir di dalam nadi setiap insan. Dan jantung adalah pusat dari peredaran darah. Jadi masuk akallah jika cinta dilambangkan dengan gambar jantung. Ya ya.. “You are always in my heart…”

Tapi lalu mengapa gambar jantung itu kalau di Indonesia umumnya disebut Hati?  Bisa dimengerti … karena di indonesia kita mengerti sesuatu dengan lebih abstrak. Menurut kita hati adalah sumber segala perasaan dan emosi. Dan bukankah kalau di Indonesia kita berkata “Kau selalu di hatiku…” dan bukan “Kau selalu di jantungku…”. Kalau diterjemahkan berarti Hati = Heart?.  Hah??!!#? Tentu  guru bahasa Inggris akan segera memotong nilai kita jika kita menterjemahkannya begitu. Karena Hati sebenarnya diterjemahkan sebagai Liver, bukan Heart. Tapi tentu saja tak ada orang yang berkata “You are in my liver..” bukan?.

Jadi selama ini kita memang selalu salah menterjemahkan rupanya ya? Nah yang benar sebenarnya yang dalam bahasa Indonesia apa yang dalam Bahasa Inggris ya? Ah, biarlah! Yang penting mengerti maksudnya sama.

Omong-omong soal salah terjemahan, selain Hati yang diterjemahkan sebagai Heart, ada lagi yang saya temukan serupa. Yakni tentang Kepala dan Ekor. Itu terangkat cukup seru juga ketika anak saya yang kecil suatu kali pernah bertanya ”Ma, itu maksudnya 3 heads of the dragon sama dengan 3 ekor naga kan, Ma? Tapi kenapa kok dibilang heads ya? Dan bukan tails? “  katanya setengah bertanya dan setengah protes.  Hay ya ya ya… Memang begitu adanya, Nak!. 3 heads of the dragon ya sama dengan tiga ekor naga. Mama tidak bisa menjelaskannya dengan lebih baik lagi dari itu.

Tapi kan berarti Heads = Tails dong?. Tapi kenapa ibu guru tidak pernah mengajarkan begitu?  Yang diajarkan adalah  Head = Kepala dan kalau Tail = Ekor. Ha ha ha.. Mungkin jaman dulunya, kalau orang di Inggris sana mau menangkap binatang buruan mereka menghadapinya dari depan..sehingga yang dilihatnya adalah kepalanya dulu. Sehingga hitungannya jadi Heads dan bukan tails.  One head, two heads, three heads, ….dst.  Sebaliknya bangsa kita, barangkali dulunya melihat binatang buruannya dari belakang, sehingga hitungan binatangnya jadi per Ekor, bukan per kepala. Seekor, dua ekor, tiga ekor,…dst juga.  Lagi-lagi itu teori saya sendiri untuk ngepas-ngepasin saja. Tentu saja saya tidak tahu jawaban aslinya.

Ada yang tahu jawabannya tidak?

46 responses »

  1. hehehe mbak,

    itu semua kan dilatarbelakangi kultur Indonesia yang tidak “to the point”, atau selalu melihat ekornya daripada kepalanya. Tidak berani berhadapan muka langsung, sukanya di belakang-belakang😀 ular mana ada ekornya? Tapi tetap dikatakan satu ekor ular😀 Padahal kalau kepala itu semua binatang pasti punya ya.

    Tapi masih mending sih jadinya belajar bahasa Indonesia tidak susah, semua pukul rata pakai ekor. Sedangkan di Jepang, setiap kelompok binatang sebutan hitungannya lain-lain, ada yang pakai kepala, ada yang pakai sayap, ada yang pakai badan dll….

      • thanks , Dan. Nah.. dosen bahasa kita sudah menjelaskan dengan baik,antara lain sebabnya mengapa bahasa kita jadi aneh begitu dibandingkan dengan bahasa lain he he

    • Wah-wah, saya baru tahu soal ini. jadi ingin cari tahu. kira-kira di disiplin ilmu yang mana, ya? sepertinya sosiolinguistik.
      kalau soal penyebutan ekor atau hati tadi, karena bahasa ada manasuka/arbitrer mbak. jadi tergantung kesepakatan masyarakatnya. disiplin ilmunya bisa dipelajari di semiotika atau linguistik umum🙂

  2. haha iya kata2 ungkapannya emang beda2. di bahasa indo sendiri sebenernya juga ada mbak, seperti misalnya “oh di pesta nanti kami sediakan makanan untuk 100 kepala” sementara yang dimaksud 100 orang.😀

  3. pa kabar mbak? maaf baru mampir lagi disini…soale ditempat kerja nggak sempat BW ini weekend pas si kecil lagi gak mau ditemani main sama saya..maunya sama ayahnya..emaknya merdeka bisa BW kemana mana hehehe…
    hmmm bener juga yah kenapa “cinta” dilambangkan hati…:) hmmm nggak valentine pun kita harus selalu berkasih sayang setiap hari nya…penuh cinta kasih……

  4. Soal heart=jantung=hati itu selalu jadi pertanyaan suamiku mba.. Kok heart pas diterjemahin ke bahasa indonesia jadi hati? malah pusing aku jelasinnya kayak gimana ke dia.. hahahaha..

  5. Teori bu Made tentang cinta bisa dikembangkan ni…, oh ya bu kadang orang menyebut cinta itu gabungan antara hati dan jantung, banyak yang menyebut ketika cintanya datang dengan Menyebut si jantung hati

  6. Mbak Dani, aku setuju dengan pendapat mbak Em di atas.. krn bangsa kita kan ‘sopan’ 😀
    jika habis berburu, dikabarkan bahwa berhasil membunuh 3 kepala rusa.. rasanya kok tega banget. jadi diperhalus jadi tiga ekor.😛

  7. Iya, saya kadang-kadang juga bingung, kenapa sprti itu ya ?
    Tapi mungkin itu masalah kebiasaan dan kebudayaan masing-masing daerah atau negara, jadi sebetulnya keduanya tidak ada yang salah, atinya keduaya benar.🙂

  8. jawabnya adalah lain ladang lain belalang, dan bahasa tumbuh berdasarkan kesepakatan resmiataupun tidak resmi diantara para penggunanya…..bahasa Inggris tentu tidak sama dengan bahsa Indoensia, karena latar belakang budaya yang juga sangat berbeda, it’s no problem.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s